Jurnalis Jepang Menipu Taliban dan Mengirim Tweet

Seorang wartawan Jepang yang diculik dan ditawan di Afganistan selama lima bulan bisa mengirimkan tweet melalui Twitter dan mengabarkan kondisinya baik-baik saja saat penculik bertanya bagaimana cara menggunakan ponsel. Demikian diberitakan AP, Selasa (7/9/2010).

Sehari sebelum ia dibebaskan, Kosuke Tsuneoka sang jurnalis mengatakan, satu dari militan memperlihatkan bagaimana cara menggunakan ponsel baru itu. Si militan yang masih muda itu tampaknya sangat ingin mengakses Al-Jazeera melalui ponsel. Namun, Tsuneoka berhasil menarik perhatian mereka untuk mencoba Twitter dan membuat mereka bertanya bagaimana mengirimkan pesan ke Twitter.

“Begitulah cara saya mengirimkan pesan tersebut,” katanya, dalam konferensi pers yang berlangsung kemarin, sehari setelah ia tiba dengan selamat di Jepang.

“Saya sangat yakin mereka tidak pernah tahu saya mengakali mereka,” jelasnya. Beberapa hari kemudian, para militan itu menyebutkan diri sebagai anggota Hizb-e-Islami namun mengaku Taliban kepada Pemerintah Jepang. Salah satu alasan mengapa ia dilepas karena Tsuneoka menjadi mualaf. Ia berpindah agama ke Islam pada saat di tawan, Tsuneoka berpikir jika dirinya tak akan bisa keluar dengan selamat.

“Saya mengira akan dibunuh jadi saya mempersiapkan diri untuk menghadapinya,” jelasnya. Puncak ketakutannya terjadi akhir Juni lalu saat sang penculik memberikan ultimatum kepada Pemerintah Jepang untuk membunuhnya jika permintaan mereka tidak bisa dipenuhi dalam kurun waktu 72 jam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s