Toughbook Panasonic Komputer Jinjing Tahan Banting Pertama Di Dunia

Beberapa tahun lalu, saya pernah menjatuhkan sebuah komputer jinjing milik seorang teman dari atas meja kerja. Retakan langsung muncul di monitor setelah ”kecelakaan” itu. Kendati prosesornya masih berfungsi, kerusakan pada layar membuat komputer jinjing itu dipensiunkan setelah seluruh data diselamatkan.

”Kecelakaan” bisa saja menimpa komputer jinjing. Terkena tumpahan air, kotoran, temperatur ekstrem, atau terjepit dalam backpack yang penuh berisi berbagai barang bisa saja membuatnya tidak berfungsi. Padahal, dalam peranti keras ini, data dan berbagai karya mungkin disimpan. Risiko ini membesar di lingkungan kerja tenaga lapangan, seperti di pertambangan, kepolisian, rumah sakit, dan pasar.

Keperluan komputer jinjing yang tahan banting ini mulai dijawab Panasonic dengan melepas Toughbook ke pasaran pada 1996. Saat itu, Panasonic meluncurkan Toughbook jenis CF-25.

Job Msuya dari Marketing Group for IT Product Business Unit (ITPBU) Panasonic menceritakan, produk CF-25 belum sempurna. Setelah terkena hujan selama 10-20 menit, peranti ini tidak berfungsi. Padahal, kebutuhan personel yang bertugas di tengah hujan adalah komputer jinjing yang tahan terkena hujan lebih dari sekadar beberapa menit.

Karena itu, lanjut Msuya yang kelahiran Tanzania itu, teknologi kedap air menggunakan flexible foam terus disempurnakan. Uji tahan air suatu jenis Toughbook distandardisasi selama 10 jam dengan semburan air 1,8 liter per menit dari berbagai sudut.

Supaya tahan guncangan, termasuk jatuh dan getaran, hard disc drive (HDD)-nya dilindungi lembaran super yang memisahkan udara dan tidak terlalu mudah mengempis. Selain itu, kotak (cabinet) magnesium juga melindungi bagian otak peranti ini.

Kendati kuat, bobot komputer jinjing harus cukup ringan. Selain menggunakan lapisan magnesium yang tipis, sekitar 0,02 inci, lapisan cabinet dibuat berlubang-lubang. Selain mengurangi bobot, lubang ini juga membuat notebook tahan banting.

Untuk menguji ketahanan Toughbook, dalam kunjungan wartawan dari beberapa negara di Asia ke ITPBU Panasonic Corporation Osaka, Jepang, awal September lalu, seorang reporter asal India, Charitra Singh, pun mencoba menjatuhkan komputer jinjing itu. Setelah dijatuhkan, komputer tersebut tetap berfungsi.

Mencoba ketahanan terhadap air, komputer yang sedang menyala pun disiram dengan air oleh reporter lainnya, Alka Singh, sebanyak 1,5-2 liter. Komputer jinjing tetap berfungsi.

Beragam

Kini, komputer jinjing tahan banting disiapkan dalam berbagai kategori dan jenis sesuai keperluan. Kategori yang siap tempur dengan kekasaran (fully ruggedised), semi- ruggedised, dan komputer jinjing tahan banting untuk keperluan bisnis (business ruggedised).

Beberapa jenis komputer jinjing untuk kategori fully ruggedised antara lain CF-19, CF-30, CF-31, CF-U1, dan CF-H1.

Jenis CF-19, misalnya, menggunakan prosesor Intel Core i5-540UM vPro dan berkapasitas penyimpanan 160 GB kandar cakram keras yang terpasang elastis dan koneksi fleksibel dengan alat lepas-cepat (shock-mounted flex-connect hard drive with quick release). Kapasitas memori akses acak (RAM)- nya 2 GB DDR3 SDRAM dan berlayar sentuh 10,4 inci 1024 x 768 XGA. Jenis ini dilengkapi dengan kamera 2 MP, penerima GPS, dan bermemori 2 GB DDR3 SDRAM yang bisa ditambah menjadi 4 GB. Komputer jinjing ini seberat 2,31 kg.

Sementara CF-U1 dibuat mungil, bahkan bisa diselipkan di pinggang atau dipegang dengan menyisipkan telapak tangan pada ikatan notebook. Prosesornya Intel Atom Z530 (1,6 GHz), berkapasitas penyimpanan 64 GB Solid State Disk, serta kapasitas memori acak 2GB DDR2 SDRAM. Jenis ini juga dilengkapi layar sentuh 5,6 inci active matrix LCD dual touch, kamera 2 MP, 1D/2D pembaca kode batang (barcode), serta sensor sidik jari. Dengan baterai yang tahan 9 jam, bobot CF-U1 hanya 1,06 kg.

CF-H1 menggunakan baterai yang tahan 6 jam dan berbobot hanya 1,5 kg. Prosesornya Intel Atom Z540 (1,86 GHz) serta kapasitas memori acak 2 GB DDR2 SD-RAM. Kapasitas penyimpanannya 80 GB 1.8 inci SATA yang tahan getaran. CF-H1 dirancang untuk keperluan lembaga kesehatan sehingga cukup mungil dengan layar 10,4 inci. Beberapa perlengkapan yang ada antara lain kamera 2 MP, pembaca RFID ISO 15693, pembaca barcode 1D/2D, pembaca smartcard, dan GPS.

Salah satu pengguna CF-H1 adalah Matsushita Memorial Hospital. Setidaknya terdapat 70 CF-H1 yang dimanfaatkan di rumah sakit yang pada 1940 didirikan Konosuke Matsushita, pelopor Panasonic Corporation.

Menurut Direktur Matsushita Memorial Hospital Tetsuro Yamane, setelah sepenuhnya menerapkan komputerisasi sejak Januari 2009, penjelasan kondisi pasien kepada pasien dan keluarganya bisa menggunakan CF-H1, baik terhubung dengan layar televisi maupun langsung dengan layar komputer jinjing. Selain itu, CF-H1 juga bermanfaat untuk komunikasi antara dokter dan perawat. Namun, Yamane juga menyebutkan kelemahan CF-H1 yang dinilainya masih terlalu mahal dan terlalu berat untuk orang Jepang.

Menurut Senior Coordinator Communication Team Marketing Groups IT Product Division Panasonic Corporation Maki Saito, harga CH-H1 berkisar 3.500 dollar AS. Namun, harga juga ditentukan oleh lokasi konsumen.

Untuk jenis business ruggedised juga terdapat beberapa tipe, seperti CF-F9 dan CF-C1. CF-F9 berlayar lebar 14 inci 1440 x 900 WXGA, tetapi ringan, hanya 1,6 kg. Jenis ini menggunakan prosesor Intel Core i5-520M vPro, berkapasitas penyimpanan 320 GB, serta berkapasitas memori acak 2GB SDRAM (DDR3-1066 MHz).

Adapun CF-C1 yang berlayar 12,1 inci berbobot sekitar 1,4-1,7 kg, tergantung dari baterai. Prosesor yang digunakan Intel Core i5-520M. Adapun kapasitas penyimpanannya sama dengan tipe CF-F9.

Komputer jinjing tahan banting Toughbook Panasonic kini akan menjajal pasar Asia Tenggara dengan bidikan kalangan industri otomotif, telekomunikasi, polisi, pemerintahan, pertambangan, asuransi, dan kesehatan. Sebelumnya, kata General Manager Overseas Sales Group ITPBU Panasonic Corporation Hide Harada, Toughbook dipasarkan di Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Setidaknya, dengan komputer jinjing tahan banting, ”kecelakaan” yang berakibat fatal semestinya bisa dihindari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s