Perbedaan Rokok dan Pulsa

Kalau kita melihat tayangan iklan di teve atau media cetak, ada perubahan penting yang menarik dipacu oleh semakin luas dan berkembangnya teknologi komunikasi informasi. Di teve sudah jarang kita melihat tayangan iklan yang disponsori perusahaan rokok dan sepertinya tergantikan oleh kehadiran industri teknologi komunikasi informasi.

Banyaknya operator seluler antara lain terlihat mendominasi iklan di berbagai stasiun teve dan radio. Bahkan sering juga iklan berwarna yang termasuk mahal di halaman koran, dan menjadi indikasi penting sektor teknologi komunikasi informasi di Indonesia tumbuh dan berkembang sangat pesat.

Banyaknya perusahaan seluler memang telah memicu pesaingan sampai perang harga antaroperator menawarkan dan mengiming-imingi para pengguna ponsel berpindah jasa layanan teleponi. Hal yang sama juga terjadi pada perusahaan komputer yang juga menawarkan aneka ragam produk komputer, berupaya untuk menikmati pertumbuhan penjualan dan tuntutan konsumen akan produk mutakhir teknologi komputer.

Pengguna ponsel di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 150 juta orang, diperebutkan berbagai operator yang menawarkan berbagai macam harga yang sering membingungkan konsumen. Di antara negara-negara Asia, produk dan jasa teknologi komunikasi informasi di Indonesia mencatat pertumbuhan yang paling tinggi.

Omzet sektor ini setiap tahunnya diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 triliun, dan menjadi acuan berbagai perusahaan multinasional untuk menguasai pangsa pasar Indonesia. Dampak yang ditimbulkan juga semakin membesar, termasuk kehadiran toko-toko atau kios jamuran yang menjual ponsel atau pulsa isi ulang dalam jarak yang sangat berdekatan.

Tidak ada orang yang tidak memiliki ponsel di Indonesia. Di kelas menengah, jumlah ponsel dalam satu keluarga bisa mencapai lebih dari enam unit. Dan di kelas bawah, ponsel menjadi sebuah kebutuhan mendasar yang setara dengan pakaian dan makanan.

Bahkan, pada mereka yang berpenghasilan tidak tetap dan harian juga terjadi perubahan kebiasaan. Salah satunya adalah pilihan membeli beberapa batang rokok atau memilih untuk menambah pulsa sekadar untuk bisa mengirim pesan singkat, menerima panggilan teleponi, dan memperpanjang masa tenggang.

Fenomena ini telah meningkatkan lalu lintas percakapan dan data dengan semakin banyaknya perangkat ponsel cerdas yang ditawarkan di pasaran, dan persaingan para operator dengan menurunkan harga secara drastis. Dan konjesti di dalam jaringan seluler pun menjadi tidak terhindari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s