Gelaja Takut Gadget Fobia

Tidak dimungkiri kemajuan teknologi komunikasi informasi bukan sektor berdiri sendiri, tetapi bagian penting dalam perkembangan sebuah negara menyangkut persoalan kedaulatan dan mampu memengaruhi hubungan internasional menentukan tidak hanya bisnis internasional, tetapi juga hubungan antarbangsa.

Ini yang terjadi dengan produk Blackberry buatan Research in Motion (RIM) asal Kanada. Produk Blackberry yang awal rancangannya dibuat untuk keperluan para pebisnis dan berkembang menjadi gadget konsumen terancam diblokir di beberapa negara Timur Tengah, termasuk di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Persoalannya, produk RIM dirancang untuk keperluan bisnis, keseluruhan sistem operasi dan jaringan yang menghubungkan berbagai perangkat Blackberry di seluruh dunia ditutup oleh RIM dan diberi enkripsi yang rumit untuk melindungi data yang lalu lalang. Sampai sekarang, produk Blackberry menjadi gadget yang digemari kalangan bisnis karena sangat aman dan tidak pernah bocor.

Beberapa negara, termasuk Indonesia, mulai melihat dari sisi yang lain. Karena sistem keamanan yang canggih dan ketat, Blackberry dianggap perangkat ”menakutkan” dan dengan mudah dikambinghitamkan menjadi sebagai perangkat teknologi yang bisa mengancam kedaulatan nasional sebuah negara.

Isu ini sangat menarik, sampai Menlu AS Hillary Clinton harus berbicara dengan negara- negara Timur Tengah untuk melihat ulang posisi mereka mengenai ancaman kedaulatan dan memperingatkan RIM kalau tidak membuka sistem teknologi keamanannya dilarang digunakan di negara-negara tersebut.

Apakah Blackberry bisa mengancam kedaulatan negara? Bisa ya, bisa tidak. Lucunya di Indonesia orang asal bicara tidak mengerti persoalan, seolah-olah harus mengikuti negara-negara Timur Tengah berhadapan dengan RIM.

Posisi kita bukan saja mempertahankan kedaulatan negara melindungi berbagai informasi yang keluar dan masuk ke negara ini, tetapi juga melindungi bisnis telekomunikasi yang dijalankan penyedia teknologi komunikasi informasi mana pun.

Blackberry memang menyulitkan kepolisian melakukan monitoring atas kejahatan, seperti korupsi atau terorisme, karena enkripsi yang diterapkan oleh RIM dan prosedur yang terlalu panjang untuk meminta lalu lintas percakapan dan data perangkat Blackberry untuk disadap.

Dari sisi bisnis, Blackberry harus diingatkan, kalau mau menikmati pasar Indonesia, juga harus mau melakukan investasi serta berbagi teknologi dan bisnis untuk bisa dinikmati secara bersama. Bukan hanya sekadar menikmati besarnya pangsa Blackberry di Indonesia yang digunakan sebagai gadget untuk keperluan jejaring digital sosial.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s