Google Rilis WebM, Format Video Web Berbasis Open Source

Google semakin agresif menancapkan pengaruhnya dalam teknologi web. Kali ini, perusahaan yang bermarkas di Mountain View, California, AS itu merilis “video codec” terbaru berbasis open source yang diberi nama WebM dan telah menyediakan SDK (software development kit) untuk komunitas pengembang.

WebM dibangun dari VP8, teknologi web yang diambil alih Google dari On2 Technology pada Februari lalu. Codec baru ini merupakan kombinasi antara VP8 dengan format audio Ogg Vorbis yang juga berbasis open source. Kombinasi tersebut bebas digunakan tanpa royalti.

“Kami pikir video harus gratis dan terbuka buat siap saja,” ujar Sundar Pinchai, VP Product Marketing Google dalam konferensi Google I/O di San Francisco, Kamis (20/5/2010) waktu setempat. Ia mebgatakan kehadiran foremat video web berbasis open source tersebut dimaksud untuk menghasilkan konten tayangan yang berkualitas tinggi.

Google sudah menggunakan codec baru ini ke semua video YouTube dan telah didukung browser Chrome buatannya. Mozilla juga sudah menyatakan diri akan mendukung WebM di Firefox begotu pula Opera Software pada browser internetnya.

WebM hadir di tengah persaingan format video web. Ada beberapa pesaing format ini seperti H.264 dan Flash. Bedanya keduanya bukan format berbasis open source. Meski bersaing, Adobe memastikan Flash akan mendukung codec WebM sehingga dengan Flash plug-ins, konten dengan WebM tetap bisa dilihat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s