Category Archives: Yahoo

Facebook Kecewa Dituntut Yahoo! Karena Pelanggaran Hak Cipta

Diperkarakan Yahoo ke ranah hukum, Facebook pun menyatakan kekecewaannya. Facebook dituding melanggar 10 paten teknologi yang dimiliki Yahoo sehingga dibawa ke meja hijau.

“Kami kecewa bahwa Yahoo, mitra bisnis lama kami dan sebuah perusahaan yang secara substansial mendapat manfaat dari asosiasinya dengan Facebook, telah memutuskan untuk memilih proses pengadilan,” kara juru bicara Facebook, Jonathan Thaw seperti dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Selasa (13/3/2012).

Facebook menilai, gugatan hukum dari Yahoo mungkin akan membuat mereka mengerahkan cukup banyak biaya dan sumber daya. Memang seiring popularitasnya yang kian meningkat, Facebook mengaku kian terancam gugatan hukum.

“Kami saat ini terlibat di berbagai macam gugatan dan ketika kami menghadapi kompetisi yang semakin meningkat dan popularitas tinggi, termasuk berkaitan dengan IPO saham kami, klaim paten yang melawan kami mungkin akan bertambah banyak,” demikian pernyataan Facebook.

Dari 10 paten yang dipermasalahkan, hanya dua yang terkait dengan teknologi sosial media. Kebanyakan fokus pada periklanan online, termasuk metode untuk mencegah penipuan serta teknologi kustomisasi di halaman web.

Gugatan Yahoo bertepatan dengan akan dijualnya saham Facebook ke publik. Seorang pakar menyatakan, perusahaan memang lebih rentan terancam gugatan hukum saat sedang berada dalam proses IPO (Initial Public Offering).

“Ketika perusahaan akan go public, hal yang paling tidak diinginkannya adalah terlibat perkara hukum. Jadi mungkin Facebook cenderung akan menyelesaikan kasusnya,” kata Coleen Chien, profesor hukum di Santa Clara Law.

Yahoo pernah melakukan taktik yang sama di masa silam. Sebelum Google go public pada tahun 2004, Yahoo menggugat Google terkait beberapa pelanggaran hak paten. Google akhirnya setuju membayar lisensi paten kepada Yahoo.

Yahoo! She Diluncurkan Pada Hari Perempuan Sedunia

Bertepatan dengan Hari Perempuan Sedunia, Yahoo! Indonesia meluncurkan laman Yahoo! She. Dengan tagline Real Women; Real Answers, Yahoo! She diluncurkan untuk memberikan inspirasi mengenai pandangan hidup dan lingkungan yang sehat bagi perempuan Indonesia.

Berbeda dengan situs perempuan pada umumnya, Yahoo! She mengangkat topik yang selama ini enggan dibicarakan masyarakat Indonesia secara terbuka. Tidak hanya itu, Yahoo! She juga memberikan pelbagai informasi bagi perempuan usia 19-35 tahun. Misalnya berbagai galeri mengenai kecantikan, perawatan kulit, makanan sehat, pelatihan tubuh dan bermacam-macam diet, memelihara keseimbangan kerja dan hidup, sehingga menjadi lebih teratur.

“Yahoo! She bertujuan menjadi pusat perhatian bagi perempuan Indonesia yang membutuhkan konten kaya informatif,” kata Dodi Ibnu Rusydi, Country Editor Yahoo! Indonesia, 8 Maret 2012.

“Yahoo! She juga akan menjadi jembatan penghubung bagi para perempuan yang memiliki kesamaan pola pikiran.”

Yang membedakan Yahoo! She dengan situs lainnya adalah konten asli dari komunitas. Sebab di sini konten dibuat oleh para pembaca, terkait dengan pandangan dan konsumsi mereka di situs ini.

Menurut Dodi, para pengguna dapat memulai percakapan dari berbagai topik yang paling diminati dan memberikan komentar dalam artikel lain. Nantinya editor Yahoo! dapat menampilkan artikel dari pengguna terbaik yang telah menulis blog. Artikel itu ditampilkan pada halaman muka.

Kata Dodi, melalui Yahoo! She perempuan Indonesia dapat mempublikasikan dan berbagi opini, mengekspresikan diri, dan terhubung dengan perempuan lain dari berbagai kisah kehidupan. “Bagi para pengiklan, Yahoo! She bisa menjadi tujuan gaya hidup tersendiri untuk menjangkau demografi yang diinginkan,” ujarnya.

Yahoo! Akan Tuntut Facebook Karena Memakai Program Iklan Tanpa Bayar Royalti

Yahoo meminta Facebook membayar lisensi atas sejumlah teknologi mereka yang digunakan raksasa jejaring sosial tersebut. Jika tidak, Yahoo mengancam akan menindak Facebook.

Disebutkan Yahoo, web maupun perusahaan teknologi lain membayar lisensi kepada mereka. Maka Facebook pun tak luput dari kewajiban tersebut. Namun Yahoo tidak merinci, teknologi apa yang dimaksud.

Langkah ini dinilai pengamat bisa memposisikan Yahoo dalam konflik bisnis dengan Facebook. Padahal saat ini, keduanya telah memiliki hubungan yang saling menguntungkan, terutama untuk urusan integrasi Yahoo News dengan Facebook.

Dilansir Reuters Selasa (28/2/2012), mengutip data developer Facebook, traffic Yahoo News mobile dari Facebook Mobile meningkat tiga setengah kali sejak 14 Februari ke angka 1,6 juta pengunjung sehari.

“Yahoo memiliki tanggung jawab kepada para pemegang saham, pegawai, dan pemangku kepentingan lainnya untuk melindungi properti intelektual. Kami telah berinvestasi untuk berbagai inovasi ini,” demikian pernyataan Yahoo secara tertulis.

Laporan lain yang dilansir The New York Times menyebutkan, Yahoo tengah berupaya memaksa Facebook melisensi 10 hingga 20 paten yang berkaitan dengan teknologi periklanan, personalisasi web, jejaring sosial dan messaging.

Permintaan Yahoo kepada Facebook menjadi persengketaan properti intelektual terbaru antara perusahaan teknologi di Amerika Serikat (AS). Seperti diketahui, masalah properti intelektual terjadi juga pada perusahaan teknologi papan atas asal AS seperti Google, Oracle, Motorola Mobility dan Apple.

Koprol Kenalkan Fitur Baru untuk Pengguna PC

Koprol, jejaring sosial berbasis lokasi buatan Indonesia yang kini dimiliki Yahoo, mengenalkan fitur baru di situsnya untuk pengguna PC. Fitur terbaru itu bisa diakses melalui situs Koprol.com.

Fitur terbaru Yahoo! Koprol meliputi ‘Interesting Streams’ untuk komentar sosial, ‘Onboarding’ untuk memudahkan check-in, ‘People Finder’ untuk berhubungan dengan orang sekitar dan ‘Hovercard’ yang memungkinkan pengguna untuk menemukan informasi profil pengguna lain tanpa harus mengunjungi halaman profil individu.

Fitur populer yang sudah tersedia pada ponsel seperti ‘Hot Tags’ yang mengonsolidasikan konten pada topik populer atau peristiwa akan tersedia juga di PC. Selain itu, ada Fitur ‘Koprol Stamp’ yang berfungsi bagai “hadiah” bagi para pengguna karena telah berhubungan dengan pengguna Koprol lain.

Ketersediaan fitur-fitur ini pada PC juga menyediakan saluran tambahan bagi pengusaha untuk menjangkau audiens di rumah-rumah dan memperluas ‘Koprol for Business’ sebagai alat pemasaran untuk mencapai basis konsumen yang lebih luas.

“Antarmuka PC baru Yahoo! Koprol ini bukan sekadar sebagai perombakan tampilan tapi menawarkan integrasi pengalaman dan fitur di ponsel dan desktop,” ujar Pontus Sonnerstedt, Country Manager Yahoo! Indonesia, dalam rilis yang diterima KOMPAS.com Rabu (30/11/2011).

Tahun ini, Yahoo! Koprol juga telah mengembangkan beberapa fitur yang membuat Yahoo! Koprol tersedia di ponsel Android dan BBM6. “Sekarang, kami telah melangkah lebih jauh untuk memberikan pengalaman yang konsisten bagi konsumen, baik yang menggunakan peranti bergerak atau yang sedang duduk di rumah di depan desktop,” tambah Satya Witoelar, Co-founder Yahoo! Koprol.

Hub Aplikasi Baru Dari Yahoo Untuk Saingi BlackBerry Messenger

Meski sudah punya Yahoo Messenger yang sangat populer tak menghalangi Yahoo untuk membuat aplikasi instant messaging lain. Aplikasi chat baru tersebut adalah Hub, yang tampilannya mirip BlackBerry Messenger besutan Research In Motion (RIM).

Sebagai sebuah aplikasi untuk ngobrol, pengguna Hub dapat saling berkirim pesan dengan pengguna Hub lain di seluruh dunia dengan gratis. Yang istimewa dari Hub adalah pengguna Hub tetap dapat mengirim pesan kepada rekannya yang tidak menggunakan atau meng-install aplikasi Hub di telepon pintarnya.

Syaratnya, nomor telepon orang yang dituju sudah tersimpan di daftar kontak (phonebook). Si penerima pesan pun dapat membalas pesan tersebut lewat layanan SMS, tetapi dikenai biaya oleh operator.

Fitur ‘balas pesan’ via SMS ini nantinya hanya bisa untuk pengguna Hub di Kanada, Indonesia, India, Kuwait, Malaysia, Filipina, Pakistan, Thailand, Amerika Serikat dan Vietnam.

Fitur Hub lainnya meliputi group messaging, mampu melihat dan menambahkan partisipan ke dalam thread, berbagi daftar kontak, serta notifikasi.

Untuk sementara, aplikasi Hub yang masih berstatus Beta ini hanya tersedia untuk pengguna ponsel pintar Android 2.1 Eclair atau versi di atasnya. Sayangnya, saat ini aplikasi Hub hanya bisa digunakan oleh pengguna di Amerika Serikat.

Yahoo! Akan Terbitkan Semua Halamannya Di Facebook Agar Mudah Dibagi-Bagikan

Yahoo! hari ini mengumumkan telah meningkatkan jumlah laman webnya di seluruh dunia sehingga para pengunjung laman secaraq otomatis dapat berbagi cerita yang mereka baca bersama teman-temannya di Facebook.

Satu fitur yang ditambahkan September lalu pada Yahoo! News di Amerika Serikat telah ditingkatkan menjadi lebih dari 26 di seluruh dunia.

“Ini adalah langkah awal untuk mendapatkan manfaat dari apa yang dibicarakan teman-teman Anda sebagai sumber penting mengenai pemrograman apa yang Anda konsumsi dari Yahoo!,” kata wakil presiden Yahoo! bidang sosial dan personalisasi, Michael Kerns, seperti dikutip AFP.

Fitur baru itu dikenalkan di laman Yahoo! News di beberapa negara dan ditambahkan pada laman-laman berorientasi hiburan yang berbasis di California milik Yahoo!, yaitu omg!, Yahoo! TV, Yahoo! Movies, dan Yahoo! Games.

“Sebagai destinasi berita online paling populer di dunia, Yahoo! News menyebarkan konten paling menarik di Web melalui kombinasi editor lokal, teknologi maju, dan kini, teman-teman Anda,” kata CPO (chief product officer) Blake Irving.

Yahoo! berupaya memiliki fitur tertenun ke 100 propertiya pada tahun mendatang.

“Adalah sangat menarik bisa melihat pertumbuhan di kawasan-kawasan yang berbeda-beda,” kata Michael Kerns.

“Di AS, Yahoo! dan Facebook masing-masing merengkuh hampir semua audiens,” sambungnya. “Di beberapa kawasan lain Facebook lebih besar dari Yahoo! sehingga kami melihat langkah ini akan mengantarkan sebuah pergeseran besar (dalam hal lalu lintas ke Yahoo!).”

Lebih dari 12 juta orang terpilih secara otomatis untuk berbagi aktivitas di Yahoo! News dengan teman-teman Facebook mereka sejak jejaring sosial ini mengumumkan pembentukan kelas aplikasi baru pada layanannya September lalu.

“Kami menyaksikan pengadopsian yang lebih kerap dibandingkan yang sebelumnya kami kira,” kata Kerns kepada AFP.

Lalu lintas online dari Facebook ke halaman-halaman Yahoo! News meningkat lebih dari tiga kali karena orang-orang mengecek cerita yang dibaca teman-temannya, kata Kerns.

Fitur baru ini terutama populer di kalangan usia 35 tahun ke bawah.

YahooI juga mengimbuhkan, satu pengingat di puncak laman agar orang tahu kapan harga saham berubah atau kapan orang lain merespons komentar atas stori-stori online yang telah diposting

Yahoo! Digugat Pemegang Saham Karena Menjual Alipay Pada China

Yahoo! Inc digugat para pemegang sahamnya. Pemilik portal web terbesar di Amerika Serikat (AS) ini dianggap telah menyesatkan pemegang saham dalam pemisahan Alipay, bisnis pembayaran online di China, yang dimiliki Alibaba Group Holding Ltd.

Para pemilik saham perusahaan yang berbasis di Sunnyvale, California, itu mengajukan komplain ke pengadian federal San Francisco, Rabu (9/8/2011). Dalam gugatan itu, mereka mengklaim penyedia layanan mesin pencari itu tak mernberitahu mereka hingga 10 Mei bahwa investasi senilai 1 miliar dollar AS di Alibaba terganggu spin-off Alipay.

Sebelumnya, manajemen Yahoo! sendiri berjanji akan memberi informasi kepada investor soal pengalihan Alipay paling lambat 31 Maret 2011. Pasalnya, menurut pengaduan itu, pengalihan ini bakal mengurangi nilai investasi Yahoo! di Alibaba hingga miliaran dollar AS.

Gugatan itu diajukan atas nama Twin City Pipe Trades Service Association yang berpusat di Saint Paul, Minnesota. Sayang, Dana Lengkeek, Juru Bicara Yahoo! tak segera memberi konfirmasi untuk Bloomberg.

Sekadar informasi, Jack Ma, Chairman Alibaba mengalihkan Alipay, salah satu usaha yang semula menjadi bagian Alibaba, ke sebuah perusahaan yang berada di bawah kendalinya. Sebagai pemilik 43 persen saham Alibaba, Yahoo! menentang keras pengalihan kepemilikan Alipay itu. Yahoo! merasa tak diikutsertakan dalam proses pengalihan itu.

Peraturan China yang mempercepat proses spin-off ini, sebenarnya telah melakukan antisipasi pada 2009 lalu. Aturan itu menuntut Yahoo! atau Alibaba untuk melepaskan keterkaitannya dengan Alipay. Namun, Yahoo! gagal membangun strategi untuk memulihkan nilai kepemilikannya di Alibaba.

Sementara itu, pada 29 Juli lalu, Alibaba mengatakan, dua pemegang saham terbesarnya, yakni Yahoo! dan Softbank Corp, perusahaan operator telepon seluler di Jepang, menyetujui sebuah kesepakatan kompensasi. Dalam kesepakatan itu, Alibaba akan menerima 6 miliar dollar AS dari pengalihan Alipay.

Persetujuan ini sekaligus mengakhiri sengketa empat bulan antara Alibaba dan para pemegang saham asingnya, terkait pemisahan Alipay

Aktivitas Yang Paling Banyak Dilakukan Orang Indonesia Di Internet Adalah Berselancar Di Jejaring Sosial

Kegiatan apa saja yang Anda lakukan ketika mengakses Internet? Berdasarkan studi Yahoo! Net Index 2011, kegiatan yang paling banyak dilakukan orang Indonesia ketika mengakses Internet adalah berselancar di jejaring sosial.

“Angkanya meningkat drastis dibandingkan dua tahun lalu,” kata Deputy Managing Director TNS Indonesia Suresh Subramanian di Jakarta, Selasa lalu. Temuan itu diperoleh dalam penelitian yang dilakukan terhadap 2.770 responden di sejumlah kota besar di Tanah Air, seperti Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Depok, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar dari Januari sampai Maret tahun ini.

Sebanyak 93 persen dari jumlah responden tersebut menyatakan aktivitas online yang paling sering dilakukan adalah mengakses layanan social networking, seperti Facebook, Twitter, dan LinkedIn. Tak mengherankan jika Indonesia menduduki peringkat kedua sebagai pengguna Facebook terbanyak di dunia dan di posisi ketiga untuk layanan situs mikroblogging Twitter. Padahal dalam survei serupa yang dilakukan pada 2009 dan 2010 menunjukkan, minat pengguna Internet terhadap jejaring sosial baru 38-47 persen.

Tingginya pengguna media sosial di Indonesia, menurut Suresh, lantaran semakin mudah orang mengakses Internet, baik melalui komputer pribadi maupun ponsel. Namun di balik kemudahan akses Internet, kata Suresh, ada faktor budaya yang menyebabkan gelombang pengguna jejaring sosial di Indonesia langsung membeludak. “Budaya atau sikap pemalu membuat mereka tak perlu bertatap, sehingga lebih nyaman dan bebas mengungkapkan pikirannya melalui media sosial tanpa menunjukan identitas sebenarnya,” katanya.

Suresh memperkirakan tingginya animo masyarakat terhadap jejaring sosial belum akan mereda sampai beberapa tahun ke depan. “Social media sulit terbendung karena pada dasarnya setiap orang ingin dan senang dibagi,” katanya. Namun Suresh percaya suatu saat nanti jumlah pengguna layanan ini akan stabil.

Selain menyambangi media sosial, kegiatan berikutnya yang paling sering dilakukan adalah menggunakan mesin pencari, layanan pesan instan, e-mail, dan membaca berita. Suresh mengatakan seiring dengan banyaknya pengguna jejaring sosial, terjadi perubahan dalam memilih dan berbagi dengan teman online. “Mereka semakin selektif,” ujarnya. Tak seperti dulu, ketika pengguna memampangkan identitas dirinya, seperti nama lengkap, alamat rumah, e-mail, dan nomor yang dapat dihubungi, kini mereka hanya memunculkan sedikit informasi tentang dirinya bahkan banyak informasi diri palsu di social networking.

Dari survei ini juga ditemukan bahwa masyarakat semakin terbuka terhadap layanan jual-beli online atau e-commerce. “Tapi mereka belum percaya dengan model pembayaran online,” kata Suresh. Kebanyakan penilik situs komersial hanya melakukan riset produk, perbandingan harga, dan mengkonfirmasi pembelian. Apabila ada produk yang cocok, mereka kemudian membayarnya secara penuh melalui transfer bank atau tunai.

Yahoo Tarik Sahamnya di Jepang

Yahoo Inc berencana menarik 35 persen sahamnya di Yahoo Japan. Saham itu rencananya akan dialihkan ke Softbank Corp, yang saat ini menguasai 42 persen saham Yahoo di Jepang.

Seperti dikutip dari kantor berita Reuters, seorang sumber mengatakan, Yahoo akan menarik dananya sebesar US$ 8 miliar di Jepang. Uang itu akan digunakan untuk melawan dua perusahaan raksasa, yaitu Google dan Facebook. Yahoo juga akan memilah kemitraan di sejumlah negara lainnya di Asia.

Jika kesepakatan tersebut tercapai, Yahoo ada kemungkinan akan mengalihkan fokusnya ke Cina. Di Negeri Tirai Bambu, Yahoo tercatat memiliki 40 persen saham di perusahaan Internet terkemuka, Alibaba Group, perusahaan induk Alibaba.com. Namun Yahoo belum menjelaskan langkah selanjutnya di Cina.

Hubungan antara Yahoo, Softbank, dan Alibaba memburuk sepanjang beberapa tahun terakhir. Pendiri Alibaba, Jack Ma, menghasut untuk membeli kembali saham Yahoo di perusahaannya. Adapun pendiri dan pemegang saham mayoritas Softbank, Masayoshi Son, secara terbuka menyerang latar belakang Yahoo sebagai inovator dan melakukan pendekatan ke pasar internasional. Softbank juga memiliki saham di Alibaba. “Ada hubungan segitiga. Apa pun yang terjadi dengan Alibaba harus melibatkan ketiga pihak,” kata seorang sumber.

Selain menguasai Alibaba.com, Alibabba Group tercatat sebagai pemilik Taobao. Ini adalah perusahaan terbesar di Cina yang berfokus pada jasa layanan e-payment melalui e-commerce dan Alipay.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui Bursa Efek Tokyo, Softbank menyatakan tidak ada pembicaraan dengan Yahoo. Mereka juga membantah rencana membeli saham di Jepang.

Yahoo tidak bersedia memberikan pernyataan. Namun, menurut sumber yang dekat dengan Yahoo, transaksi ini membuat hubungan di antara ketiga perusahaan semakin erat.

Rencana ini kabarnya muncul setelah salah satu pejabat Yahoo, Carol Bartz, ditekan oleh pemegang saham untuk menyediakan sejumlah dana. Yahoo harus bersaing keras untuk mendapatkan kue iklan dengan jejaring sosial Facebook dan perusahaan Internet lainnya.

Dalam sebuah konferensi dengan investor Goldman Sachs pada 16 Februari lalu, Direktur Keuangan Yahoo Tim Morse sudah mengakui rencana keluar dari Jepang. “Kami sedang melakukan pembicaraan,” katanya. “Kami melakukan efisiensi pengeluaran pajak dengan bekerja sama dengan sejumlah mitra. Sehingga ini menyenangkan semua pihak, termasuk pemegang saham dan pemangku kepentingan.”

Saham Yahoo di Alibaba diperkirakan US$ 4-10 miliar atau sekitar 80 persen dari seluruh saham Yahoo yang beredar di Asia. Sejak 2005, pangsa pasar Yahoo digerogoti Google hingga separuhnya. Diperkirakan nilainya sekitar US$ 21,5 miliar. Adapun nilai pasar Google meroket hingga tiga kali lipat menjadi US$ 200 miliar.

Berbeda dengan di Amerika Serikat, Yahoo Jepang mendominasi situs pencarian di Internet dengan menguasai 50 persen pangsa pasar. Hal ini berbeda dengan pesaingnya, Google, yang hanya menguasai 30 persen.

Yahoo Pecat 600 Karyawan Demi Efisiensi

PERUSAHAAN media internet Yahoo Inc akan memecat 600 pegawai atau sekitar 4-5% dari keseluruhan pegawainya yang berjumlah 14.100 orang.

Pemecatan ini dilakukan dua tahun setelah Direktur Eksekutif Carol Bartz menjabat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan Yahoo di tengah persaingan ketat dengan Google dan media sosial Facebook.

Kabar ini merebak awal bulan Desember 2010 ketika blog teknologi AllThingsD menulis Yahoo akan memecat setidaknya 650 orang pegawainya.
Tak lama kemudian harian The New York Times juga menurunkan berita serupa.

Sumber yang bisa dipercaya menyebutkan para karyawan yang akan diberhentikan kemungkinan besar dari bagian pemberitaan, situs keuangan, olahraga, dan layanan surat elektronik. Setahun lalu Yahoo juga memecat sekitar 5% karyawannya.

Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan perusahaan internet lainnya. Bulan lalu, salah satu pesaing Yahoo, Google bahkan mengumumkan kenaikan gaji karyawannya sebesar 10% bulan Januari.

Sejauh ini manajemen Yahoo belum memberikan pernyataan resmi soal kabar pemecatan tersebut.