Category Archives: Social Networking

Facebook Kecewa Dituntut Yahoo! Karena Pelanggaran Hak Cipta

Diperkarakan Yahoo ke ranah hukum, Facebook pun menyatakan kekecewaannya. Facebook dituding melanggar 10 paten teknologi yang dimiliki Yahoo sehingga dibawa ke meja hijau.

“Kami kecewa bahwa Yahoo, mitra bisnis lama kami dan sebuah perusahaan yang secara substansial mendapat manfaat dari asosiasinya dengan Facebook, telah memutuskan untuk memilih proses pengadilan,” kara juru bicara Facebook, Jonathan Thaw seperti dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Selasa (13/3/2012).

Facebook menilai, gugatan hukum dari Yahoo mungkin akan membuat mereka mengerahkan cukup banyak biaya dan sumber daya. Memang seiring popularitasnya yang kian meningkat, Facebook mengaku kian terancam gugatan hukum.

“Kami saat ini terlibat di berbagai macam gugatan dan ketika kami menghadapi kompetisi yang semakin meningkat dan popularitas tinggi, termasuk berkaitan dengan IPO saham kami, klaim paten yang melawan kami mungkin akan bertambah banyak,” demikian pernyataan Facebook.

Dari 10 paten yang dipermasalahkan, hanya dua yang terkait dengan teknologi sosial media. Kebanyakan fokus pada periklanan online, termasuk metode untuk mencegah penipuan serta teknologi kustomisasi di halaman web.

Gugatan Yahoo bertepatan dengan akan dijualnya saham Facebook ke publik. Seorang pakar menyatakan, perusahaan memang lebih rentan terancam gugatan hukum saat sedang berada dalam proses IPO (Initial Public Offering).

“Ketika perusahaan akan go public, hal yang paling tidak diinginkannya adalah terlibat perkara hukum. Jadi mungkin Facebook cenderung akan menyelesaikan kasusnya,” kata Coleen Chien, profesor hukum di Santa Clara Law.

Yahoo pernah melakukan taktik yang sama di masa silam. Sebelum Google go public pada tahun 2004, Yahoo menggugat Google terkait beberapa pelanggaran hak paten. Google akhirnya setuju membayar lisensi paten kepada Yahoo.

StumbleUpon Perusahaan Yang Terancam Bangkrut dan Kini Lebih Sukses Dari Facebook

StumbleUpon, perusahaan berbasis internet yang sudah berumur sepuluh tahun ini, telah melakukan sesuatu yang hanya sedikit dilakukan perusahaan-perusahaan di Silicon Valley: comeback.

StumbleUpon mungkin tidak memiliki buzz atau miliaran pengguna seperti Facebook, tetapi situs ini telah berhasil memperbaiki dirinya setelah melewati keterpurukan. StumbleUpon menjadi salah satu sumber trafik yang paling kuat dalam internet.

Didirikan bersama oleh Garrett Camp dan Geoff Smith, layanan pencarian konten ini memulai gagasan baru. “Kami mencoba menjadi remote control Anda untuk web atau benda yang membantu Anda mencari apa yang ingin dicari selanjutnya,” jelas Camp.

Para pengguna “tersandung” ke web content seperti cerita bisnis, web game, blog atau galeri foto, yang belum pernah mereka lihat sebelumnya dan mereka dapat menilainya dengan acungan jempol ke atas atau ke bawah.

Lama kelamaan, konten tersebut menyajikan hal yang lebih relevan dengan selera pengguna (tidak seperti remote TV standar). Layanan utama web content tersebut gratis, meskipun satu dari setiap 20 “stumbles” itu dibayar oleh klien—versi sasaran iklan ini dijuluki Paid Discovery

Pada bulan Mei 2007, perusahaan yang berpusat di San Francisco ini memiliki pengguna yang sangat kecil yaitu 2,3 juta tapi luar biasa setia, dan bertumbuh 150% tiap tahun. Hal itu terjadi ketika Camp dan Smith menjual usaha mereka kepada eBay seharga 75 juta dollar AS. Kelihatannya sempurna, eBay berkembang , dan Camp dan Smith pulang dengan bayaran yang memuaskan.

Tetapi, pada akhirnya, web content ini memburuk. Pertumbuhan pengguna melambat secara signifikan. Ketika dikelola oleh eBay, tidak berarti mereka tidak menghadapi tekanan kesulitan penggalangan dana dan gangguan lain yang memusingkan.

Cara untuk menarik pengguna bertambah sulit dan produk pun membutuhkan waktu yang lama untuk berhasil. Dua tahun kemudian, Camp, Smith, bersama sekelompok perusahaan modal usaha, termasuk Accel Partners dan First Round Capital, membeli kembali perusahaan web content tersebut seharga 29 juta dollar AS.

Sejak itu, StumbleUpon berhasil meluncurkan sejumlah perbaikan besar. Sebuah Stumbling web-based sebagai pengganti browser plug-in, aplikasi mobile untuk iPad Apple, iPhone, dan Android Google, serta sejumlah redesain besar yang mulai live sejak Desember lalu.

Pertumbuhan Stumble pun mulai kelihatan menggeliat. Perusahaan melaporkan lebih dari 20 juta pengguna mendaftar sebagai “stumbling” setiap 7 jam sebulan, jumlah yang sama dengan pengguna Facebook yang mengutak-atik profil mereka. Penggunaan di desktop dan mobile sama-sama mengalami peningkatan: desktop tumbuh 20% tiap bulan dan mobile tumbuh 35% tiap bulan.

Kesimpulannya, pertumbuhan semacam itu sangat mengesankan untuk sebuah perusahaan yang tidak diperhatikan. “Mereka seperti pekerja keras,” ujar Rebecca Lieb, pengamat di San Mateo, Group Altimeter yang berpusat di California. “Mereka tidak pernah modis dan gemerlap. Mereka juga tidak pernah seperti Facebook atau Google yang diperlukan setiap hari atau bahkan situs yang memiliki momen yang bersinar untuk kemudian redup dalam keterpurukan.”

Menurut eMarketer, StumbleUpon, menjadi pengarah web traffic sosial terbesar ke halaman web lain selama triwulan ketiga tahun 2011—1.2 milyar arahan/referral dalam sebulan. Menurut StumbleUpon, hal tersebut lebih baik, melampaui Facebook dan Twitter. (Berdasarkan laporan eMarketer, StumbleUpon mencapai 49% sedangkan Facebook 38%).

Baik Facebook maupun Twitter juga menggunakan iklan yang berhubungan dengan situs-situs web luar sebagai sumber pendapatan terbesar mereka. Tentu saja, Facebook menempatkan iklan sasarannya di beberapa area seperti bar “Sponsored” ke sebelah kanan “News Feed” dan Twitter melakukan fitur iklan seperti “Promoted Tweets,” keduanya berharap para pengunjung melihat iklan-iklan tersebut, menemukan yang cocok, dan benar-benar meng-click.

Target model iklan StumbleUpon beroperasi dengan berbeda, mereka menyatukan advertorial ke dalam konten regular. Pada kenyataannya, pengguna situs mencari setiap 20 “stumbles” atau dibayar oleh 75.000 perusahaan ditambah para pengiklan.

Meskipun setiap iklan dilabeli seperti itu, kemungkinannya adalah beberapa pengguna tidak melihat perbedaannya setiap saat. “Unit iklan mereka benar-benar dikoneksikan ke pengalaman konsumen,” ujar Nikhil Sethi, co-founder Adaptly, perusahaan yang khusus membantu perusahaan yang memasang iklan dalam social platform seperti StumbleUpon.

Menurut Sethi, beberapa klien periklanan lebih suka mengalokasikan mayoritas anggaran kampanye mereka ke StumbleUpon. Saat Arby’s sebuah restoran cepat saji yang besar di Amerika ingin mempromosikan burger barunya tahun lalu, Adaptly diminta untuk membantu mengiklankannya di Facebook, Twitter, dan StumbleUpon.

Dalam beberapa hari, perusahaan Sethi menyadari bahwa hampir 91% pengguna melihat kampanye dalam iklan video—dengan kata lain, orang-orang berinteraksi dengan iklan yang sedang happening di StumbleUpon. Alhasil, Arby’s menggeser sisa uang kampanye dari Facebook dan Twitter ke perusahaan layanan milik Camp tersebut.

StumbleUpon tidak membeberkan berapa pendapatan iklannya. Mereka tentu saja hampir melampaui Facebook, seperti yang diprediksikan eMarketer, pendapatan StumbleUpon akan mencapai US$ 5,1 miliar tahun ini.

Masih menurut Camp, perusahaan akan fokus dengan upaya mereka untuk berekspansi secara domestik tahun ini dan berpotensi untuk menambah staf pekerjanya kurang lebih 100 orang selama tahun berikutnya—dan secara internasional, melokalisasi pelayanan untuk pasar yang baru seperti di Inggris

Daftar Merek Online Pemenang Indonesia Brand Champion Award 2012

MarkPlus Insight dan Marketeers hari ini, Kamis ( 23/2/2012 ), mengadakan “Indonesia Brand Champion Award 2012 .” Pemilihan pemenang dilakukan melalui survei yang berlangsung tanggal 10-14 Februari 2012 .

Chief Business Officer MarkPlus Inc, Taufik, mengatakan, merek-merek yang terpilih sebagai pemenang memang kurang lebih sama seperti tahun-tahun lalu.

Namun, kata dia, yang patut dicermati adalah bagaimana merek seperti Nokia ataupun Blackberry yang cukup menurun kinerja secara global tetap bertahan sebagai merek yang banyak dipilih di Indonesia.

“Di tingkat global, Nokia sedang turun. Tapi masih kuat di lokal,” ujar Taufik kepada Kompas.com, usai acara Indonesia Brand Champion Award 2012 , di Jakarta, Kamis.

Survei dilakukan terhadap 635 responden melalui telepon dan internet, di enam kota besar yakni Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Medan, dan Makassar.

Survei juga dilakukan sebagai bagian dari studi pasar mengenai ” Merek dalam Persaingan Berebut Kue Netizen dan Mobile Market Indonesia.”

Detil pemenang di setiap kategori sebagai berikut:

  • Brand Champion of Telecomunication Most Widely Used of Global Brand Mobile Phone: Nokia, Blackberry, Samsung, Sony Ericcson, dan LG
  • Brand Champion of Telecommunication Most Widely Used of Local Brand Mobile Phone: Esia, Nexian, CrossX, Flexi, dan CSL Blueberry
  • Brand Champion of Telecommunication Most Widely Used of GSM Operator Brand: Simpati, IM3, XL, 3, dan Axis
  • Brand Champion of Telecommunication Most Widely Used of CDMA Operator Brand: Flexi, Esia, dan Smartfren
  • Brand Champion of Telecommunication Most Widely Used of Mobile GSM Internet Provider Brand: Telkomsel Flash, XL, IM3, 3, dan Axis
  • Brand Champion of Telecommunication Most Widely Used of Mobile CDMA Internet Provider Brand: Smartfren, Flexi, Esia, StarOne, dan Ceria
  • Brand Champion of Telecommunication Most Widely Used of Cable Internet Provider Brand: Speedy, Fastnet, Indonet, dan Radnet
  • Brand Champion of Gadget Most Widely Used of Notebook Brand: Acer, Toshiba, Asus, Hawlett Packard, dan Axioo
  • Brand Champion of Gadget Most Widely Used of Netbook Brand: Acer, Hewlett Packard, Asus, Lenovo, dan Advan.
  • Brand Champion of Gadget Most Widely Used of Tablet PC Brand: Samsung, Apple, dan Acer
  • Brand Champion of Content Provider Most Popular Online Shop Brand: Tokobagus.com, Kaskus.us, Bhinneka.com, Bekas.com, dan Rakuten.co.id.
  • Brand Champion of Conten Provider Most Popular Online News Provider Brand: Detik.com, Kompas.com, Vivanews.com, Yahoo.co.id, dan Okezone.com.

Menteri Komunikasi dan Informatika Menkominfo Akan Lacak Pemilik Akun Twitter Yang Suka Menghina

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring, menyatakan, akan membantu melacak akun anonim pelaku penghinaan di jejaring sosial twitter yang mulai bermunculan.

“Kami akan membantu melacak pelaku penghinaan dan membantu kerja aparat hukum jika diperlukan,” kata Tifatul dalam akun twitternya yang diakses dari Jakarta, Sabtu.

Ia juga menyarankan, bagi masyarakat yang mengetahui secara persis pelaku di balik akun penghina agama bisa mulai mengumpulkan bukti-bukti yang kuat lalu melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.

Sedangkan bagi mereka yang merasa terganggu dengan akun twitter pelaku penghinaan, kata Menteri, disarankan untuk melakukan prosedur report as spam agar secara otomatis akun penghina itu dapat ditutup oleh pengelola twitter.

“Harus tetap tenang, jangan terprovoke,” katanya.

Menurut dia, masyarakat tidak boleh terprovokasi karena pada dasarnya penghinaan terhadap suatu agama tak akan mengurangi kemuliaan agama tersebut.

“Karena penghinaan bukti si pelaku kehabisan argumen,” katanya.

Pihaknya mengaku sedang terus memantau dan mempelajari akun di jejaring sosial twitter anonim yang mulai bermunculan.

Pantauan terutama dilakukan terhadap akun twitter anonim yang kerap mengeluarkan kata-kata penghinaan bernada SARA` (Suku agama dan ras).

Tifatul menegaskan meskipun akun twitter anonim, jika kemudian meresahkan dapat diproses ke jalur hukum.

“Pada pinsipnya setiap pemilik akun bisa dikejar, diketahui posisinya di mana dan menggunakan apa,” katanya.

Berdasarkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) terdapat lima pelanggaran di dunia maya yang bisa dikenakan tuntutan hukum dan akun twitter anonim adalah salah satunya.

Hal pertama yakni pornografi, kedua judi, ketiga ancaman, keempat penipuan, dan kelima blasphemy atau penistaan terhadap agama.

Sesuai UU ITE perbuatan itu bisa dijerat ancaman hukuman tujuh sampai 12 tahun penjara.

Virus Worm Baru Serang Facebook dan Berhasil Mencuri 45.000 Password

Virus “cacing” menyerang jejaring sosial Facebook. Setidaknya 45.000 password pengguna jejaring sosial Facebook di Inggris dan Prancis telah tercuri. Pelaku pencurian password adalah bagian dari malware atau virus yang dijuluki Ramnit, yang telah beraksi sejak April 2010. Awalnya ia menyerang data perbankan.

Facebook menganggap ini masalah serius. Mereka menemukan “cacing” jenis terbaru melalui sistem portal pengaman virtual bernama Seculert.

“Kami menduga Ramnit menyerang melalui link yang ditujukan kepada korban pengguna,” kata Departemen Riset Seculert. Kalau link itu dikirim ke pengguna lainnya, serangan akan meluas.

Melalui blognya, Seculert mengingatkan pengguna untuk berhati-hati dalam memilih password yang digunakan di dunia virtual. “Kejahatan di dunia maya mengambil keuntungan dari orang-orang yang cenderung menggunakan password sama,” tulis blog tersebut.

Cacing yang sedang gencar menyerang jejaring sosial ini sebelumnya dikenal suka menyerang pengguna surat elektronik alias email. Data Seculert menyatakan sebanyak 800 ribu mesin terserang virus Ramnit sejak September hingga Desember 2011.

Menurut penyedia antivirus Symantec, pada Juni 2011 sebanyak 17,3 persen virus yang menginfeksi perangkat lunak berasal dari varian Ramnit. Nah, untuk mengantisipasinya, pengguna Facebook disarankan agar selalu mengaktifkan antivirus.

Menurut konsultan portal pengaman Sophos, George Cluley, masalahnya adalah akun Facebook yang terinfeksi sulit diketahui. “Kesulitan bagi pengguna Facebook adalah tidak adanya tanda peringatan jika password terserang virus,” kata Cluley.

Facebook Secara Resmi Akan Mengakhiri Dukungan Terhadap Internet Explorer Milik Microsoft

Pengguna Microsoft Internet Explorer 7 harus menelan kekecewaan. Sebuah fitur baru dari Facebook yang masih hangat, Timeline, ternyata tidak bisa dinikmati dari browser yang mereka pakai.

Facebook memutuskan untuk tidak memberikan dukungan Timeline-nya untuk IE7. Jadi ketika pengguna IE7 mengunjungi halaman profile Facebook-nya, ia malah dirujuk untuk beralih ke desain yang lama, alih-alih mendapatkan kesempatan mencicipi desain versi Timeline.

Entah apa alasan Facebook tidak memberikan dukungannya tersebut. Saat menjawab pertanyaan mengenai hal ini di halaman Help Center-nya, Facebook tidak menjabarkan alasannya, namun malah merekomendasikan user untuk memakai browser lain di luar IE7.

Ketidakharmonisan Facebook-Microsoft juga terjadi pada Agustus 2010 lalu. Kala itu Facebook mengumumkan rencana untuk mengakhiri support Facebook Chat pada IE6.

Dikutip Sociable, Senin (2/1/2012), tidak tertutup kemungkinan Facebook akan seluruhnya mengakhiri dukungannya pada browser yang berusia 5 tahun tersebut. Pukulan yang berat bagi Microsoft setelah sebelumnya Google juga menarik supportnya pada IE7 untuk layanan populer mereka seperti Gmail, Google Calendar dan Google Docs.

Market share IE7 secara global memang tengah mengalami penurunan. Browser Microsoft ini hanya mampu meraih share sekitar 4%, hanya 2,2% lebih banyak di atas IE6.

Steve Jobs Jilati Ludah Sendiri Dengan Mencontek Habis Habisan BlackBerry Dengan iMessage

Selama ini banyak orang berpikir bahwa kelebihan BlackBerry ketimbang smartphone lainnya adalah platform chat di BlackBerry Messenger yang eksklusif dan menyenangkan. Model interaksi di ruang chatting seperti itu kini juga bakal hadir secara eksklusif di produk perangkat mobile buatan Apple.

Dalam pembukaan World Wide Developers Conference (WWDC) 2011, di Moscone Center, San Francisco, California, AS, Senin (6/6/2011), ajang tahunan yang dihadiri ribuan para pengembang software, Apple mengumumkan kehadiran iMessage sebagai salah satu fitur baru dalam iOS 5. Layanan chat ini dapat dipakai untuk berkomunikasi antarpemilik iPhone, iPod Touch, dan iPad.

Seperti halnya BBM, iMessage bisa juga dipakai untuk chatting beramai-ramai alias group chatting dan ada notifikasi kalau ada pesan masuk, tanda kalau pesan telah terkirim dan diterima, serta tanda kalau lawan chat sedang mengetik. Layanan ini bisa digunakan baik lewat jaringan WiFi maupun jaringan seluler 3G. Tidak hanya untuk saling berkirim teks, tapi juga foto dan video.

Apple memang sering menjadi trendsetter produk maupun teknologi yang kemudian diikuti para kompetitornya. Namun, kali ini Steve Jobs kelihatannya harus berani menjilati ludahnya sendiri bahwa ia pun tidak mentabukan copycat dengan meniru kesuksesan BlackBerry Messenger meskipun saat peluncuran ia menyuruh bawahannya untuk presentasi sedangkan ia duduk menonton. Persaingan kedua platform bakal makin sengit.

Cara Memakai Facebook Chat Lewat BlackBerry, iPhone, Symbian, dan Android

Banyak yang bertanya tentang bagaimana cara buka Facebook Chat di handphone, kalo biasanya Facebook Chat hanya bisa dibuka di komputer/ PC sedangkan Facebook sendiri dapat dibuka secara mobile via handphone atau aplikasi lain di BlackBerry atau iPhone. Kali ini akan dibahas tentang aplikasi yang dapat digunakan untuk chatting khususnya Facebook Chat melalui BlackBerry.

Aplikasi bernama Palringo merupakan salah satu aplikasi instant messenger multiprotokol yang dapat digunakan untuk chatting via mobile atau via desktop dan menangani berbagai layanan instant messenger, tercatat ada sekitar 11 layanan mulai dari Yahoo!Messenger sampai dengan Facebook Chat termasuk Palringo Chat. Untuk instalasi aplikasi ini dapat digunakan untuk perangkat mobile dengan platform seperti Java, Windows Mobile, Symbian/ S60, Aplle iPhone/ iPod Touch, BlackBerry bahkan untuk Android. Untuk perangkat komputer/ PC tersedia juga untuk Windows PC dan Mac OS X, cukup lengkap kan? Jadi gak hanya menangani BlackBerry dan iPhone aja tetapi dapat juga untuk handphone Java atau Symbian.

Kali ini dibahas pemakaian untuk perangkat BlackBerry, untuk perangkat lain tidak berbeda jauh.

1. Pertama download aplikasi Palringo via browser PC di http://www.palringo.com/en/gb/download atau download OTA via perangkat Blackberry di alamat http://modept.mobi/download/palringo/app pilih jenis handphone dan tipe OS yang ada. Setelah terinstal buka aplikasi Palringo.

2. Pertama kali daftar dulu account Palringgo menggunakan alamat email, setelah aktif klik “Service” pada tulisan “Not Connected” klik dua kali untuk “Sign In” menggunakan account yang sudah dibuat tadi. Setelah tersambung dengan account Palringo, tambahkan account Chat/ IM dari layanan yang lain antara lain terdapat MSN/ Windows Live Messenger, Yahoo! Messenger, AIM/ AOL Instant Messenger, Tancent QQ, Gadu-Gadu, ICQ, XMPP/ Jabber, Facebook Chat,GTalk/ Google Talk, dan iChat.

3. Lalu, arahkan kursor pada account Palringo, klik logo BlackBerry di samping kiri trackball, klik “Service”, klik lagi “Add Service” sampai ditemukan logo layanan yang mau ditambahkan, kemudian isikan ID atau Username dan password-nya sampai terkoneksi, account layanan ini akan muncul di bawah account Palringo.

Di bagian atas layar ada dua menu, satu dengan logo Palringgo huruf “P” dan menu “Contacts”. Menu pertama untuk mengatur tentang “Service” atau layanan yang akan diaktifkan, “Active Chats” atau pesan yang masuk, “Location” untuk menunjukkan lokasi/ daerah kita Online dan menu “Help” untuk bantuan.

4. Untuk mengetahui teman yang sedang online atau bahkan yang offline, arahkan kursor trackball ke “Contacts”. Untuk Chat dengan teman ini cukup arahkan kursor ke nama teman terus klik trackball untuk “Private Chat” atau klik “properties” untuk melihat info tentang teman ini.

Yang unik dari Palringo adalah adanya “Location” yang menunjukkan lokasi pengguna, dapat diatur secara manual dengan menulis nama negara/ kota atau secara auto menggunakan GPS yang ada di BlackBerry atau diatur disable dan bahkan dapat diatur siapa aja yang dapat melihat data lokasi ini apakah semua orang atau tertentu aja.

Hub Aplikasi Baru Dari Yahoo Untuk Saingi BlackBerry Messenger

Meski sudah punya Yahoo Messenger yang sangat populer tak menghalangi Yahoo untuk membuat aplikasi instant messaging lain. Aplikasi chat baru tersebut adalah Hub, yang tampilannya mirip BlackBerry Messenger besutan Research In Motion (RIM).

Sebagai sebuah aplikasi untuk ngobrol, pengguna Hub dapat saling berkirim pesan dengan pengguna Hub lain di seluruh dunia dengan gratis. Yang istimewa dari Hub adalah pengguna Hub tetap dapat mengirim pesan kepada rekannya yang tidak menggunakan atau meng-install aplikasi Hub di telepon pintarnya.

Syaratnya, nomor telepon orang yang dituju sudah tersimpan di daftar kontak (phonebook). Si penerima pesan pun dapat membalas pesan tersebut lewat layanan SMS, tetapi dikenai biaya oleh operator.

Fitur ‘balas pesan’ via SMS ini nantinya hanya bisa untuk pengguna Hub di Kanada, Indonesia, India, Kuwait, Malaysia, Filipina, Pakistan, Thailand, Amerika Serikat dan Vietnam.

Fitur Hub lainnya meliputi group messaging, mampu melihat dan menambahkan partisipan ke dalam thread, berbagi daftar kontak, serta notifikasi.

Untuk sementara, aplikasi Hub yang masih berstatus Beta ini hanya tersedia untuk pengguna ponsel pintar Android 2.1 Eclair atau versi di atasnya. Sayangnya, saat ini aplikasi Hub hanya bisa digunakan oleh pengguna di Amerika Serikat.

Facebook Messenger Diluncurkan Siap Saingi YM dan Live Messenger

Setelah meluncurkan aplikasi Facebook Chat untuk perangkat ponsel pintar, secara diam-diam Facebook kini tengah menguji coba fitur Facebook Messenger berbasis Windows. Aplikasi ini nantinya akan memudahkan pengguna untuk chatting dengan teman Facebook di komputer tanpa perlu membuka browser dan membuka situs Facebook.com.

Seperti dikutip dari TechCrunch, informasi ini “dibocorkan” oleh sebuah blog TechIT di Israel yang memberikan penjelasan mengenai metode chatting dengan beberapa orang di komputer tanpa perlu membuka browser dan situs Facebook. Uji coba ini ternyata sudah dilakukan sejak sebulan lalu.

Aplikasi ini akan menyasar pengguna Facebook di personal computer (PC) atau laptop. Sementara itu, aplikasi Facebook Chat hanya menyasar kalangan yang memiliki ponsel pintar.

Sebenarnya sudah banyak aplikasi dari pihak ketiga yang sudah menerapkan fitur seperti ini. Kebanyakan mereka adalah perusahaan layanan penyedia messenger seperti Digsby, Trillian, atau Instant Messenger. Perusahaan tersebut juga bisa terhubung dengan Facebook berkat aplikasi Facebook Chat.

Selain mendukung untuk chatting, aplikasi Facebook Messenger juga dapat digunakan untuk melihat notification, permintaan teman baru, bahkan masih bisa melihat update status ataupun aktivitas teman kita di Facebook. Jika teman tidak sedang online, kita juga bisa memberikan pesan secara offline.

Jika memang bisa diluncurkan, maka fitur ini berpotensi menyaingi Yahoo Messenger dan Windows Live Messenger.

Saat diuji coba, disebutkan bahwa fitur ini sudah berjalan baik, sama seperti chatting di Facebook. Daftar teman yang online pun juga bisa ditampilkan di bagian bawah. Sementara itu, fitur chatting-nya akan muncul di bagian tersendiri, yang muncul berupa tab-tab teman di bagian bawah.

Meski aplikasi ini belum resmi diluncurkan, di situs resmi Facebook ini sudah dipajang informasi soal messenger tersebut. Bahkan, instalasi file-nya sudah beredar di internet. Bagi Anda yang sudah tak sabar dan ingin mencobanya, silakan unduh instalasi file di link berikut ini.

Aplikasi ini dikembangkan sendiri oleh Facebook dan belum mendapat dukungan dari Microsoft, yang juga menjadi investor besar di Facebook. Belum secara jelas apakah Facebook akan menawarkan aplikasi ini ke Microsoft, termasuk dukungan ke Windows 7 atau mungkin jika berpindah ke Windows 8. Namun, Facebook menjanjikan kalau aplikasi ini berjalan mulus di Windows, maka akan ditawarkan juga ke Mac dan Linux.