Category Archives: Security Tools

Virus Flame yang Lebih Canggih Dari Stuxnet Serang Instalasi Nuklir Iran dan Israel

Sebuah virus komputer baru yang disebut-sebut paling canggih ditemukan. Virus yang dijuluki Flame ini dilaporkan ditujukan untuk menyerang Iran dan beberapa negara di Timur Tengah.

Terlacak oleh vendor anti virus Kaspersky, virus ini dinyatakan sangat rumit, 20 kali lipat lebih powerful dibanding program cyberwarfare lain yang telah terdeteksi. Termasuk Stuxnet, virus yang pernah bikin heboh karena menyerang fasilitas nuklir Iran.

Karenanya, virus ini hampir dapat dipastikan dibuat pemerintah sebuah negara. Iran sendiri berulangkali menuduh negara barat dan Israel membuat program jahat untuk menyerang mereka. Selain Stuxnet, program jahat lain yang pernah menerjang Iran adalah Duqu.

Flame punya kemampuan canggih. Seperti mengumpulkan data rahasia, mengubah setting komputer secara remote, menghidupkan mikrofon komputer untuk merekam pembicaraan, mengambil screenshot dan mengkopi pembicaraan di instant messaging.

Kapsersky sendiri minta bantuan untuk memahami virus ini. Mereka mengatakan kode virus 20 kali lipat ukuran kebanyakan software program jahat. Virus ini sejatinya sudah beredar sejak 5 tahun lampau dan menginfeksi komputer di Iran, Israel, Sudan, Syria, Libanon, Arab Saudi serta Mesir.

“Jika Flame tidak ditemukan selama lima tahun, kesimpulan logisnya adalah ada operasi lain yang sedang berlangsung yang tidak kami ketahui,” kata Roel Schouwenberg, periset sekuriti senior Kaspersky.

Profesor Alan Woodward dari jurusan ilmu komputer University of Surrey membenarkan kerumitan virus Flame. Program jahat ini bisa menggaet informasi dengan mengkopi ketikan di keyboard dan suara orang di sekitar.

“Virus ini tidak dibuat oleh remaja di kamarnya. Virus ini besar, kompleks dan ditujukan untuk mencuri data sambil tetap tersembunyi dalam waktu lama,” jelasnya dikutip dari Telegraph, Selasa (29/5/2012).

Symantec: Situs Porno Kini Tidak Lagi Menjadi Penyebar Virus dan Malware

Situs porno kini bukan lagi tempat yang potensial menyebarkan virus.

Menurut laporan perusahaan antivirus, Symantec, laman ”bokep” hanya menyumbang dua persen dari persebaran virus di dunia maya. Penularan virus terbanyak, yakni 20 persen, ternyata berasal dari blog.

Temuan ini juga menempatkan situs porno dalam urutan kesepuluh sebagai layanan paling berisiko dalam persebaran virus.

“Ini mengubah pandangan selama ini bahwa situs porno identik dengan infeksi virus,” tulis Symantec dalam laporan tahunannya, seperti dikutip Dailymail, Jumat, 25 Mei 2012.

Sekarang ini, upaya memasukkan software jahat ke suatu perangkat justru dilakukan melalui website yang seolah-olah “bersih”. Misalnya blog dan situs iklan.

Sepanjang tahun 2011, Symantec menyatakan telah memblokir lebih dari 5,5 juta serangan malware. “Serangan berbasis Web saat ini diperkirakan sebanyak 4.500 serangan baru setiap hari,” tulis Symantec.

Jumlah virus baru, worm dan trojan juga meningkat dengan 403 juta varian baru dari malware yang ditemukan pada 2011.

Kaspersky Keluarkan Software Keamanan Terbaru Untuk Virtualisasi Yaitu Kaspersky Security for Virtualization

Perusahaan antivirus Kaspersky Lab memperkenalkan aplikasi keamanan untuk melindungi sistem virtualisasi perusahaan dari serangan malware atau kejahatan dunia maya lainnya.

Menurut Director Corporate Sales Kaspersky Lab APAC, Gun Suk Ling, sistem virtualisasi kian menjadi pilihan banyak perusahaan di Indonesia. Meskipun tidak menyebut angka, Gun mengungkapkan Indonesia menjadi pasar yang potensial bagi pertumbuhan virtualisasi.

“Dibanding Malaysia atau Singapura, potensi virtualisasi di Indonesia masih besar,” katanya saat peluncuran Kaspersky Security for Virtualization di Jakarta, Selasa, 17 April 2012.

Virtualisasi yang tidak dilengkapi dengan konten keamanan, kata Gun, akan menjadi pintu masuk yang mudah bagi penjahat dunia maya.

Sayangnya, kata Gun, pertumbuhan penggunaan virtualisasi itu tidak diiringi dengan sistem keamanan. Solusi keamanan tidak tumbuh secepat pertumbuhan virtualisasi.

Padahal, Kaspersky mencatat ancaman malware pada lingkungan virtual semakin intensif. Dari yang semula hanya satu ancaman per menit menjadi satu ancaman per detik.

Kaspersky Security for Virtualization atau bisa disingkat dengan KSV merupakan aplikasi keamanan yang terintegrasi dengan VMWare vShield Endpoint yang memberikan keamanan anti-malware.

KSV diklaim dapat diterapkan secara ringkas, cukup dengan satu platform tunggal bisa diterapkan ke lingkungan virtual, fisik dan perangkat mobile. “Cukup one single console,” kata Suk Ling.

KSV dikelola dengan menggunakan konsol manajemen universal dari Kaspersky, yakni Kaspersky Security Center.

Dengan konsol manajemen yang sama dengan aplikasi keamanan endpoint Kaspersky yang lain, aplikasi keamanan bisa digunakan baik untuk lingkungan fisik maupun virtual.

Gun mengatakan aplikasi keamanan ini dapat digunakan dalam berbagai lingkungan virtual, seperti data center virtual, server virtual, maupun desktop.

Adapun untuk perangkat mobile, kecuali sistem operasi iOS, KSV bisa diterapkan pada berbagai macam sistem operasi seperti BlackBerry, Android, Windows Mobile dan Symbian. “iOS tidak bisa karena sistemnya diproteksi,” katanya.

Suk Ling mengatakan KSV lebih banyak menyasar segmen korporasi, terutama industri otomotif, manufaktur, telekomunikasi, dan perbankan. Kaspersky Security for Virtualization ini dijual dengan harga US$ 110 untuk satu server per tahun.

Kaspersky: Waspadai Militerisasi Internet dan Dunia Maya

Jagat Internet kini disinyalir sedang menuju zona perang. Seperti halnya di dunia nyata, aksi militer juga sedang terjadi di dunia maya.

Kegusaran ini diungkapkan pendiri dan Chief Executive Officer Kaspersky Lab, Eugene Kaspersky, dalam forum Infosecurity Europe 2012 dengan tema “The Internet as a Military-Free Zone: a Dream or an Opportunity.”

“Peningkatan militerisasi Internet semakin mencemaskan,” kata Eugene dalam forum yang digelar di Business Strategy Theatre, London, Kamis, 26 April lalu.

Maksud Eugene, tindakan militer konvensional kini dengan cepat berpindah ke dunia online. Gejala ini, kata dia, bisa memicu perang cyber besar-besaran jika tidak diterapkan kebijakan kontrol senjata. “Yang terjadi adalah seperti pertarungan senjata nuklir,” katanya.

Eugene, yang pernah dinobatkan sebagai salah satu InfoSecurity Europe Hall of Fame di tahun 2010, juga menjelaskan dampak dari program malware yang dibiayai negara seperti Stuxnet dan Duqu serta apa yang bisa diharapkan dari Internet sebagai Zona Bebas-Militer. Apakah itu hanya sebatas impian atau merupakan kesempatan.

Menurut dia, dengan ancaman keamanan TI yang terus meningkat, InfoSecurity menjadi salah satu pertemuan yang penting untuk dicermati. Forum ini, kata dia menjadi ajang tukar pikiran antara berbagai ahli keamanan informasi yang paling berpengaruh di dunia. “Ini kesempatan untuk menciptakan lingkungan online yang lebih aman untuk berbagai organisasi,” katanya.

Selain Eugene Kaspersky, yang menggeluti dunia cyber warfare dan cyber terrorism selama lebih dari 20 tahun, hadir juga dalam forum ini pakar virtualisasi Peter Beardmore dari Amerika, David Jacoby, peneliti keamanan senior Kaspersky Lab dan anggota GreAT atau Global Research & Analysis Team dari Swiss. da pula peneliti keamanan senior dan anggota GreAT lainnya, David Emm, yang membahas ancaman TI dan pencurian identitas.

Acara Infosecurity Europe 2012 berlangsung pekan lalu, 24–26 April di Earls Court, London. Kaspersky Lab memperkenalkan Kaspersky Security for Virtualization dan menghadirkan seluruh solusi software keamanan bisnis yang mereka miliki.

Daftar 23 Antivirus Terbaik Untuk Android

Pengujian ulang terhadap 41 aplikasi anti-virus di platform Android menunjukkan hanya 23 aplikasi yang secara efektif menghambat laju ancaman virus ataupun perangkat lunak berbahaya (malware).

“Beberapa bagian dalam laporan dan metodologi tes kami dianggap tidak tepat atau cacat oleh pihak pengembang,” kata Andreas Marx, Pemimpin AV-Test–salah satu lembaga penguji keamanan teknologi informasi independen di Jerman.

Pengujian yang dilakukan AV-Test terfokus pada kemampuan aplikasi untuk menahan jaringan malware dibanding serangan per satuan.

Dalam laporan yang dipublikasikan 15 Maret, AV-Test menyebut 10 perusahaan penyedia antivirus terbaik yang mampu mendeteksi lebih 90 persen malware di platform Android.

Kesepuluh perusahaan itu adalah Avast, Dr. Web, F-Secure, Ikarus, Kaspersky, Lookout, McAfee, MYAndroid (MYMobile Security), NQ Mobile/NetQin, dan Zoner.

Sisanya, sebanyak 13 produk mampu mendeteksi 65 hingga 90 persen malware yaitu AegisLab, AVG Mobilation, Bitdefender, BullGuard, Comodo, ESET, Norton/Symantec, QuickHeal, Super Security, Total Defense, Trend Micro, Vipre/GFI, dan Webroot.

“Produk-produk itu (13 produk di atas) berpotensi menjadi produk terbaik. Mereka hanya gagal mendeteksi satu atau dua jaringa malware yang mungkin tidak bisa dicegah pada kondisi tertentu,” tulis AV-Test dalam laporannya.

Virus Worm Baru Serang Facebook dan Berhasil Mencuri 45.000 Password

Virus “cacing” menyerang jejaring sosial Facebook. Setidaknya 45.000 password pengguna jejaring sosial Facebook di Inggris dan Prancis telah tercuri. Pelaku pencurian password adalah bagian dari malware atau virus yang dijuluki Ramnit, yang telah beraksi sejak April 2010. Awalnya ia menyerang data perbankan.

Facebook menganggap ini masalah serius. Mereka menemukan “cacing” jenis terbaru melalui sistem portal pengaman virtual bernama Seculert.

“Kami menduga Ramnit menyerang melalui link yang ditujukan kepada korban pengguna,” kata Departemen Riset Seculert. Kalau link itu dikirim ke pengguna lainnya, serangan akan meluas.

Melalui blognya, Seculert mengingatkan pengguna untuk berhati-hati dalam memilih password yang digunakan di dunia virtual. “Kejahatan di dunia maya mengambil keuntungan dari orang-orang yang cenderung menggunakan password sama,” tulis blog tersebut.

Cacing yang sedang gencar menyerang jejaring sosial ini sebelumnya dikenal suka menyerang pengguna surat elektronik alias email. Data Seculert menyatakan sebanyak 800 ribu mesin terserang virus Ramnit sejak September hingga Desember 2011.

Menurut penyedia antivirus Symantec, pada Juni 2011 sebanyak 17,3 persen virus yang menginfeksi perangkat lunak berasal dari varian Ramnit. Nah, untuk mengantisipasinya, pengguna Facebook disarankan agar selalu mengaktifkan antivirus.

Menurut konsultan portal pengaman Sophos, George Cluley, masalahnya adalah akun Facebook yang terinfeksi sulit diketahui. “Kesulitan bagi pengguna Facebook adalah tidak adanya tanda peringatan jika password terserang virus,” kata Cluley.

Virus Jenis Baru Mulai Menyebar Lewat Facebook Chat

Jangan sekali-sekali menge-klik link yang dikirim teman lewat layanan Facebook Chat jika belum jelas sumbernya. Bisa jadi, link tersebut adalah jebakan virus yang disebar lewat akun teman yang sudah dibajak. Sekali terjebak, Anda kesulitan untuk mengatasinya.

Kenapa patut diwaspadai? Pembuat virus ini rupanya tahu kelemahan Facebook sehingga membuat jebakan bukan lewat aplikasi sehingga sulit diblokir administrator Facebook. Menurut laporan Vaksincom, serangan ini menyebar sejak pertengahan Agustus 2011. Hingga saat ini banyak pengguna komputer yang sudah terinfeksi oleh serangan jenis worm/rootkit yang dikenal dengan nama W32/Kolab.xx oleh Norman Security Suite. Virus ini juga disebut Click1.

Tercatat, sudah puluhan varian sejak Agustus yang disebarkan oleh pembuat virus ini. Hebatnya, pada saat awal kemunculannya selama 2 minggu pertama mayoritas antivirus bahkan tidak dapat mendeteksi worm/rootkit tersebut sampai dengan awal September 2011.

Kolab disebarkan lewat layanan Facebook Chat. Umumnya hanya pesan singkat, misalnya iming-iming video lucu atau video porno disertai link-nya. Begitu link tersebut di-klik, komputer akan mengunduh file virus secara otomatis yang akun Facebook terbajak.

Namun, hebatnya akun Facebook yang menjadi korban tidak akan mengalami perubahan apapun. Pembuat virus akan memanfaatkan akun-akun tersebut untuk menyebarkan lebih banyak link jebakan ke jaringan pertemanan tersebut. Hebatnya, saat akun korban mengirim link jebakan secara otomatis, tidak muncul jendela poup sehingga pengguan facebook tak sadar akunnya sedang dimanfaatkan.

Masih Sulit Dibasmi

Satu-satunya cara efektif menghadapi serangan semacam ini adalah dengan mengantisipasi sejak awal. Layaknya situs phising, jangan mudah tergoda untuk membuka link yang dikirimkan orang lain meski dengan iming-iming menarik. Apalagi serangan macam Kolab termasuk jenis serangan yang sulit dibasmi. Vaksincom bahkan masih belum menemukan cara efektiof membasminya.

“Vaksinis sedang melakukan test ekstensif pada virus ini di laboratorium virus Vaksincom. Nantikan artikel berikut yang akan menggali lebih dalam tentang virus ini serta cara membasminya,” tulis Ad Sap, dari Vaksincom dalam emailnya, Jumat (9/9/2011).

Kolab/Click1 tidak berjalan pada proses Windows sehingga sulit menemukan dan mematikan keberadaan worm/rootkit ini. Tetapi, worm ini justru mendompleng atau menumpang pada file Svchost.exe milik Windows, sehingga Anda akan sulit mematikannya. Jika Anda memaksa mematikan file Svchost.exe, komputer akan mengalami blue screen of death/BSOD. Termasuk jika Anda mencoba melakukan scan menggunakan tools tertentu seperti GMER, tools yang biasa digunakan untuk mendeteksi rootkit.

Walaupun tidak berjalan pada proses atau services Windows, Kolab/Click1 memanfaatkan file Svchost.exe Windows, untuk melakukan broadcast pada IP-IP tertentu. Agar dapat berjalan bebas tanpa hambatan, Kolab/Click1 mendaftarkan programnya pada Windows Firewall, sehingga diperbolehkan untuk melakukan koneksi dan broadcast.

Nah, sebelum Anda terjebak, catat tips hindari Kolab/Click1. Berikut beberapa tips bagi Anda jika tidak ingin terinfeksi dan menjadi korban dari worm/rootkit ini:

1. Hindari melakukan klik pada link yang dikirim pada Anda, baik melalui pesan chat FB atau status.

2. Beritahukan pada teman Anda, bahwa komputer tersebut telah terinfeksi virus, dan segera lakukan update dan scan komputer dengan antivirus yang terupdate.

3. Jangan melakukan copy link atau melakukan pemberitahuan disertai link tersebut, karena dengan begitu Anda justru ikut menyebarkan link yang mengandung virus tersebut.

4. Jangan meninggalkan FB Anda dalam keadaan aktif/login, sebaiknya Anda logout dahulu hingga Anda kembali.

5. Gunakan Secure HTTP / HTTPS pada saat Login FB, hal ini agar FB Anda tidak mudah diakses oleh orang lain disekitar Anda.

Daftar 25 Password Yang Paling Sering Digunakan Oleh Pengguna Internet Tahun 2011

Menggunakan kata “password” sebagai kata sandi komputer adalah pilihan yang buruk, kecuali jika kamu menginginkan datamu menjadi sasaran empuk para peretas.

Kata sandi “password” berada di urutan pertama dalam daftar kata sandi terburuk yang dikeluarkan penyedia aplikasi SplashData setiap tahunnya (termasuk kata “Passw0rd,” dengan angka nol yang berada di peringkat 18). Pemilihan kata sandi terburuk itu berdasarkan kebiasaan pengguna menggunakan kata sandi tersebut.

Daftar itu berisikan kata sandi yang mudah ditebak seperti urutan nomor yang berdekatan atau selara dengan huruf pada keyboard (“qwerty” dan “123456″) serta nama-nama umum seperti “Ashley” dan “michael”. Pilihan umum lainnya seperti “monkey” dan “shadow”.

Sama seperti beberapa laman Internet yang mewajibkan pengguna memasukan campuran angka dan huruf dalam kata sandi, masuk akal bilan pilihan bervariasi, seperti “ABC123″ dan “trustno1″ adalah pilihan populer.

SplashData membuat rangking berdasarkan jutaan kata sandi yang tercuri dan dipasang online oleh peretas. Berikut adalah daftar tersebut :

1. password
2. 123456
3.12345678
4. qwerty
5. abc123
6. monkey
7. 1234567
8. letmein
9. trustno1
10. dragon
11. baseball
12. 111111
13. iloveyou
14. master
15. sunshine
16. ashley
17. bailey
18. passw0rd
19. shadow
20. 123123
21. 654321
22. superman
23. qazwsx
24. michael
25. football

Kepala Eksekuitf SplashData Morgan Slain mendesak para pengusaha dan konsumen yang menggunakan kata sandi dalam daftar di atas untuk mengubahnya segera.

“Para peretas dapat dengan mudah membobol akun pengguna hanya dengan berulang kali mencoba kata sandi umum,”kata Slain.”Meskipuan ada beberapa orang memilih kata sandi yang aman dan kuat, banyak orang yang memilih kata sandi yang lemah, mudah ditebak dan rawan ditipu serta dicuri identitasnya.”

SplashData memberikan beberapa tips untuk memilih kata sandi yang aman :

Variasikan jenis karakter kata sandi anda, termasuk angka, huruf dan karakter khusus.
Pilih kata sandi dengan delapan karakter atau lebih. Pisahkan kata-kata singkat dengan spasi atau garis bawah.
Jangan menggunakan kata sandi yang sama dan kombinasi nama pengguna untuk beberapa situs Web. Gunakan kata sandi manager online untuk melacak akun yang berbeda

Sistem Operasi Machintosh Kini Bertambah Buruk dan Menjadi Bulan Bulanan Virus Trojan

Sejumlah virus baru menyerang sistem operasi Mac. Ancaman berbentuk Trojan itu telah terdeteksi oleh antivirus ESET baru-baru ini. Trojan pertama adalah OSX/Revir.A dan OSX/Imuler.A. Keduanya menarik karena tampil dalam bentuk file PDF.

Target mereka adalah komputer Macintosh berbahasa mandarin. File pdf pada Trojan memuat tulisan bernuansa politik, terkait sengketa wilayah Kepulauan Diayou antara Cina dan Jepang.

Modus Trojan anyar itu adalah menginstal dirinya sendiri ketika korban memusatkan perhatian pada file PDF yang berisi soal sengketa itu.

Yudhi Kukuh, Technical Consultant dari ESET Indonesia, mengatakan Trojan yang tampil sebagai PDF adalah modus umum pada sistem operasi Windows. “Biasanya akan terlihat sebagai .pdf.exe. Dengan file extension ganda akan membuatnya menjadi semakin lihai bersembunyi,” ujar dia.

Namun, pada komputer Mac, serangan seperti itu terbilang baru. “Para pengguna Mac harus selalu waspada dengan kehadiran file berwujud PDF karena muatannya akan berbeda dengan PDF pada umumnya,” kata Yudhi kepada Tempo, kemarin.

Pada saat pengguna Mac berbahasa Mandarin sibuk mengurus Trojan OSX/Revir.A dan OSX/Imuler.A, beberapa hari kemudian telah muncul ancaman lain pada komputer Apple berbasis Mac OS X Lion (10.7). Virus itu teridentifikasi sebagai OSX/Flashback.A. Ia pun tergolong Trojan.

Modus OSX/Flashback.A adalah menginstal dirinya melalui installer Adobe Flash palsu yang terunduh dari situs Internet atau situs yang khusus mendistribusikan aplikasi Mac.

Flashback akan menyerang pengguna yang sering menggunakan situs jejaring sosial untuk menarik pengguna tersebut agar men-download dan akhirnya ia akan terinstal. Ia akan meminta korban menyaksikan konten tertentu. Lalu korban harus memilih untuk menginstal Flash Player.

Fitur Fitur Baru Yang Canggih Dari Kaspersky Internet Security 2012 Yang Cocok Juga Untuk Online Gamer

Jika Anda ingin melindungi komputer dan keluarga dari kejahatan dunia maya, pastikan di dalam komputer Anda terpasang program pengaman Internet. Tak perlu bingung, kini banyak pilihan program jenis tersebut di pasaran dengan keunggulan dan kekurangannya masing-masing.

Salah satu produk yang menyuguhkan paket cukup komplet dan menyeluruh untuk pengamanan jaringan Internet Anda dari serangan virus ataupun program jahat adalah Kaspersky Internet Security 2012. Dalam versi terbaru ini, dihadirkan beberapa fungsi baru dan unik.

Tempo kali ini mencoba menilik kinerja produk Kaspersky Internet Security 2012 versi final. Bila Anda adalah pengguna Kaspersky Internet Security versi sebelumnya, pasti Anda akan melihat perubahan pada tampilan antarmuka.

Sebagai pengganti pilihan menu di bagian kiri, menu Kaspersky Internet Security 2012 tersebut diletakkan di bagian bawah dengan ikon besar. Meski tampilannya berbeda, kemampuannya menangkal serangan virus dan program jahat tetap tangguh.

Kaspersky Internet Security 2012 mudah digunakan. Proses instalasinya pun cukup sederhana. Bahkan ketika program ini sudah terpasang, tak perlu me-restart komputer kembali.

Ketika program dijalankan, semua informasi yang dibutuhkan akan ditampilkan, seperti status proteksi, jenis virus terbaru, masa berlaku lisensi, dan informasi lainnya yang bisa ditampilkan dengan menggerakkan toolbar.

Tampilan antarmuka antivirus ini cukup sederhana dan informatif. Bahkan pengguna awam sekalipun dapat mengoperasikannya tanpa kesulitan. Ketika sistem berada pada mode standby, Kaspersky Internet Security 2012 aktif secara otomatis.

Kaspersky Internet Security 2012 juga dilengkapi beberapa perangkat anti-spyware dan malware. Ketika Tempo mencobanya, program ini mampu menangkal serangan komputer, seperti virus, spam e-mail, bot, trojans, worms, dan root kits.

Selain itu, terdapat dua fitur cukup tangguh yang dapat membuat komputer Anda aman, yakni Kaspersky Surf Safe dan Safe Desktop. Kedua program ini berjalan terpisah. Berkat keduanya, semua aplikasi yang digunakan selalu terpantau.

Kaspersky Internet Security 2012 juga bisa digunakan dengan firewall. Setiap port akan terjaga dari serangan virus dan program jahat dari luar sistem. Port Wi-Fi dan VPN juga terjamin dari serangan.

Biasanya penggila game online akan melepas firewall saat bermain. Akibatnya, sistem sangat rentan terhadap serangan program jahat. Kaspersky Internet Security 2012 memungkinkan gamers bermain dengan firewall terpasang layaknya tanpa firewall. Dengan begitu, Anda dapat tetap bermain game dan komputer tetap terproteksi.

Hal sama juga dilakukan Kaspersky Internet Security 2012 saat Anda menonton video atau film streaming dari YouTube, misalnya. Meski banyak program jahat yang mencoba menyerang, komputer Anda akan tetap aman dan terjaga.

Ada satu fitur menarik dari Kaspersky Internet Security 2012, yakni Parental Control. Fitur ini dapat menjaga keluarga Anda dari kejahatan dunia maya dan kecanduan Internet bagi anak-anak.

Berkat Parental Control, waktu anak-anak berada di depan komputer saat meramban Internet dapat dibatasi. Waktu penggunaan Internet juga bisa diatur. Fitur ini dilengkapi password sehingga hanya Anda yang bisa mengubahnya.

Situs apa saja yang dikunjungi anak-anak juga bisa diketahui berkat fitur ini. Selain itu, terdapat layanan khusus untuk memblokir kemungkinan anak-anak memberikan informasi pribadi, seperti alamat rumah atau nomor telepon, ke jaringan Internet.

Jika memasukkan data-data penting tersebut, Kaspersky Internet Security 2012 akan langsung memblokir data tersebut agar tidak terkirim keluar. Fitur Parental Control juga bisa mencegah anak-anak mengunjungi situs khusus orang dewasa.

Kemudahan pengoperasian dan kemampuannya menangkal berbagai bentuk virus dan program jahat membuat Kaspersky Internet Security 2012 patut dijadikan sebagai penjaga komputer Anda. Apalagi program ini tak mempengaruhi kinerja komputer Anda meski sedang diaktifkan.

Selain itu, fitur Parental Control, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan di rumah, dipastikan dapat melindungi seluruh anggota keluarga dari serangan kejahatan dunia maya.