Category Archives: Privacy

Undang Undang Privasi Baru Yang Bertujuan Untuk Melupakan Orang Di Internet Disetujui Di Eropa

Uni Eropa telah mengkonfirmasi bahwa ia akan berusaha untuk mengajukan ‘hak untuk dilupakan’ secara online dalam hukum.

Komisioner Vivian Reding menegaskan bahwa dia akan berupaya menjadikannya undang-undang, menyusul peringatannya ke Facebook tahun lalu bahwa ia tidak puas dengan perubahan pengaturan privasi jaringan sosial itu.

Dalam pidato kepada parlemen Eropa, Reding mengatakan bahwa “Sebuah perusahaan jaringan sosial berbasis di AS yang memiliki jutaan pengguna aktif di Eropa perlu mematuhi aturan Uni Eropa.”

Proposal itu akan diresmikan pada musim semi untuk memaksa Facebook dan jaringan sosial lainnya untuk membuat pengaturan privasi data yang ketat untuk pengguna, dan untuk memberi mereka kontrol atas informasi mereka sendiri.

“Saya ingin secara eksplisit menjelaskan bahwa orang berhak – dan tidak hanya mungkin – untuk menarik persetujuan mereka terhadap pengolahan data,” kata Reding.

“Beban pembuktian harus pada kontroler data – mereka yang memproses data pribadi Anda. Mereka harus membuktikan bahwa mereka perlu menyimpan data, bukan individu yang harus membuktikan bahwa pengumpulan data mereka tidak perlu.”

Badan privasi nasional, seperti Komisi Informasi Inggris, akan mendapatkan wewenang untuk memeriksa dan mengadili perusahaan potensial dengan layanan ditujukan pada konsumen Uni Eropa.

Uni Eropa percaya bahwa situs dengan server mereka yang berbasis di luar Eropa tidak mematuhi undang-undang Uni Eropa. Facebook, meski demikian, percaya bahwa mereka sudah melakukannya.

Berdasarkan undang-undang baru, pengguna bisa menuntut website karena menyerang privasi mereka dan akan memiliki hak untuk sepenuhnya “dilupakan” secara online.

Hak privasi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi warga yang berbagi data pribadi itu diyakini akan memungkinkan orang untuk mencegah “keteledoran” yang membahayakan pekerjaan atau prospek kerja di masa depan.

Ditujukan khususnya pada pengguna jaringan sosial seperti Facebook dan situs besar seperti Google, langkah itu menandai satu lagi langkah pertempuran yang berlangsung antara komisaris informasi dan situs besar.

Google khususnya baru-baru ini telah dikritik oleh kelompok-kelompok privasi seluruh dunia karena mengumpulkan data Wi-Fi saat memetakan jalan untuk layanan Street View.

Aturan Uni Eropa yang diusulkan itu telah diluncurkan pada bulan November dan disebut “Sebuah pendekatan yang komprehensif tentang perlindungan data pribadi di Uni Eropa”.

Diam Diam Apple Ternyata Menjual Informasi dan Kebiasaan Pengguna iPhone dan iPad Pada Pihak Ketiga

Dua kelompok pengguna iPhone dan iPad mengajukan gugatan hukum ke Apple Inc terkait dengan sejumlah aplikasi yang memberikan informasi pribadi ke pengiklan pihak ketiga tanpa persetujuan dari user bersangkutan.

Dilansir Reuters, Kamis (30/12/2010), dalam gugatan class action yang diajukan ke pengadilan federal di California, para penggugat mencari cara melarang aplikasi memberikan informasi ke para pengguna tanpa persetujuan ataupun kompensasi berupa uang.

Selain Apple, nama-nama lain yang masuk ke daftar tergugat adalah sejumlah aplikasi antara lain Textplus4, Paper Toss, Weather Channel, Dictionary.com, Talking Tom Cat, dan Pumpkin Maker, dan diajukan pada 23 Desember.

Selain itu, kelompok ini juga akan mengajukan gugatan ke Google terkait platform Android. “Kami sedang mempertimbangkan melakukan gugatan ini,” ujar Majed Nachawati, dari firma hukum Fears & Nachawati, yang menjadi penasihat hukum para penggugat.

Munculnya kekhawatiran ini terutama terkait masalah kerahasiaan pengguna setelah sejumlah ponsel pintar menggunakan beragam aplikasi dan juga maraknya penggunaan situs jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook.

AT & T Usut Pelanggaran Privasi Pengguna iPad

AT & T Inc pada Minggu mengatakan akan bekerja sama dengan penegak hukum dalam setiap investigasi terhadap pelanggaran keamanan pada iPad Apple yang mengekspos informasi pribadi pelanggan perusahaan komunikasi itu.

AT & T dalam sebuah surat kepada pelanggan mengatakan akan “mengadili pelanggar dengan hukum sepenuhnya.” Pekan lalu, Federal Bureau of Investigation (FBI) membuka penyelidikan atas pelanggaran keamanan.

Pelanggaran itu pertama dilaporkan oleh website Gawker lantaran sebuah grup yang menyebut dirinya Goatse Security meretas ke dalam data pengguna iPad pelanggan AT&T dan mendapatkan sebuah daftar alamat email termasuk selebiritis, kepala eksekutif, dan para politikus.

AT&T yang memiliki hak khusus di AS untuk iPad dan ponsel pintar populer iPhone telah menyadari adanya pelanggaran keamanan, tetapi perusahaan itu mengatakan kebocoran sudah diperbaiki dan hanya alamat email yang terekspos perentas yang mengidentifikasi kelemahan keamanan.

“Password Anda, informasi account, isi email anda, dan informasi pribadi lainnya tidak akan bermasalah. Peretas tidak bisa mengakses komunikasi atau jaringan data AT & T, atau iPad Anda. Layanan 3G AT&T untuk perangkat ponsel lainnya tidak terpengaruh,” kata AT & T dikutip Reuters.

Mark Zuckerberg: Orang Tak Butuh Privasi Serba Rahasia Kecuali Orang Yang Gemar Mengontrol Orang Lain

Kritikan berbagai pihak soal kebijakan pengaturan privasi yang mencla-mencle, membingungkan, dan terus berubah di Facebook ditanggapi langsung sang CEO Mark Zuckerberg. Ia mengatakan, semua yang dilakukan Facebook saat ini demi mengikuti kebutuhan orang di era internet yang terbuka.

“Cara orang berpikir soal privasi sedikit mengalami perubahan. Yang dibutuhkan kebanyakan orang bukan lagi privasi yang komplit. Bukan serba rahasia yang mereka inginkan. Mereka hanya butuh mengontrol apa saja yang bisa dibagi dan apa yang tidak,” ujar Mark Zuckerberg dalam wawancara dengan Time yang dilansir situs Telegraph, Jumat (21/5/2010).

Ia mengatakan bentuk transformasi paling besar yang terjadi pada generasi saat ini adalah semakin banyak informasi yang dibagikan kepada publik. Menurut pandangannya, perubahan kebutuhan berbagi tersebut malah sedang dimulai dan Facebook berusaha melayaninya.

“Bagian penting yang sedang kami lakukan adalah menyiapkan apa yang diperlukan orang di masa depan dan menyediakan sarana untuk menggunakannya,” ujar Zuckerberg. Ia mengaku tak khawatir dengan keresahan jutaan orang yang mengeluh dengan pengaturan privasi di Facebook untuk saat ini.

Beberapa kali pengaturan privasi di Facebook dikeluhkan karena sering berubah dan membingungkan. Facebook juga menerapkan pengaturan privasi opt-out, di mana pengguna harus memilih siapa yang tidak boleh melihat informasi yang ditampilkannya ketimbang pendekatan lebih aman secara opt-in atau untuk siapa konten dibagi. Ribuan orang mengancam akan keluar dan menghapus akunnya di Facebook pada 31 Mei 2010 sebagai bentuk protes dan tekanan kepada Facebook.

Cara Menghapus Jejak Ber-internet Dalam Windows Vista

Windows Vista punya fitur yang otomatis melengkapi alamat situs web yang sedang kita ketikkan. Informasi alamat situs web ini didapat dari file bernama index.bat yang berisi alamat-alamat situs web yang pernah kita kunjungi.

Bagi orang yang sensitif terhadap masalah privasi, fitur ini bisa menjadi masalah. Dari daftar ini, orang lain bisa mengetahui situs-situs web yang pernah Anda kunjungi. Untuk mengatasinya, Anda bisa menghapus file index.dat.

Cuma, menghapus file index.dat tidak semudah menghapus file lain. Sebab, file ini digunakan sepanjang sesi sistem dan file yang sedang dipakai tidak bisa dihapus.

Jika Anda ingin index.dat dienyahkan dari sistem Anda, lakukan langkah-langkah ini.
1. Restart komputer Anda dan tekan tombol [F8] di keyboard beberapa kali di awal-awal boot untuk menampilkan menu menuju Safe mode.

2. Pilih [Safe Mode with Command Prompt], lalu tekan [Enter]. Windows akan melanjutkan loading Windows.

3. Saat muncul jendela login, masukkan nama pengguna berikut sandinya. Akun yang digunakan ini harus administrator, yah.

4. Setelah jendela Command Prompt aktif, Anda berada di folder C:-Users-user name Anda. Masuklah ke C:-Users-User name Anda-AppData-Roaming-Microsoft-Windows-Cookies dengan mengetikkan perintah “cd AppData-Roaming-Microsoft-Windows-Cookies” diikuti dengan menekan [Enter].

5. Ketikkan perintah “del index.dat” pada Command Prompt. Tekan [Enter].

6. Restart Windows.

7. Sekembalinya ke Windows, Anda akan kembali melihat file index.dat. Namun file itu kosong—Windows yang membuat file itu.

Cara Mencegah Penggunaan Identitas Akun E-mail

Windows Mail memungkinkan kita untuk mengelola lebih dari satu akun e-mail dengan satu program. Cara mengakses dan fitur yang ditawarkan pun berbeda-beda.

Coba kita lihat setting mail Internet Account di [Tools] > [Accounts...]. Di sini, pengguna dapat memasukkan semua account e-mail yang dimilikinya untuk dikelola melalui Windows Mail. Fitur lainnya Identity, dapat diakses melalui [File] > [Identities] > [Manage Identities...].

Pada dasarnya, kedua fitur di atas sama, yaitu untuk pengelolaan banyak akun e-mail di Windows Mail. Bedanya, fitur ini memungkinkan penggunaan banyak akun pada komputer multi user (banyak pengguna dengan satu PC). Jika mau, Anda bisa memberi password agar orang lain tidak dapat mengakses akun e-mail Anda di Outlook. Dengan begitu, privasi Anda akan lebih terjaga.

Namun apabila Anda memiliki komputer pribadi dan tidak ingin komputer tersebut digunakan oleh orang lain dengan identitas e-mail-nya, Anda dapat menerapkan policy baru pada Windows Anda. Caranya sebagai berikut:
1. Jalankan Group Policy Editor dengan cara mengklik [Start], lalu ketik gpedit.msc.
2. Pada folder Local Computer Policy-User Configuration-Administrative Templates-Windows Components-Internet Explorer- carilah setting Identity manager: Prevent users from using Identities.
3. Klik ganda setting Identity manager: Prevent users from using Identities tadi, kemudian pilih [Enabled].
4. Setelah itu klik [OK] dan tutup jendela Group Policy.

Mulai saat ini, pengguna tidak ada lagi yang bisa membuat, mengubah, atau menghapus identitas. Selain itu opsi [File] > [Switch Identity...] akan dihapuskan.