Category Archives: Presentasi

Tayangan Informasi Digital Dengan Proyektor Portable Isi Ulang

Ketika informasi dalam bentuk digital dikemas dalam berbagai bentuk, dari teks, audio, hingga video, pilihan untuk menampilkan beragam informasi ini tersedia dalam format, model, dan harga yang berbeda-beda. Menyajikan informasi menjadi persoalan di tengah maraknya lalu lintas informasi digital dalam era jejaring sosial.

Kehadiran berbagai bentuk komputer dari notebook, netbook, dan tablet adalah pengejawantahan yang memberikan kita pilihan untuk mengakses informasi di mana saja dan kapan saja. Harga yang terjangkau menjadikan semua perangkat teknologi ini menjadi produk seperti memiliki jam tangan, kalung, gelang, dan sebagainya.

Persoalan yang muncul adalah ketika informasi yang diserap pada perangkat- perangkat tersebut ingin dibagi ke orang lain dalam jumlah kuang dari sepuluh orang. Menggunakan netbook atau komputer tablet seperti iPad akan menjadi persoalan sendiri karena keterbatasan bidang yang bisa dilihat oleh orang-orang tersebut.

Menggunakan proyektor menjadi tidak nyaman karena dimensi perangkat ini tidak sesuai untuk membagi informasi pada kelompok kecil orang. Selain itu, persiapan penggunaan proyektor juga terlalu memakan waktu.

Proyektor ideal

Karena berbagai alasan di atas, kehadiran teknologi pico sebagai proyektor saku dianggap oleh kalangan industri dan bisnis teknologi komunikasi informasi sebagai pilihan perantara untuk mengisi celah dalam berbagai informasi pada khalayak dengan jumlah kurang dari 15 orang.

Awalnya, persoalan muncul ketika lumens yang disajikan dalam teknologi proyektor pico ini terlalu rendah, menyebabkan pencahayaan yang tidak memadai untuk menyerap beragam informasi tersebut. Teknologi ini pun diperbarui oleh Optoma Corporation dengan memperkenalkan proyektor saku PK301 menggunakan cip tayangan digital light processing (DLP) buatan Texas Instrument dengan resolusi 854 x 480 piksel.

Optoma PK301 memiliki kemampuan pencahayaan yang lebih baik sampai 50 lumens pada penggunaan tenaga listrik dan 20 lumens ketika mengandalkan baterai isi ulang. Ukurannya dalam dimensi 120,1 x 69,8 x 29,7 mm dengan berat 227 gram, menjadikan proyektor saku ini ideal sebagai perangkat untuk berbagi informasi dalam forum yang lebih kecil.

Dengan rasio kontras 2000:1, Optoma PK301 ideal untuk menampilkan informasi sampai ukuran layar 136 inci (diagonal 345,44 cm), menjadi tayangan foto digital ataupun presentasi Powerpoint menjadi lebih menarik. Salah satu keunggulan produk ini adalah memiliki rongga Micro SD yang mampu menampung dan membaca informasi lebih banyak sampai dengan 32GB.

Produk ini juga memiliki pilihan koneksi yang beragam, mulai dari rongga HDMI Mini, Component, VGA, ataupun Composite untuk menyalurkan data audio dan video. Sebagai proyektor pico dengan ukuran dan berat yang sesuai untuk mereka yang memiliki mobilitas tinggi, pilihan koneksi ini menjadi penting sehingga sumber informasi yang ingin ditayangkan bisa diambil dari berbagai sumber.

Kendala yang dimiliki adalah pilihan format video Optoma PK301 ini hanya terbatas pada file dengan ekstensi .mp4, dan akan menjadi persoalan tidak bisa ditayangkan langsung tanpa melakukan konversi. Terlepas dari masalah ini, proyektor pico memang menjadi bagian penting dari perkembangan derasnya informasi digital sekarang ini.

Wacom Luncurkan Pen Tablet Grafis Nirkabel Tanpa Kabel

Wacom Co Ltd memperkenalkan PTK-540WL Intuos4 Medium Wireless, model terbaru dari pen tablet kinerja tinggi dalam seri Intuos4. Pen tablet profesional ini berkemampuan tinggi yang dirancang sebagai alat desain yang memberi produktivitas tinggi berdasarkan analisis alur kerja penggunanya dengan teknologi nirkabel.

Produk baru dari Wacom ini diperkenalkan sebagai pen tablet profesional dengan menampilkan teknologi nirkabel Bluetooth r. Intuos4 Wireless baru ini diharapkan dapat menjawab tantangan para fotografer, desainer dan seniman, yang mencari kebebasan teknologi nirkabel serta manfaat kontrol dan kenyamanan yang dapat ditemukan dalam produk terbaru dari Wacom ini.

Untuk berkreasi dengan keleluasaan bergerak dan bekerja “terpisah” dari komputer, fitur nirkabel ini membuat Intuos4 Wireless menjadi pilihan yang sangat tepat saat melakukan presentasi atau dalam seminar atau workshop, seperti kelas seni atau seminar fotografi. Selain itu, Intuos4 Medium Wireless juga kompatibel dengan komputer PC dan laptop. Sangat cocok untuk para mahasiswa dan pekerja yang bekerja dengan mobilitas tinggi.

“Kesuksesan desain Intuos4 pen tablet yang dipadukan dengan teknologi Bluetooth nirkabel, membuat kami yakin dapat memberikan fleksibilitas dan kebebasan bekerja dengan cara yang paling nyaman untuk menggambar, mengedit, melukis, retouching foto atau aktivitas lainnya di komputer,” kata Joshua Siregar, Marketing Manager PT Datascrip

Teknologi nirkabel Bluetooth merupakan standar komunikasi global yang ditemukan dalam jutaan komputer dan perangkat mobile, yang memungkinkan perangkat ini untuk berkomunikasi dalam jarak hingga 33 kaki. Sangat ideal untuk rumah, kantor dan ruang kelas atau penggunaan rapat jarak jauh karena Intuos4 Wireless memberikan mobilitas dan kebebasan ketika bekerja dengan komputer desktop atau laptop yang dilengkapi dengan teknologi bluetooth.

Pena Intuos4 wireless memiliki teknologi Tip Sensor, menawarkan pengguna tekanan awal hingga mendekati nol (satu gram) – kinerja pen tablet paling sensitif saat ini. Sekarang, kemampuan peka tekanan (pressure sensitive) dimulai dengan tekanan yang sangat ringan, meniru rasa, tanggapan dan hasil yang didapat ketika bekerja dengan kuas, spidol dan pena. Selain itu, pena Intuos4 Wireless memiliki 2048 tingkat tekanan, menggandakan resolusi kurva tekanan pena dari generasi sebelumnya untuk lebih meningkatkan umpan balik dan memperluas kontrol kreatif dalam aplikasi perangkat lunak yang mendukung sensitivitas tekanan. Pena juga memiliki fitur penghapus yang peka tekanan dan dua switch samping yang dapat diprogram untuk perintah seperti double-klik dan klik kanan. Pada Intuos4 wireless terdapat pemengan pena clip-on untuk menyimpan pena ketika tablet tidak digunakan.

Dari segi penggunaan, saat sedang di jalan, di rumah, atau di tempat kerja, desain ramping nan ergonomis dari pen tablet Wireless Intuos4 ini, membuat instrumen kreatif yang nyaman dan ideal saat bekerja dengan konten digital. Intuos4 Wireless tersedia hanya dalam satu ukuran (sedang), dengan desain asimetris yang menempatkan fitur Touch Ring dan ExpressKeys T yang dapat dikustomisasi di salah satu sisi, sehingga dapat digunakan juga oleh pengguna yang bekerja dengan tangan kiri.. ExpressKeys yang daoat diprogram sesuai dengan aplikasi sangat berperan dalam membantu meningkatkan alur kerja dan meningkatkan produktivitas dengan menempatkan perintah yang sering digunakan di ujung jari pengguna. Display OLED menampilkan fungsi dari setiap tombol ExpressKeys, karen pengaturan setiap tombol ini diatur sesuai dengan aplikasi yang digunakan dan display akan berubah setiap kali pengguna berpindah antar aplikasi. Untuk beralih penggunaan dari tangan kanan ke tangan kiri, pengguna cukup memutar tablet 180 derajat.

Dilengkapi dengan dudukan pena yang bukan saja memberikan tempat menaruh pena yang nyaman, tetapi juga berfungsi sebagai kompartemen penyimpanan untuk ujung (nibs) pena serta dilengkapi dengan pencabut pena di dalamnya. Ujung pena standar, stroke dan flex yang tersedia dalam paket intuos4 wireless, memungkinkan pengguna untuk mensimulasikan nuansa bekerja dengan berbagai bahan seni dan desain tradisional.

Tablet eBook Reader Terbaik Tahun 2010

Komputer Tablet dan ebook Readers (Pembaca buku elektronik) memainkan peran besar pada ajang Pameran IFA (Internationale Funkausstellung) di Berlin.

Samsung Galaxy Tab mendapat tanggapan yang sangat positif dari konsumen. Minat orang sedang berkembang untuk perangkat setara iPad yang tidak memaksakan sistem operasi Apple saja bagi pengguna. Orang juga berharap Samsung Galaxy Tab akan dibanderol lebih murah dari iPad.

Galaxy Tab diadopsi berdasarkan ponsel Samsung Galaxy S , tetapi menampilkan ukuran layar sentuh yang lebih besar dan sistem operasi Google Android terbaru versi 2.2 artinya, kemampuan untuk mengatur jaringan Wi-Fi sendiri, secara teknis lebih mampu ketimbang iPad.

Kunci agar Galaxy Tab sukses adalah kemampuannya untuk menarik berbagai segmen pengguna ke interface. Jika ingin sukses besar, para pengembang Galaxy Tab harus cukup antusias untuk mengembangkan aplikasi untuk platform.

Mengenai tablet lainnya, juga terjadi ledakan pertumbuhan. Amazon baru -baru ini meluncurkan ebook reader Kindle untuk pasar Inggris yang sudah habis terjual sebelum perangkat itu di kapalkan ke Inggris.

Ebook reader lainnya adalah dari Sony, yang pada pekan ini mengumumkan seri-seri terbaru ebook readernya.

Reader Pocket dan Touch Edition dari Sony hadir dengan desain baru alumunium nan elegan serta layar sentuh yang sangat responsif. Upaya mempercantik itu juga telah mengurangi bobot dan ukuran perangkat itu.

Kedua-duanya mampu menyimpan sebanyak 1200 buku. Harap ingat, ada perbedaan mendasar antara Galaxy Tab dan ebook reader. Galaxy memang bisa menjadi ebook reader yang bagus, tetapi tak memiliki daya baterai yang tahan lama dan desain mirip buku seperti perangkat Sony.

Tampaknya kategori perangkat itu akan tetap terpisah meski akan terlihat aneh jika anda terlihat membawa-bawa dua tablet.

Steve Jobs Sesumbar Dengan Pendekatan Barunya

Steve Jobs, Pimpinan eksekutif Apple, dalam konferensi pers khusus di  The Yerba Buena Centre,  San Francisco,  memperkenalkan pendekatan baru Apple pada layanan musik dan hiburan lewat produk Ping,  Apple TV, dan seri iPod terbaru

Seperti dilaporkan Telegraph, Apple tampaknya sedang menantang Facebook dan Twitter dengan layanan situs jejaring sosial yang dirancang secara khusus untuk penggemar musik yaitu Ping.

“Salah satu hal terbesar yang menjadi fokus kami di iTunes adalah penemuan. ada sekitar lebih dari 12 juta lagu yang bisa dipilih, Jadi bagaimana cara anda menemukan yang baru? ,” Tanya Jobs.

“Untuk itu kami meluncurkan Ping – sebuah jejaring sosial yang semuanya tentang musik. Ia layaknya Facebook dan Twitter dipadu iTunes. Anda dapat mengikuti artis favorit anda dan teman teman lalu mencari tahu musik yang mereka suka yang kemudian mengunduhnya.”

Selanjutnya adalah Apple TV, perangkat kecil Apple  yang berupa set-top box.,Menurut Jobs, selama ini banyak orang menyukai perangkat itu tapi yang terjual belumlah cukup banyak.

Ia mengatakan perusahaannya telah mendengarkan masukan dari pengguna mengenai hal-hal yang paling diinginkan oleh pengguna dari sebuah set-top box. Jobs mengatakan Apple telah menyempurnakan perangkat itu guna memenuhi kebutuhan mereka.

“Mereka ingin akses on-demand atas film-film Holywood dan acara televisi, tapi mereka tak mau perangkat amatiran,” ujarnya. “mereka ingin film dan acara televisi mereka bergambar high definition, dan ingin membayar murah untuk konten itu.”

“Mereka juga tak mau komputer di televisi  –  hal ini sulit dipahami industri komputer.  Pengguna juga tak mau repot  mengatur ruang penyimpanan dari film dan program hasil unduhannya.” Apple TV menyediakan  film beresolusi tinggi seharga 4,99 dolar sedangkan program televisi seharga 99 sen.

Jobs juga menggunakan jumpa pers tahunan itu untuk memamerkan tampilan baru iPod, termasuk  iPod Shuffle yang makin kecil,  iPod Nano  dengan kendali layar sentuh dan iPod Touch baru dengan teknologi sensor retina tajam serupa iPhone 4, lengkap dengan dua kamera yang digunakkan untuk merekam gambar beresolusi tinggi, dan membuat video call menggunakkan aplikasi Apple FaceTime.

“iPod Touch menjadi iPod paling populer bagi kami,” kata Jobs.

“Perangkat itu juga  merupakan konsol game portabel nomer satu di dunia dan jumlah yang terjual masih lebih banyak meski jika unit Nintendo DS dan Playstation portabel digabungkan.”

Tayangan Layar Lebar Dari Digital Proyektor Multimedia

Perkembangan teknologi digital multimedia menjadi bagian penting perkembangan teknologi komunikasi informasi menghadirkan hiburan di mana-mana. Dan, multimedia pun akan terasosiasi dengan penggunaan layar lebar memudahkan berbagai isi digital diserap secara lebih luas dan menyenangkan penggunanya.

Penggunaan proyektor digital, seperti PLC-XU116 buatan Sanyo asal Jepang, memberikan konsumen untuk menghadirkan suasana digital dalam pengalaman berbeda format tayangan layar yang lebih lebar. Produk Sanyo ini memiliki pembesaran sampai dengan 1,6 kali sehingga mampu menghadirkan tayangan layar 100 inci (diagonal 254 cm) yang sangat tajam pada jarak sekitar 2,5 meter.

Proyektor multimedia PLC-XU116 ini menggabungkan panel LCD (liquid crystal display) unorganik sebagai enjin optik untuk menghasilkan rasio kontras rasio yang lebar serta ketajaman dan kejelasan gambar berkualitas tinggi.

Produk dengan aspek tayangan 16:10, 4:3, serta 16:9 yang menghadirkan layar WUXGA dengan resolusi 1.920 x 1.200 mendukung pewarnaan gambar sampai 16,77 juta. Dengan resolusi sebesar ini, menyaksikan tayangan definisi tinggi (HD) maupun format BluRay melalui komputer menjadi sangat menyenangkan dan memberikan pengalaman berbeda ketika menonton bersama.

Pilihan koneksi ke PLC- XU116 ini pun beragam, mulai DVI, RGB D-Sub, hingga S-Video serta desainnya yang ringkas, menjadikan proyektor digital ini memiliki beragam fungsi untuk berbagai keperluan. Yang menarik, proyektor ini juga dilengkapi dengan koneksi nirkabel 802.11 n, memungkinkan untuk mengendalikan proyektor dari kejauhan serta mengirim e-mail bila terjadi malfungsi.

Tayangan digital layar sangat lebar akan menjadi tren penting dalam waktu dekat, terutama bersamaan dengan kehadiran teve berbasis protokol internet (IP) serta semakin terjangkaunya video definisi tinggi

BlackBerry Menjadi Pemandu ke Pameran Otomotif Indonesia Terbesar

Pameran otomotif terbesar di Indonesia, Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar untuk ke-18 kalinya tahun ini memberi inspirasi 7Langit untuk memberikan solusi kepada pengguna BlackBerry. Selama pelaksanaannya memang tak mudah bagi pengunjung untuk menikmati sajian pameran yang digelar oleh peserta. Karena itulah, lewat sebuah aplikasi BlackBerry bertajuk Indonesia International Motor Show (IIMS on BlackBerry), Anda akan sangat dipandu.

“Aplikasi yang kami kembangkan ini dipastikan dapat mempermudah navigasi pengunjung dan menjadi sumber informasi yang lengkap selama IIMS; semua itu dalam genggaman,” ujar Oon Ariandwi, Chief Developer 7Langit.

Aplikasi ini bisa diperoleh dengan cara mengunduh dari situs http://iims.7langit.com. Adapun fitur yang tersedia di aplikasi ini antara lain;

* Informasi yang lengkap tentang penyelenggaraan, disertai daftar peserta (exhibitor), sponsor, media partner, denah yang meliputi area F&B, musholla, lokasi shuttle bus, dan lainnya.

* Notifikasi yang segera tampil di homescreen jika ada informasi terkini (up date).

* Lay out pameran yang digelar di JIExpo  Kemayoran Jakarta.

* Opsi download theme IIMS 2010.

* Informasi kegiatan pendukung yang fun dan keren, seperti Drift Show,Drag Race Battle,Miss Motor Show, Test Drive, hingga BMX SHow.

* Sajian kuis yang bisa diikuti setiap saat.

* Tampilan fitur khusus benama “Watch Out” yang menayangkan tiga produsen mobil yang paling diperhitungkan.

* Akses langsung (link) ke situs resmi IIMS.

Saran saya, sebelum beranjak ke JIExpo Kemayoran (23 Juli – 1 Agustus 2010), kalau Anda penggenggam BlackBerry, pelajari dulu situasi dengan aplikasi ini. Selanjutnya silakan berburu mobil keren.

Ayoo … Cetak Semua File Kedalam Bentuk Adobe PDF

Adobe Reader itu aplikasi yang “pasrah”. Kenapa begitu? Soalnya aplikasi ini Cuma menerima apa yang di-setting oleh pembuat dokumen. Dokumen dikunci fitur editing-nya, reader ikut, dokumen diproteksi pencetakannya, reader pun ngikut. Belum lagi batasan batasan lain seperti larangan untuk menambahkan komentar, mengisi form, dan sebagainya.

Tingkat proteksi seperti ini banyak dilakukan oleh beberapa perusahaan, misalnya oleh sebuah penerbit buku. Tujuannya jelas membatasi akses pembaca agar hanya dapat membaca tanpa dapat membuat hardcopy dari dokumen tersebut.

Gimana kalau kita benar-benar butuh pencetakan dokumen yang diproteksi tadi? Itu yang repot. Mari kita usahakan agar dokumen tadi bisa dicetak.

Untuk mempermudah pembahasan kali ini, akan dipaparkan terlebih dahulu cara membuat sebuah file pdf dengan tingkat proteksi High (128-bit RC4). Jalankan software pdf maker Anda masing-masing. Buat contoh kita pakai OpenOffice.org sebagai software pembuat pdf, dan bagi yang menggunakan selain OOo silahkan sesuaikan langkah untuk melakukan enkripsi dokumen sesuai software pdf maker Anda.

Setelah dokumen pada OOo dibuat, klik menu “File” > “Export as PDF…” atau dengan menggunakan mengklik tombol menu “Export Directly as PDF” yang ada pada main toolbar. Selanjutnya pada kotak dialog Export, silahkan pilih direktori tempat menyimpan dokumen PDF dan nama dari file tersebut. Klik tombol “Export…”.

Selanjutnya akan muncul jendela PDF Options untuk pengaturan sifat-sifat (properties) dokumen. Aktiflah pada tab “Security”. Berikan tanda centang pada pilihan Restrict permissions. Setelah itu klik tombol “Set permission password…”. Pada jendela Set Permission Password, masukkan kata sandi Anda pada baris isian Password dan ulangi pada baris isian Confirm. Klik “OK”.

Pada pengaturan Printing, silahkan pilih Not permitted untuk tidak mengijinkan melakukan pencetakan dokumen. Untuk pengaturan Changes, silahkan pilih Not permitted untuk tidak mengijinkan segala bentuk perubahan, termasuk di antaranya memutar halaman, mengisi form isian, memberikan komentar dan mengekstrak halaman. Selanjutnya hilangkan tanda centang pada pilihan Enable copying of content untuk tidak mengijinkan menyalin teks yang diseleksi. Hilangkan juga pilihan Enable text access for accessibility tools. Klik tombol “Export” untuk memulai proses pembuatan dokumen dalam format PDF.

Setelah selesai, silakan jalankan software Acrobat Reader Anda. Bukalah dokumen yang telah dibuat tadi. Setelah terbuka cobalah lihat pada ujung paling kiri status bar. Anda akan lihat sebuah ikon bergambar gembok berwarna kuning, tanda bahwa dokument PDF Anda terproteksi.

Cobalah juga untuk mengakses menu File. Akan didapati menu “Print…” dalam keadaan tidak aktif (disable). Sebagaimana halnya ketika menekan kombinasi tombol “Ctrl” + “P” tidak akan memberikan reaksi apa-apa. Selanjutnya cobalah akses “Select Tool” pada basic toolbar. Seleksilah beberapa potong kata atau kalimat, kemudian klik kanan di atasnya. Penulis hanya menjumpai pilihan menu “Select All” dan “Deselect All”, dan tidak dijumpai menu Copy. Cobalah akses menu “File” > “Document Properties…” atau dengan kombinasi tombol “Ctrl” + “D”.

Pada jendela Document Properties masuklah ke tab Security kemudian klik tombol “Show Details…”. Selanjutnya akan ditampilkan ringkasan keamanan dokumen PDF yang dibuat tadi, mulai dari metode security, penggunaan password, hal-hal yang diijinkan dan yang tidak diijinkan serta tingkat enkripsi yang dilakukan.

Agar Adobe Reader bisa mencetak, manfaatkan Linux. Di sini kita akan menggunakan contoh Linux dengan distro SimplyMEPIS 6.5 yang dilengkapi paket-paket extras Ubuntu “feisty fawn” 7.04.

Pastikan Anda sudah mempunyai paket yang bernama poppler-utils. Kalau belum, lakukan instalasi baik dengan melakukan kompilasi dari file tarball atau dengan menggunakan paket binary bawaan distro Anda. Untuk pengguna Debian (termasuk Ubuntu) dan turunannya, gunakan satu baris perintah ini dengan akses root.

# apt-get install poppler-utils

Selanjutnya masuklah ke direktori tempat file PDF tersebut berada. Direktori yang digunakan dalam artikel ini adalah $HOME/Documents. Untuk melihat informasi mengenai dokumen PDF, gunakan perintah pdfinfo. Pola perintah yang diberikan adalah

$ pdfinfo “options” <PDF-file>

Akan ditampilkan informasi yang berhubungan dengan file tersebut, termasuk apakah dokumen dienkripsi dan berbagai perlakuan yang diperbolehkan terhadap dokumen tersebut. Untuk menkonversi dokumen PDF ke format teks, gunakan perintah pdftotext dengan pola

$ pdftotext “options” <PDF-file> “<text-file>“

Untuk mengkonversi PDF ke format postscript, gunakan perintah pdf2ps dengan pola

$pdf2ps “-dASCII85EncodePages=false” “-dLanguageLevel=1|2|3” input.pdf “output.ps”

Untuk mengekstraksi gambar yang berada pada dokumen tersebut, gunakan perintah pdfimages, dengan pola

$ pdfimages “options” <PDF-file> <image-root>

Di sini terlihat bahwa dokumen yang dienkripsi dengan berbagai pembatasan di atas ternyata dapat dikonversi ke teks walaupun sebelumnya tidak dapat disalin dengan cara menyeleksi teks dari Acrobat Reader.

Untuk melakukan pencetakan, yang diperlukan hanyalah aplikasi kghostview. Sejatinya kghostview memang untuk membaca dokumen postscript, namun selain file ps format pdf pun dapat dibaca oleh aplikasi yang satu ini. Bagaimana jika dokumen ‘teramankan’ tadi dibuka selain menggunakan kghostview, seperti kpdf atau xpdf? kpdf tidak memberikan akses untuk mencetak dokumen.

Melakukan pencetakan dokumen lewat kghostview, sama halnya dengan aplikasi lainnya, cukup dengan mengakses menu “File” > “Print…” atau dengan shortcut “Ctrl” + “P”. Tidak akan muncul peringatan bahwa dokumen PDF diproteksi dan sebagainya dan dokumen PDF tersebut pun akan dicetak di atas kertas. Pengaturan pencetakan pun dapat dilakukan, semisal pemilihan printer yang akan digunakan, pengaturan ukuran kertas, kualitas pencetakan, halaman yang akan dicetak dan sebagainya.

Sebagai informasi, versi PDF yang digunakan dalam tutorial ini adalah 1.4 (hasil generate OOo).

Mengoptimalkan Adobe Reader Hingga Lebih Cepat

Adobe Reader memang telah melakukan beberapa modifikasi pembaruan sehingga versi terbarunya mampu membuka dan menavigasi dokumen lebih gegas daripada versi terdahulu. Biarpun demikian, sebagian pengguna menilai aplikasi ini masih lambat sehingga lebih memilih aplikasi sejenis lainnya.

Sebenarnya ada beberapa trik sederhana untuk lebih mengoptimalkan kinerja Adobe Reader. Berikut adalah trik-triknya.
1. Hapus plug-in yang tidak dibutuhkan.

Sebelum menghapus, Anda harus memeriksa dulu deskripsi tiap plug-in untuk menghindari kesalahan dalam penghapusan. Jangan sampai Anda menghapus plug-in yang sifatnya esensial sehingga dokumen justru tidak bisa dibuka sama sekali. Untuk melakukannya, klik “Help” pada jendela aplikasi, dan pilih “About Adobe Plug-Ins…”. Informasi plug-in akan langsung tampil beserta ketergantungannya terhadap plug-in lainnya. Catat bila perlu.

Berbekal informasi ini Anda lalu bisa masuk ke direktori Adobe Reader. Carilah folder bernama plug_ins. Hapus semua plug-in yang tidak dibutuhkan. Misalnya jika PC Anda tidak memiliki koneksi Internet, hapuslah plug-in semacam Updater dan SendMail. Sebelumnya buatlah back-up untuk berjaga-jaga.

2. Rampingkan beban start-up.

Klik “Edit > Preferences…”, lalu pilih opsi “Startup”. Hilangkan tanda centang pada “Display splash screen” dan “Show Messages and automatically update”.

3. Turunkan Resolusi.
Masih di jendela Preferences, klik opsi “Page Display”. Turunkan nilai resolusi dengan mengklik opsi Custom Resolution. Beri nilai yang lebih rendah dari nilai standarnya.

4. Sembunyikan seluruh toolbar dengan mengklik “F8” atau klik menu “View > Toolbars”, dan “Hide Toolbars”. Sebagai gantinya manfaatkanlah keyboard shortcut. Daftar shortcut bisa dilihat di menu “Help”.

Cara Mudah Membuat Video Slideshow Dengan Nero Vision

Dulu, koleksi foto biasa disimpan di dalam album foto, yang kemudian berpotensi berjamur karena dimakan waktu. Tapi itu masa lalu. Sekarang adalah zamannya album digital yang telah dilengkapi beragam fitur untuk mengelola foto digital.

Yang namanya album digital pasti memerlukan seperangkat komputer untuk membukanya. Tanpa itu, nyaris tidak mungkin menampilkan seluruh koleksi foto digital dengan mudah. Sedangkan untuk menampilkan koleksi foto ke perangkat lain, Anda mesti mengkonversi dulu si foto digital menjadi slideshow.

Konversi semacam ini bisa dilakukan dengan banyak cara, salah satunya dengan Nero Vision 4. Aplikasi ini dibundel bersama paket installer Nero. Dengannya, Anda bisa menyusun slideshow foto-foto dari file, kamera digital, atau scanner ke dalam keping DVD dengan mudah dan cepat.

Begini langkah-langkah pembuatannya.
1. Eksekusi program Nero Vision 4 dengan mengklik menu Start > All programs > Nero > Nero 9 > Nero Vision.
2. Dalam program Nero Vision, klik menu Make a Slide Show > DVD-Video.
3. Tentukan gambar yang akan Anda masukkan ke dalam storyboard. Untuk mengambil sejumlah gambar dari folder, Anda dapat mengklik tombol Browse for Media > Browse and Add to Project. Untuk mengambil gambar dari kamera digital atau scanner, klik tombol TWAIN Import > Acquire Image.
4. Lakukan drag and drop foto pada timeline untuk mengatur susunan foto.
5. Atur durasi setiap foto dengan menekan ikon Duration Settings. Setelah itu, isikan Picture visibility time dalam satuan detik dan beri tanda cek pada “Apply to existing pictures”.
6. Klik kanan mouse pada kotak yang berada di antara dua foto, lalu pilih “Apply Random Tansition to All Tansition Fields”.
7. Klik Next > Next.
8. Rancang menu sesuai keinginan Anda. Untuk menonaktifkan fitur menu ini, pilih “Don’t create a menu” dari combo box Menus to use.
9. Klik Next > Next.
10. Klik Burn agar proses pembuatan disc segera dilakukan.

Tips Membuat Presentasi di PDA

Satu hal yang menyebalkan dari PowerPoint bawaan Windows Mobile adalah aplikasi itu hanya mampu membaca file presentasi. Padahal kita butuh aplikasi yang juga dapat digunakan untuk mengolah presentasi. Ada beberapa aplikasi pengganti yang lebih fungsional. Salah satunya adalah Pocket Slides buatan Conduits.

Dengan aplikasi ini kita dapat membuat presentasi di PDA dengan fasilitas yang menyamai PC. Presentasi yang kita buat di PC pun bisa di-drag-and-drop ke PDA, dan aplikasi akan langsung mengonversi sesuai yang kita inginkan. Efek seperti Transitions dan Animations pun ada. Bahkan kita juga dapat memasukkan file suara ke presentasi. Pada versi 2.51, sudah ada dukungan terhadap Windows Mobile 6 dan PowerPoint 2007. Mau ditampilkan di layar monitor, projektor, atau TV? Gak masalah!

* Untuk membuat presentasi baru, ketik saja New di toolbar.

Pilih layout yang kita inginkan dalam tab AutoLayouts, atau slide kosong dalam tab Blank Slide. Selanjutnya kita tinggal membuat presentasi seperti biasa.

Dari file yang sudah terbuka, kita bisa menambah slide baru dengan mengetik Edit > New Slide.

* Untuk memasukkan teks, ketuk saja kotak teksnya. Kita bisa mengubah jenis font, ukuran, warna sampai tipe paragraf dari dalam jendela tersebut. Jika sudah puas, jangan lupa ketuk OK.

Bila hendak memasukkan file multimedia, biasanya kita akan diarahkan untuk membuka folder tempat file itu berada.

* Pengaturan tampilan presentasi ada di Tools>Set Up Show.

Di bagian General kita bisa membuatnya jadi fullscreen, dengan kemungkinan rotasi layar. Ada juga pilihan untuk menampilkannya dengan VGA Output.

Sementara di bagian Slides, kita dapat menentukan slide mana saja yang akan ditampilkan.

* Ketika kartu VGA dicolok ke PDA, atau VGA Output diaktifkan di Set Up Show, Pocket Slides akan menyesuaikan setting-nya. Pengubahan karakter output kartu VGA dilakukan dari Tools>Options>VGA Output. Di sini kita bisa atur resolusi/output VGA, Secara default, Pocket Slides otomatis menyetel resolusi VGA dengan resolusi presentasi saat konversi.

* Aplikasi ini juga dapat mengonversi file sesuai permintaan kita. Buka Pocket Slides Conversion di PC. Pilih resolusi output yang diinginkan, dan klik Next. Masukkan nama file presentasi yang akan dikonversi, atau klik icon “…” jika tersimpan di suatu tempat. Klik Convert untuk mengonversi file PPT menjadi CPT (atau CPT ke PPT).

* Kita juga dapat menggunakan aplikasi ini untuk mengontrol presentasi secara remote. Setting-nya dapat diatur dari Tools>Options. Buka tab General, lalu pilih opsi yang diinginkan.