Category Archives: Microsoft Office

Google Didesak Untuk Atasi Peredaran Software Bajakan Milik Microsoft

Google menerima banyak komplain terkait dengan maraknya website yang diyakini memfasilitasi praktek download ilegal, terutama yang menyasar produk Microsoft. Komplain tersebut melaporkan banyaknya praktik pembajakan pada material yang diproduksi perusahaan hiburan.

Dikutip dari Economic Times, Jumat (25/5/2012), mereka yang melaporkan tentunya berharap penegakan hukum yang lebih tegas terhadap praktik pembajakan online.

Pembajakan yang kian merajelela ini terlihat pada data terbaru yang dirilis Google. Adapun tujuan dirilisnya data ini adalah memberikan pemahaman yang lebih baik akan penyalahgunaan properti intelektual di internet.

Laporan yang diterima Google sejak Juli 2011 tersebut meminta sang raksasa internet menghapus konten yang melanggar hak cipta dari indeks mesin pencarian.

Berkenaan dengan Microsoft, tercatat ada lebih dari 2,5 juta komplain yang meminta Google menghapus link yang melanggar hak cipta raksasa software tersebut. Microsoft sendiri memang telah lama mengadukan praktik download ilegal software besutannya.

Inilah Tampilan Terbaru Microsoft Office 15

Tahun 2012 ini, Microsoft telah menjanjikan akan merilis software perkantoran dan bisnis Microsoft Office generasi terbaru. Adalah Office 15 yang siap melanjutkan tongkat estafet Office versi sebelumnya, Office 2012.

Saat ini Office 15 masih dalam tahap pengembangan dan sepertinya Microsoft akan segera merilis versi beta tak lama lagi, bisa jadi berbarengan dengan versi beta Windows 8.

Pada Kamis (9/2/2012), Microsoft membocorkan tampilan antarmuka Office 15 yang nampak lebih simpel dan bersih dibandingkan versi pendahulunya. Perusahaan software raksasa ini memperlihatkan tampilan Office 15 untuk Word, Excel, PowerPoint dan OneNote dalam sebuah video yang dipublikasi oleh situs teknologi The Verge.

Pada screenshot di bawah ini, Anda dapat melihat bagaimana Microsoft memasukkan lebih banyak ruang putih, dan menggunakan lebih sedikit baris agar penggunanya dapat lebih fokus pada konten.

Ribbon (pita) pada gambar-gambar di atas sedang tidak diaktifkan. Microsoft masih menyembunyikan desain Ribbon pada Office 15.

Jelas terlihat, ada indikasi bahwa tampilan Office 15 disesuaikan dengan tampilan Metro yang kelak akan digunakan pada sistem operasi (OS) terbaru Microsoft, Windows 8.

Dan tidak menutup kemungkinan pula, Microsoft tengah menyiapkan Office 15 agar bisa digunakan untuk perangkat tablet bersistem operasi Windows 8.

Perusahaan Microsoft Akan Luncurkan Layanan Cloud Berbasis Di Bali

Perusahaan perangkat lunak komputer Microsoft bersama Metrodata berekspansi ke kawasan timur Indonesia untuk memperluas jaringan pasar layanan komputasi awan (cloud computing).

Ekspansi ditandai dengan pembukaan kantor operasional di Bali dan mengujicoba layanan komputasi awannya baru-baru ini.

“Penerapan teknologi informasi tepat guna bagi peningkatan produktivitas dan penciptaan efisiensi bisnis tidak dapat ditunda lagi. Kami siap mendukung para pelaku ekonomi di daerah ini hingga ke Mataram dan Kupang,” kata Amalia Fahmi, Direktur SMS & P Microsoft Indonesia di Denpasar, Sabtu.

Bersama John Muljana dari PT Metrodata E Bisnis, selaku mitra pengembangan jaringan kerja, dijelaskan bahwa langkah pengembangan pasar atau market development program (MDP) itu sebagai bentuk dukungan kepada komunitas bisnis.

“Dalam program pengembangan pasar ini kami membidik komunitas bisnis sejak dari Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, kemudian kini masuk Bali dan Nusa Tenggara,” kata Amalia yang juga disertai Arthur Koentjorowibowo selaku pimpinan bisnis kecil-menengah Microsoft.

Dia menegaskan bahwa kehadirannya di Bali dan kawasan timur Indonesia bukan untuk melakukan penyisiran atau “sweeping” terkait maraknya penggunaan perangkat lunak atau program komputer bajakan, melainkan untuk mendukung pengembangan bisnis yang akan berbanding lurus terhadap kemajuan ekonomi daerah.

Terkait uji coba penerapan komputasi awan yang mulai banyak dibicarakan sebagai “green IT” atau teknologi informasi ramah lingkungan, Amalia membuka kesempatan kepada kalangan bisnis yang berminat mengaplikasikannya guna mendukung kapasitas dan kecepatan akses data.

Ketua II Asosiasi Profesional IT Bali, Armika Jaya, yang hadir bersama tim-nya sebagai pendukung kedua perusahaan tersebut, mengakui perkembangan teknologi informasi begitu cepat dan kini memasuki tahapan sistem komputasi awan.

“Keberadaan server, harddisk eksternal dan sejenisnya di masing-masing perusahaan, masih tetap diperlukan. Sistem komputasi awan justru sebagai solusi mengatasi keterbatasan kapasitas dan kecepatan dari teknologi yang sudah ada. Sebagian besar data bisa dipindahkan ke sistem komputasi awan sehingga tak mengganggu kecepatan akses data,” ujarnya.

Armika menambahkan, kehadiran Microsoft tidak hanya berbicara tentang pentingnya penggunaan piranti lunak asli dan berlisensi, tetapi juga memberikan edukasi tentang cloud computing sebagai solusi terjangkau bagi perusahaan, termasuk UKM.

“Dengan menerapkan sistem `komputasi awan`, perusahaan skala kecil dan menengah pun akan dapat mewujudkan produktivitas dengan cara mengubah belanja modal menjadi belanja operasional,” ucapnya.

Konsumen Indonesia Sudah Sadar Pentingnya Software Asli Original

Berdasarkan hasil penelitian Microsoft bersama lembaga penelitian TNS, konsumen Indonesia lebih memilih menggunakan piranti lunak asli, kata Microsoft dalam siaran persnya, Jumat.

Penelitian terhadap konsumen di 20 negara, termasuk negara-negara kawasan Asia Pasifik seperti Indonesia, Cina, Jepang, India, Australia dan Korea Selatan. Sementara negara-negara lainnya adalah Amerika Serikat, Kanada, Brasil, Argentina, Meksiko, Inggris, Jerman, Spanyol, Rusia, Polandia, Turki, Italia, dan Belanda.

Hasil penelitian itu mengungkapkan, konsumen di Indonesia setuju bahwa software bajakan dapat menyebabkan risiko saat digunakan dengan perbandingan 2:1. Sebanyak 53% responden pernah mengalami kehilangan data dan pencurian identitas sebagai akibat terparah dari penggunaan software bajakan.

Lebih dari 80% responden dari Indonesia mengungkapkan bahwa mereka lebih memilih menggunakan software asli dan sebagian dari mereka akan merekomendasikan kepada rekan-rekannya untuk menggunakan software asli.

“Kurangnya pengetahuan mengenai software asli menyebabkan saya menderita kerugian. Saya membeli sebuah software yang saya pikir merupakan software asli. Saat baru di-install ke komputer, semuanya berjalan dengan baik. Namun sebulan kemudian, validasinya selalu gagal.

Saya dimintai kunci validasi yang baru. Saat itulah saya baru menyadari bahwa software yang saya beli adalah software bajakan. Syukurlah data-data saya tidak hilang,” kata Budi Susanto dari Bintara, Bekasi.

Siaran pers hasil penelitian ini diumumkan terkait dengan Consumer Action Day yang dilakukan oleh Microsoft.

Peluncuran inisiatif pendidikan dan tindakan penegakan hukum di lebih dari 70 negara secara bersamaan, termasuk Indonesia yang bertujuan membantu melindungi konsumen dan meningkatkan kesadaran mereka tentang risiko sebenarnya dari perangkat lunak tanpa lisensi.

“Konsumen terus mendesak kami untuk memperkuat upaya penegakan hukum terhadap pembajakan software di seluruh dunia. Dengan semakin meningkatnya kemampuan para pelaku pembajakan software, khususnya dalam metode pemalsuan software yang menyebabkan semakin besarnya resiko yang harus dihadapi konsumer,” kata Jonathan Selvasegaram, Regional Attorney, Microsoft.

Sebagai bagian dari upaya untuk mengurangi pembajakan software, Microsoft telah melakukan 20 tindakan hukum baru. Mereka melakukan sekitar 1.000 inspeksi mendadak di 5 kota termasuk Jakarta, Bandung, Medan, Makassar dan Surabaya. Inspeksi itu ditujukan pada dealer-dealer komputer yang ditemukan menjual komputer baru yang di-instal dengan software bajakan atau palsu.

Lebih dari 7 dealer komputer baru-baru ini telah menyetujui untuk mempublikasikan ikrar dukungan atas kesalahan yang mereka lakukan. Tindakan tegas juga akan diperluas untuk toko-toko yang tidak menjual komputer tetapi memberikan layanan instalasi software bajakan.

Bukan hanya penjual software dan hardware yang harus bertanggung jawab dalam mengurangi risiko dari software palsu. Peran aktif konsumen juga dibutuhkan untuk mendukung inisiatif ini.

Membeli dengan cara yang pintar bisa dilakukan dengan membeli dari penjual dengan reputasi baik, menggunakan akal sehat ketika membandingkan harga dan mempertimbangkan apa yang akan dibeli, dan bekerjasama dengan Microsoft ketika memiliki pertanyaan atau kecurigaan apakah software yang dibeli tersebut palsu atau tidak.

“Harga adalah perbedaan yang paling mencolok untuk membandingkan software asli dan palsu. Saya sangat memperhatikan harga jual ketika membeli software. Saya juga membelinya dari penjual yang terpercaya untuk menghindari penipuan,” Rudi Djaja dari Gunung Putri, Bogor menjelaskan.

Untuk menghentikan pemalsuan software, Microsoft memfokuskan diri dengan apa yang disebut “tiga E”–Education, Engineering dan Enforcement. Microsoft melakukan investasi yang signifikan setiap tahunnya di bidang sumber daya edukasional untuk membantu konsumen melindungi dirinya sendiri, teknologi baru yang membuat pemalsuan software semakin sulit untuk dilakukan, dan mendukung pemerintah menjalankan hukum yang berlaku untuk melawan pemalsuan software.

Dengan mengeluarkan data baru sehubungan dengan Consumer Action Day tahunan, Microsoft bekerja untuk menyorot upaya yang mendunia ini. Sebagai bagian dari Consumer Action Day tahun ini, perusahaan ini juga menunjuk dengan seksama sumber edukasional yang bisa membantu konsumer agar tetap aman menggunakan software asli, yang bisa ditemukan secara online di http://www.microsoft.com/presspass/presskits/antipiracy/materials.aspx.

Microsoft juga merekomendasikan konsumer untuk memeriksa apakah software mereka lolos Windows validation test ketika mereka membeli software secara online, di toko atau pre-loaded sejak membeli komputer.

Informasi lebih lanjut mengenai produk Microsoft asli, proses lisensi dan label yang tersedia di http://www.howtotell.com.

Setiap tahun, microsoft mengadakan Consumer Action Day untuk menekankan masalah pemalsuan software di seluruh dunia.

Penelitian itu dilakukan pertengahan tahun ini, dan melibatkan lebih dari 38.000 laki-laki dan perempuan di 20 negara.

Hasil survei bisa dilihat di http://www.microsoft.com/presspass/presskits/antipiracy/materials.aspx.

Microsoft Diam-diam Merazia Software Bajakan

Microsoft terus menggiatkan upaya perang terhadap software bajakan di Indonesia. Kali ini, mystery shopper jadi pilihan jalan.Teknis pelaksanaannya mirip razia secara tersembunyi.

Perwakilan Microsoft menyamar menjadi calon pembeli PC dan berkunjung ke dealer komputer secara acak di pusat-pusat perdagangan komputer. Sejumlah investigator swasta yang didampingi teknisi-teknisi software lalu akan melakukan verifikasi terhadap komputer yang dijual dengan sofware asli dan berlisensi.

Jika ternyata ditemukan dealer yang menjual komputer baru yang mengandung software bajakan, investigator yang menyamar sebagai mystery shopper tersebut akan melayangkan surat peringatan (legal letter). Surat itu dapat menjadi rujukan polisi dan Tim Hukum Microsoft untuk mengambil tindakan hukum.

Kalau enggan berurusan dengan pihak berwajib, dealer komputer dengan software bajakan yang tertangkap diharapkan mau memublikasikan permohonan maaf kepada masyarakat melalui media massa. Sebagai bagian dari proses penyelesaian, mereka juga harus berjanji untuk menjual PC dengan hanya software asli dan membayar kompensasi untuk biaya hukum.

Inisiatif Microsoft diharapkan dapat memberi dukungan kepada dealer-dealer komputer jujur yang saat ini telah menjual komputer yang di-install dengan hanya software asli. Berdasarkan survei investigator di kota-kota seperti Jakarta, Bandung, Medan, Makassar, dan Surabaya, jumlah dealer-dealer jujur mencapai 60%.

“Inisiatif ini berkesan sangat keras. Namun, mohon pahami alasan kami harus melakukannya,” ujar Jonathan Selvasegaram, Regional Attorney yang mewakili Tim Hukum Microsoft di Singapura.

Menurut Jonathan, tahun ini Microsoft menerima 369 keluhan dari konsumen. Mereka melaporkan masalah dengan komputernya yang dibenamkan software bajakan. Para dealer jujur yang selama ini selalu membenamkan software asli juga mengeluh bahwa mereka tidak bisa bersaing dengan dealer yang menjual software bajakan. Jika Microsoft tidak melakukan inisiatif, konsumen akan menanggung akibatnya serta dealer-dealer jujur pun terancam bangkrut.

Dalam mystery shopping di pertokoan Mangga Dua – Jakarta baru-baru ini, Microsoft menemukan 12 dealer jujur. Kedua belas dealer yang kemudian diberi penghargaan.

Software Pengubah Huruf Latin Menjadi Braille Ditemukan Peneliti Universitas Bina Nusantara

MLM for The Blind dirancang bagi penyandang tunanetra oleh para peneliti Universitas Bina Nusantara, Jakarta. Alatnya ringan dijinjing dengan kemampuan sulih huruf Latin ke huruf braille dengan keistimewaan sumber referensinya bisa ribuan judul buku dari e-book.

MLM singkatan dari my learning module. MLM for The Blind adalah mesin atau alat baca bagi para penyandang kebutuhan khusus mata kurang awas.

Mesin berbobot tidak lebih dari 3 kilogram itu hasil pengembangan teknologi informatika sebelumnya. Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara Sablin Yusuf, Kamis (14/10), mengatakan, ”Pada tahun 2004 telah diciptakan peranti lunak komputer untuk pencetakan dengan huruf braille.”

Menurut Sablin, saat itu para perisetnya bekerja sama dengan Yayasan Mitra Netra. Yayasan itu memiliki printer khusus dengan huruf braille.

Mesin pencetak braille tergolong langka di pasaran. Waktu itu teknologinya tidak dilengkapi dengan software (peranti lunak) yang mudah diaplikasikan.

”Kami berhasil mengembangkan peranti lunak untuk pencetakan braille dengan mesin cetak tersebut,” kata Sablin.

Pencetakan teks braille memakan tempat. Dari satu halaman artikel dengan huruf Latin, jika disulih dengan huruf braille akan memakan kertas dengan ukuran yang sama minimal tiga halaman.

Kertas untuk teks braille juga harus relatif lebih tebal. Ini supaya bolong-bolong kertasnya (sesuai karakter braille) mudah diraba ketika dibaca serta lebih awet.

Teks braille memang menjadikan boros kertas. Pemikiran ini mendasari pengembangan MLM for The Blind.

Pada 2008 mulailah dikembangkan rekayasa MLM for The Blind ini dan diselesaikan pada 2009. Pada tahun yang sama, MLM for The Blind sempat diikutkan ke dalam kompetisi Indonesia Information and Communication Technology Award (INAICTA) dan menjadi juara ketiga.

Berikutnya, pada tahun yang sama diikutkan pada kompetisi yang berskala lebih tinggi, yaitu Asia Pasific Information and Communication Technology Alliance Award (APICTA) di Melbourne, Australia, dan mampu menyabet juara kedua.

”Sekarang pemerintah memberi hibah Rp 19.750.000 untuk mengurus paten teknologi ini,” kata Ketua Jurusan Sistem Komputer pada Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara Wiedjaja Atmadja.

Wiedjaja mengatakan, MLM for The Blind harus dimanfaatkan perpustakaan-perpustakaan besar. Museum-museum tentu pula membutuhkan teknologi ini untuk meningkatkan akses layanan informasi bagi para tunanetra.

Lebih kentara

Membandingkan antara teks braille pada kertas dan huruf braille pada MLM for The Blind jelas berbeda. Pada MLM for The Blind jauh lebih kentara.

Titik-titik simpul membentuk huruf braille pada MLM for The Blind menyembul pada panelnya. Sembulan titik-titiknya kuat menonjol sehingga mudah teraba.

Panel khusus itu disebut braille display yang tersusun dari sel-sel braille dan idealnya berisi 40 sel huruf braille dalam satu deret. Namun, dengan 20 sel braille juga sudah mencukupi.

Koordinator Laboratorium Hardware Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara Rico Wijaya menjelaskan, MLM for The Blind menggunakan sumber listrik baterai 6 kali 1,5 Volt. Tenaga listrik ini untuk menjalankan controller saat membaca data e-book (buku virtual atau buku digital).

Data e-book disimpan ke dalam kartu memori tipe MMC atau SD dengan daya tampung maksimal 2 gigabit.

”Memori 2 megabit bisa menampung lebih dari 1.000 judul buku digital,” kata Wiedjaja.

Controller menjadi komputer mikro bagi MLM for The Blind. Controller memiliki cip yang menyimpan mekanisme kerja komputer berukuran mini. Sebelum cip itu ditanam, dimasukkan terlebih dahulu peranti lunak penyulih huruf Latin menjadi huruf braille dengan salah satu bahasa pemrograman komputer, yaitu Bahasa C.

Bahasa C, menurut Wiedjaja, tergolong paling populer. Dengan bahasa komputer ini disusun sistem perintah pengubahan huruf Latin menjadi huruf braille.

Tingkat terendah

Rico mengatakan, penggunaan huruf braille memiliki tingkatan. Setidaknya, dibagi menjadi tingkatan terendah (0), sedang (1), dan paling atas (2).

”Rancangan MLM for The Blind saat ini masih pada tingkatan terendah atau nol,” kata Rico.

Tingkat terendah itu dengan kemampuan mengeja kata dengan satu per satu huruf. Satu kata dengan empat huruf, misalnya, akan dieja menjadi empat huruf braille.

Pada tingkatan berikutnya, penyulihan kata dengan suatu singkatan atau simbol tertentu. Satu kata dengan empat huruf, misalnya, dapat dinyatakan hanya dengan satu atau dua huruf braille saja.

Seperti ketika orang menuliskan kata ”yang”, bisa cukup ditulis dengan ”yg”. Pada tingkatan berikutnya, memungkinkan kata-kata kunci dapat disulih ke dalam huruf braille lebih singkat.

”Pengembangan itu membantu untuk membaca cepat dengan huruf braille,” kata Rico.

Rico mengatakan, pembuatan MLM for The Blind skala laboratorium sekarang ini masih relatif mahal. Harga paling mahal pada komponen sel braille.

Menurut Rico, satu sel braille mencapai Rp 700.000. Padahal, untuk satu perangkat MLM for The Blind dibutuhkan antara 20 dan 40 sel braille.

Komponen lain berupa sistem controller dan kartu memori. Hitungan biaya untuk membuat satu MLM for The Blind antara Rp 25 juta dan Rp 30 juta.

Menurut Wiedjaja, jika diproduksi secara massal, seharusnya jauh lebih murah. Pemerintah pun sudah mendorong melalui pemberian insentif untuk pengurusan paten sehingga diharapkan industri mau meliriknya.

”Sekarang baru diajukan perolehan patennya. Diambil tipe hak paten sederhana karena temuan teknologi ini merupakan perakitan komponen-komponen yang telah ada di pasaran,” kata Wiedjaja.

Sumbangan karya para peneliti di Universitas Bina Nusantara ini memiliki kontribusi besar bagi para penyandang tunanetra. Inovasi teknologi yang jelas-jelas dibutuhkan ini menjadi ujian baru bagi industri untuk berani memproduksinya secara massal.

Microsoft Akan Tindak Tegas Para Pembajak Software

Microsoft menegaskan tidak akan mentolerir perilaku yang membuat dealer komputer, perusahaan, dan konsumen menanggung risiko karena menggunakan perangkat lunak bajakan.

Dalam siaran pers yang diterima ANTARA News Rabu, Jonathan Selvasegaram, Legal Advisor for Intellectual Property Microsoft mengatakan, pihaknya sudah mengambil pendekatan yang bersifat edukatif sebelumnya, tapi juga menyadari kebutuhan akan tindakan yang lebih ‘tegas’.

Hal itu perlu untuk melindungi pembeli dari masalah keamanan dan virus yang bebas ikut terbawa di dalam perangkat lunak bajakan.

Tingginya ancaman kejahatan cyber seperti phishing, hacking dan perangkat lunak palsu, keamanan menjadi agenda utama bagi Microsoft untuk meyakinkan perusahaan dan konsumer untuk memiliki perangkat lunak yang asli dan aman di dalam komputer mereka.

Microsoft sedang melakukan tindakan anti pembajakan untuk mengidentifikasi para penjual PC yang diketahui menjual PC baru yang di-install dengan perangkat lunak Microsoft bajakan kepada pembeli yang bermaksud membeli perangkat lunak asli.

Kampanye anti-pembajakan itu akan dilakukan selama 6 bulan ke depan berupa komunikasi langsung dengan penjual komputer sedang dilakukan pada saat ini.

“Dalam tiga tahun terakhir, kami telah menghabiskan banyak waktu dan upaya untuk mengedukasi para dealer komputer mengenai kerugian akibat penjualan PC yang sudah terisi dengan perangkat lunak bajakan,” katanya.

Dalam kampanye tersebut, penyidik swasta akan melakukan pembelian komputer baru secara acak dan mengirim komputer-komputer tersebut ke teknisi perangkat lunak yang akan menguji apakah komputer tersebut dijual dengan perangkat lunak asli dan berlisensi atau tidak.

“Kami telah melakukan survei dan mengeluarkan surat yang bersifat edukatif dan peringatan kepada lebih dari 2000 dealer,” katanya.

Dealer yang menjual komputer dengan perangkat lunak asli akan menerima surat penghargaan dari Microsoft, sedangkan mereka yang tidak lulus akan menerima surat tuntutan hukum yang akan dikenakan tuntutan hukum perdata atau dilaporkan kepada pihak Kepolisian untuk menghadapi tuntutan pidana.

“Dealer yang menawarkan komputer dengan perangkat lunak bajakan tidak hanya membuat penjual menghadapi menghadapi resiko berupa tindakan hukum dari kepolisian juga resiko berupa  masalah keamanan karena menggunakan perangkat lunak bajakan,” katanya.

Dengan Doc.Com Kini Anda Dapat Berbagi Dokumen Di Facebook

Banyak aplikasi yang bisa dinikmati bersama di Facebook dari game, kuis, dan sebagainya. Facebook juga menyediakan sarana berbagi konten dari teks, foto, hingga video. Nah, kali ini dokumen pun bisa dibagi melalui jejaring sosial tersebut.

Layanan berbagi dokumen tersebut tersedia melalui Docs.com yang dikembangkan Microsoft. Versi beta Docs.com yang diluncurkan Rabu (21/4/2010) memungkinkan pengguna Facebook berbagi, mengedit secara online, dan men-download dokumen yang dibuat software Microsoft.

“Saya sangat bangga mengumumkan peluncuran aplikasi Facebook versi berta terbaru dari FUSE Labs yang dinamakan Docs, juga tersedia di website kami Docs.com,” kata Lili Cheng, dari Microsoft dalam situs layanan tersebut.

Docs.com saat ini masih dalam tahap beta dan dijanjikan akan disediakan untuk semua pengguan Facebook secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan.

Pemerintah Kabupaten Lamongan Mengganti Semua Perangkat Lunak Dengan Open Source

Pemerintah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mulai melakukan migrasi seluruh perangkat software yang digunakan seluruh instansi di bawahnya menggunakan solusi open source. Proses migrasi ini diperkirakan rampung dalam dua tahun.

Hal tersebut dalam rangka memenuhi target bahwa pada akhir 2011, seluruh instansi pemerintahan diharuskan sudah menggunakan perangkat lunak (software) legal. Ini sesuai Surat Edaran Menkominfo nomor 5/2005 tentang Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal di Lingkungan Instansi Pemerintah serta Surat Edaran Menkominfo nomor 01/2009 tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software.

Dalam mendukung kebijakan itu, Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) Lamongan, Selasa (8/12), menggelar Sosialisasi open source software (OSS) dan Pemanfaatan mail.lamongankab.go.id . Asisten Bidang Administrasi Kabupaten Lamongan, Aris Wibawa menyatakan pemahaman sebagian besar masyarakat atas penegakan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) selama ini belum merata.

“Hal itu mendorong masyarakat, tak terkecuali yang berada di lingkungan instansi pemerintahan untuk tetap menggunakan software komputer ilegal atau bajakan,” katanya.

Menurut Aris, semangat untuk menghormati HaKI ini tetap harus diiringi solusi dengan memberikan akses yang mudah untuk memperoleh software yang bukan hanya legal tapi juga murah.

“Dengan software open source, masyarakat bisa mendapatkan perangkat lunak yang legal dan murah, bahkan gratis. Selain itu open source ini ini dikenal relatif lebih kebal terhadap virus,” paparnya.

Aris menyampaikan, saat ini website resmi Pemkab Lamongan telah menggunakan basis software open source dilengkapi sejumlah fasilitas dan fitur-fitur layanan termasuk e-mail dengan domain mail.lamongankab.go.id. Diharapkan penggunaan software open source bisa menjadi sesuatu hal yang biasa di lingkungan Pemkab Lamongan yang nantinya juga berkembang dengan baik di tengah masyarakat.

KPDE Lamongan kedepan berencana mengembangkan open source sendiri untuk setiap unit k omputer di Pemkab Lamongan. “Open source tersebut nantinya akan dikembangkan dari basis operasi Linux. Insya Allah pada 2011 nanti pemanfaatan perangkat lunak berbasis open source di lingkungan Pemkab Lamongan dapat berjalan sukses,” ujarnya.

Cara Sederhana Membandingkan Dokumen

Membandingkan dokumen adalah hal yang kelihatannya sederhana tapi membutuhkan ketelitian dan memakan waktu. Untung Microsoft Word sudah menyediakan tool untuk melakukan perbandingan.

Untuk memunculkan fitur tersebut, ikuti langkah-langkah ini.
1. Klik kanan pada toolbar Anda, pilih [Customize].
2. Pilih tab [Commands].
3. Pada bagian “Categories” pilih [Tools]. Pada bagian “Commands”, cari [Compare and Merge Documents…].
4. Setelah ketemu, klik dan geser fitur tersebut, kemudian letakkan pada toolbar.
Untuk menggunakan fitur tersebut, bukalah dokumen pertama yang belum diubah (dokumen asli), klik icon [Compare Documents…] yang baru kita buat tersebut. Pilih dokumen baru yang sudah diubah. Microsoft Word akan otomatis membuat bagian-bagian yang berubah menjadi berwarna merah.