Category Archives: Internet Banking

PayPal Masuk Pasar Offline Sebagai Penganti Kartu Kredit

PAYPAL selangkah lebih dekat lagi menuju transaksi offline. Layanan transaksi di internet ini berencana menangani pembayaran di toko-toko.

Sistem pembayaran offline akan menjadi lahan besar PayPal yang dimiliki eBay. Tapi sejumlah perusahaan sudah membuat terobosan baru termasuk Square, yaitu sebuah start-up di San Fransisco yang mencoba menggantikan register kas dan terminal kartu kredit dengan membiarkan konsumen melakukan pembelian di ponsel mereka.

Rencana PayPal dalam merambah transaksi offline adalah membuat alat pembayaran yang tersedia untuk pedagang sehingga mereka dapat menggunakan terminal kartu kredit untuk menerima pembayaran melalui PayPal.

Dalam tiga pilihan, pembeli dapat memasukkan nomor telepon mereka dan empat digit pin untuk melakukan pembayaran rekening PayPal mereka. Pembeli juga dapat mengakses telepon mereka di terminal atau toko. Lalu, pilihan yang ketiga adalah mereka menggesekkan kartu PayPal.

“Kami ingin menyediakan pembayaran yang aman bagi konsumen. Dan tidak memaksa teknologi pada konsumen atau pedagang,” jelas VP of Global Product and Experience Pay Pal Sam Shrauger. PayPal kini memiliki lebih dari 100 juta akun pengguna aktif dan mendapatkan komisi di setiap transaksi online dan offline nantinya

Tips Hindari Phising dan Aman Di Internet Dari Symantec

Symantec mengawasi sebuah laman phishing atau penipuan yang menyamar sebagai sebuah perusahaan peranti lunak terkenal untuk menawarkan produk peranti lunak dengan harga diskon.

Laman palsu itu mengincar seberapa banyak pengguna dengan segel keamanan palsu seperti pengguna diminta memasukan informasi tagihan mereka, informasi pribadi, dan rincian kartu kredit untuk melengkapi pembelian mereka, informasi itu seperti alamat email pengguna dan nomor telepon, dalam siaran pers yang diterima Antara News pada Senin (12/9).

Karena itu, Symantec menyarankan pengguna Internet untuk melakukan tips-tips di bawah ini.

- Tidak mengklik link yang mencurigakan dalam pesan email.

- Hindari memberikan informasi pribadi.

- Jangan pernah memasukkan informasi pribadi pada halaman atau layar pop-up (halaman yang muncul secara tiba-tiba).

- Saat memasukkan informasi pribadi atau finansial, pastikan laman itu terenkripsi dengan sertifikat SSL.

Tips Aman Untuk Bertransaksi Melalui Mobile Banking

FASILITAS mobile banking yang ditawarkan berbagai bank saat ini merupakan salah satu cara untuk mempermudah transaksi perbankan Anda kapan pun dan di mana pun. Tapi, seberapa aman penggunaannya?

Phil Blank, direktur keamanan, risiko, dan penipuan di Javelin Strategy and Research, seperti dikutip situs money.msn.com mengatakan, menggunakan ponsel Anda untuk bertransaksi perbankan di mana saja bisa menjadi sebuah kenyamanan. Tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak mengakses rekening bank melalui ponsel, asalkan Anda mengikuti sejumlah prosedur dasar berikut ini:

Do:
1. Gunakan aplikasi bank Anda untuk mobile banking atau aplikasi keuangan lain yang tepercaya. Unduh langsung aplikasi tersebut dari toko aplikasi untuk jenis ponsel Anda, entah itu iPhone, Android, dan lain-lain.
2. Perlakukan ponsel Anda sebagaimana Anda memperlakukan perangkat komputer pribadi. Misalnya, dengan menginstal perangkat antivirus pada ponsel untuk meminimalisasi risiko.
3. Awasi selalu keberadaan ponsel Anda. Berbeda dengan komputer, ponsel lebih gampang terselip atau tercecer dari saku baju atau tas. Jadi, sering-sering memeriksa keberadaannya untuk memastikan ponsel Anda tetap berada di tempat yang aman ketika bepergian.

Don’t:
1. Jangan menggunakan akses Wi-Fi publik untuk melakukan bisnis perbankan Anda. Sebab, Anda tidak bisa memastikan jaringan itu aman. Sebaiknya, pilih jaringan nirkabel yang memerlukan kata kunci keamanan jaringan atau memiliki beberapa bentuk keamanan lainnya.
2. Jangan menjadi yang pertama dalam antrean untuk menggunakan aplikasi baru bank Anda. Tunggu sampai sekitar 30 sampai 40 hari, kemudian baru mengunduh dan menggunakannya. Pasalnya, kadang-kadang versi awal dari sebuah aplikasi mengandung malware dan tidak aman.
3. Jangan pernah mengirimkan pesan teks lewat ponsel Anda yang berisi informasi sensitif seperti nomor rekening tabungan atau password akun Anda.
4. Jangan tertipu oleh email atau pesan teks yang meminta informasi pribadi. Sering kali, itu adalah pesan phishing yang mengaku dari bank Anda dan meminta Anda untuk mengklik link yang disediakan untuk memperbarui informasi rekening. Selain itu, hindari pula mengunjungi setiap situs yang tidak Anda kenali.

Daftar Lengkap dan Alasan Perusahaan Yang Dibeli Google Termasuk Motorola

Raksasa Internet Google hari ini mengumumkan akan mengakuisisi produsen ponsel Motorola senilai US$ 12,5 miliar atau sekitar Rp 106,5 triliun. Dalam blog resmi Google, CEO Google Lary Page menyatakan kolaborasi Motorola dengan sistem operasi Android telah menciptakan kedua perusahaan.

“Kami akan mengembangkan ekosistem seluruh Android untuk kepentingan konsumen, mitra, dan pengembang. Saya menyambut Motorola masuk ke keluarga kami,” kata dia. Dengan akuisisi ini, Motorola akan memegang lisensi Android dan Android akan tetap jadi sistem operasi terbuka. “Motorola akan menjadi unit bisnis yang terpisah,” ujarnya.

Sanjay Jha, CEO Motorola Mobility, mengatakan transaksi ini menawarkan nilai yang signifikan bagi pemegang saham Motorola Mobility. ”Kami telah berbagi kemitraan yang produktif dengan Google untuk memajukan platform Android dan sekarang melalui kombinasi ini kita akan mampu berbuat lebih banyak untuk berinovasi dan memberikan solusi mobilitas yang luar biasa di seluruh perangkat mobile kami,” kata dia.

Akuisisi ini diharapkan akan kelar akhir tahun atau awal tahun depan. Ini merupakan akuisisi terbesar Google hingga saat ini. Berikut ini daftar akuisisi yang pernah dilakukan oleh Google.

1. Situs iklan online DoubleClick
Akuisisi: 13 April 2007
Harga: US$ 3,1 miliar

2. Sistem operasi mobile Android
Akuisisi: 17 Agustus 2005
Harga: Diperkirakan US$ 50 juta

3.Platform iklan mobile Admob
Akuisisi: 9 November 2009
Harga: US$ 750 juta

4. Situs berbagi video YouTube
Akuisisi: 9 Oktober 2006
Harga: US$ 1,65 miliar

5. Perangkat Lunak ITA
Akuisisi: 1 Juli 2010
Harga: $ 700 juta

6. Jejaring sosial berbasis lokasi Dodgeball
Akuisisi: 12 Mei 2005
Harga: tak diketahui

Yahoo! Digugat Pemegang Saham Karena Menjual Alipay Pada China

Yahoo! Inc digugat para pemegang sahamnya. Pemilik portal web terbesar di Amerika Serikat (AS) ini dianggap telah menyesatkan pemegang saham dalam pemisahan Alipay, bisnis pembayaran online di China, yang dimiliki Alibaba Group Holding Ltd.

Para pemilik saham perusahaan yang berbasis di Sunnyvale, California, itu mengajukan komplain ke pengadian federal San Francisco, Rabu (9/8/2011). Dalam gugatan itu, mereka mengklaim penyedia layanan mesin pencari itu tak mernberitahu mereka hingga 10 Mei bahwa investasi senilai 1 miliar dollar AS di Alibaba terganggu spin-off Alipay.

Sebelumnya, manajemen Yahoo! sendiri berjanji akan memberi informasi kepada investor soal pengalihan Alipay paling lambat 31 Maret 2011. Pasalnya, menurut pengaduan itu, pengalihan ini bakal mengurangi nilai investasi Yahoo! di Alibaba hingga miliaran dollar AS.

Gugatan itu diajukan atas nama Twin City Pipe Trades Service Association yang berpusat di Saint Paul, Minnesota. Sayang, Dana Lengkeek, Juru Bicara Yahoo! tak segera memberi konfirmasi untuk Bloomberg.

Sekadar informasi, Jack Ma, Chairman Alibaba mengalihkan Alipay, salah satu usaha yang semula menjadi bagian Alibaba, ke sebuah perusahaan yang berada di bawah kendalinya. Sebagai pemilik 43 persen saham Alibaba, Yahoo! menentang keras pengalihan kepemilikan Alipay itu. Yahoo! merasa tak diikutsertakan dalam proses pengalihan itu.

Peraturan China yang mempercepat proses spin-off ini, sebenarnya telah melakukan antisipasi pada 2009 lalu. Aturan itu menuntut Yahoo! atau Alibaba untuk melepaskan keterkaitannya dengan Alipay. Namun, Yahoo! gagal membangun strategi untuk memulihkan nilai kepemilikannya di Alibaba.

Sementara itu, pada 29 Juli lalu, Alibaba mengatakan, dua pemegang saham terbesarnya, yakni Yahoo! dan Softbank Corp, perusahaan operator telepon seluler di Jepang, menyetujui sebuah kesepakatan kompensasi. Dalam kesepakatan itu, Alibaba akan menerima 6 miliar dollar AS dari pengalihan Alipay.

Persetujuan ini sekaligus mengakhiri sengketa empat bulan antara Alibaba dan para pemegang saham asingnya, terkait pemisahan Alipay

UMKM Usaha Micro Kecil Menengah Indonesia Harus Menguasai Teknologi Informasi

Hanya sedikit pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang sadar bahwa penguasaan teknologi informasi (TI) dapat membuka peluang lebih lebar bagi usaha mereka.

Fakta itu menjadikan daya saing rata-rata pelaku UMKM di Tanah Air kian rendah ditambah dengan semakin ketatnya kompetisi terutama dalam menghadapi perusahaan besar dan pesaing modern lainnya.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat justru telah menempatkan UMKM pada posisi yang kurang menguntungkan.

Hal itu karena sebagian besar UKM menjalankan usahanya dengan cara-cara tradisional, termasuk dalam produksi dan pemasaran.

Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Choirul Djamhari, mengatakan bahwa belum banyak UMKM di Tanah Air yang mengenal dan menggunakan teknologi informasi dalam menjalankan usahanya.

“Padahal, penggunaan teknologi akan sangat membantu usaha skala mikro dan kecil untuk bisa lebih berkembang,” katanya.

Ia menambahkan selama ini salah satu tantangan yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan akses terhadap sumber daya produktif, termasuk teknologi, sarana pemasaran, dan informasi pasar.

Selain itu, masalah yang dihadapi oleh UKM di negara-negara berkembang sebenarnya bukanlah karena ukurannya, tetapi lebih karena isolasi yang menghambat akses UKM kepada pasar, informasi, modal, keahlian, dan dukungan institusional.

“Meskipun peluang yang dibawa oleh TI sangat besar, banyak penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adopsi TI oleh UKM di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar,” katanya.

Menurut hasil studi lembaga riset AMI Partners pada 2007, hanya 20 persen UKM di Indonesia yang memiliki komputer.

Choirul menduga rendahnya adopsi TI oleh UKM di Indonesia disebabkan oleh kurangnya pemahaman peran strategis yang dapat dimainkan oleh TI terkait dengan pendekatan baru pemasaran, berinteraksi dengan konsumen, dan bahkan pengembangan produk dan layanan.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong perusahaan besar termasuk perusahaan TI untuk memberikan sumbangsih keterlibatan dalam upaya mengkoneksikan UMKM dengan TI.

Salah satu perusahaan TI, PT Bakrie Connectivity, perilis layanan data dan internet AHA Office in the Box (OIB) juga telah menyatakan membidik pasar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang terdata berjumlah 54,7 juta unit.

“Permintaan teknologi informasi pada pasar UMKM semakin meningkat ditambah pertumbuhan jumlah UMKM yang makin cepat di mana saat ini tercatat jumlahnya mencapai 54,7 juta unit dan menyumbangkan sekitar 53 persen GDP Indonesia. Kami merasa sayang jika segmen ini tidak digali lebih lanjut,” kata Komisaris Utama perusahaan tersebut, Anindya Bakrie di Jakarta, belum lama ini.

Anindya menilai melibatkan diri dalam pasar UMKM justru merupakan peluang yang sangat cerah, oleh karena itu ia mulai menggarap sektor UMKM salah satunya melalui layanan paket internet bisnis yang didesain khusus untuk para pelaku UMKM.

Anindya bahkan berani mengklaim bahwa produknya berupa AHA Office-in-a-Box yang berbasis jaringan CDMA 1X-EVDO Rev A akan menjadi solusi bisnis online bagi UMKM karena dirancang untuk mendukung dan meningkatkan daya saing UMKM.

“Penggunaan AHA Office-in-a-Box akan memberikan keunggulan kompetitif bagi UMKM dan dapat bersaing lebih baik dalam industri yang mereka jalani,”katanya.

AHA OIB merupakan paket internet untuk pebisnis UMKM yang terdiri atas beberapa paket dengan harga yang berbeda, dilengkapi koneksi AHA EVDO dengan kecepatan 3,1 Mbps.

Melek TI

Tak mau kalah, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT Telkom) bahkan menyatakan telah memiliki 160.000 usaha kecil menengah (UKM) binaan di seluruh Indonesia.

Saat ini PT Telkom mempunyai misi mengenalkan 60 persen di antaranya kepada teknologi.

“Agar mereka bisa jualan secara online,” kata Pengelola Program Kemitraan Community Development Centre PT Telkom, Asep Saefullah, kepada wartawan belum lama ini.

Dengan berjualan melalui dunia maya, produk UKM cepat dikenal masyarakat, bahkan hingga ke mancanegara. Asep menyebut program tersebut sudah dijalankan sejak tahun lalu. Hingga kini baru dua kali angkatan pelatihan, dengan total peserta sekitar 600 UKM binaan.

Materi yang diberikan seputar pengenalan internet, bagaimana mengunggah materi promosi ke internet, dan cara melayani penjualan, termasuk pembayaran.

Perusahaan TI lain yang bergerak di bidang piranti lunak yang telah lama beroperasi di Indonesia juga enggan ketinggalan.

Microsoft Indonesia belum lama ini mengumumkan telah memberi dana 30 ribu dolar AS untuk mendukung program pemberdayaan UMKM bidang teknologi informasi.

Menurut Next Web lead Microsoft Indonesia, Risman Adnan, program tersebut akan diikuti 100 perusahaan UKM di seluruh Indonesia pada tahun pertama.

Risman mengatakan, setiap UKM bidang teknologi informasi dapat memanfaatkan program tersebut dengan syarat UKM tersebut berjumlah 10 orang.

“Selain itu UKM yang telah menerima bantuan wajib melakukan inovasi atau pengembangan usaha dalam waktu 6 bukan sejak menerima bantuan. Syarat yang kita berikan lebih ringan dibanding India, kalau India syaratnya tiga tahun,” katanya.

Program ini, sambungnya dirancang untunk memajukan UKM TI dari segi inovasi dan desain. Program ini juga untuk menciptakan pasar yang lebih luas karena banyak tergabung dalam banyak jaringan.

Pengguna bertambah

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring, menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong terus berkembangnya teknologi dan informasi.

Tifatul berpendapat, perluasan akses telekomunikasi bagi sektor UMKM sangat penting karena hal tersebutlah yang akan meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar UMKM.

“Penggunaan internet bagi UMKM akan memungkinkan mereka untuk bisa go internasional,” katanya.

Pihaknya mencatat saat ini pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 45 juta orang meski sebagian besar masih seputar pengguna jejaring sosial. Namun ke depan Menteri Tifatul berharap penggunaan internet akan berkembang ke arah dan tujuan yang lebih produktif.

Namun, fakta yang ada tidak dapat dipungkiri bahwa adopsi TI di kalangan UKM Indonesia masih rendah.

Meski demikian, banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan adopsi TI di antaranya peningkatan keahlian pelaku UKM dalam pemanfaatan TI melalui berbagai pelatihan dan pendampingan merupakan salah satunya.

Banyak pihak dapat berperan, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, maupun lembaga swadaya masyarakat.

Tetapi, hal pertama yang harus dilakukan adalah peningkatan kesadaran (awareness) pelaku UKM terhadap potensi strategis TI dalam pengembangan usaha.

Tanpa kesadaran itu, rasanya akan sulit memotivasi pelaku UKM untuk mengadopsi TI. Singkat kata, pilihan UKM untuk masuk pasar global yang sudah terbuka hanya satu: “gunakan TI atau mati!”

Telkomsel Akan Luncurkan SIM Card yang Berfungsi Seperti Kartu Kredit Bulan Mei 20111

Telkomsel siap menghadirkan sistem pembayaran mobile dengan menggunakan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dan Near Field Communication (NFC) di Indonesia pada tahun 2011.

RFID merupakan teknologi identifikasi data jarak jauh yang bisa ditanamkan dalam kartu selular ponsel dan kemudian digunakan untuk melakukan pembayaran. Sementara NFC serupa dengan RFID hanya teknologi itu tidak dibenamkan pada kartu selular tetapi dipasang langsung pada ponsel.

“Seperti dompet mobile,” tegas Gideon dalam diskusi bertajuk ‘Tren Bundling Sebagai Strategi Mengatasi Kejenuhan Pasar Di Industri Selular” di Jakarta, Kamis.

“Bisnis model sedang kami siapkan dan yang akan kami jalankan tahun ini adalah sistem RFID sementara NFC akan menjadi target selanjutnya,” ia melanjutkan.

Gideon berencana teknologi mobile terbaru yang didukung Telkomsel itu sudah bisa diterapkan di paruh kedua 2011.

“Di sekitar Mei hingga Juni kita harapkan sudah difinalisasi,” ia menjelaskan.

Menurutnya teknologi ini punya potensi menggeser kebiasaan transaksi masyarakat dari menggunakan uang tunai atau kartu kredit kepada sistem pembayaran mobile menggunakan telepon selular.

“Tentu saja akan mengubah kebiasaan orang karena mereka tidak lagi perlu membawa uang tunai tetapi dengan ponsel segalanya bisa dilakukan. Lebih praktis,” tukas Gideon.

Menggunakan teknologi mobile terbaru itu, pengguna ponsel bisa melakukan pembayaran hanya dengan mendekatkan ponsel ke alat pindai yang biasanya dipasang di kasir. Seperti pada kartu kredit atau debit, hanya tidak perlu digesek.

Harapannya setelah diperkenalkan pada paruh kedua tahun ini teknologi pembayaran online akan marak digunakan tahun 2012 dan mencatatkan transaksi yang tinggi.

“Tahun ini adalah tahun edukasi, biar masyarakat belajar tetapi kami berharap tahun depan teknologi ini akan semakin ramak digunakan dan mencatat tingkat transaksi yang tinggi,” pungkas Gideon.

Comodo Hacker Peretas Iran Yang Membalas Serangan Stuxnet

Seorang hacker (peretas) asal Iran mengaku bertanggung jawab atas serangan kepada sebuah perusahaan keamanan komputer.

Seperti diwartakan Telegraph, peretas itu mengatakan serangannya dilancarkan dalam rangka balas dendam atas serangan virus Stuxnet pada program nuklir di negaranya.

Pengakuan itu menyusul pembobolan terhadap Comodo Group, perusahaan “pemberi sertifikasi” yang menjual jasa sebagai pihak ketiga yang independen dalam memastikan enkripsi antara komunikasi pengguna dan situs web-nya.

Integritas dari enkrispsi adalah bagian fundamental dari keamanan web, misalnya mampu mengagalkan penyerang yang memantau email atau mencuri rincian online banking.

Pekan lalu Comodo mengungkapkan terpaksa membatalkan sembilan sertifikat digital untuk layanan web provider antara lain Google, Microsoft, Skype dan Yahoo setelah ada masalah penipuan yang dilakukan seorang pembobol sistem.

Serangan itu telah dilacak hingga ke Iran, dan kini seorang individu muncul dan mengaku bertanggung jawab.

Pesan – pesan yang diposting online pada Sabtu (26/3) mengklaim bahwa seorang hacker berusia 21 tahun mampu untuk membobol ke dalam Comodo dengan “Sangat,sangat cepat”.

“Comodohacker”, sebagaimana ia menamakan dirinya, mengatakan bahwa dia menggunakan “pengalaman dari 1.000 peretas” untuk mempertahankan kepemimpinan Iran dan ilmuwan nuklir negara itu dalam melawan musuh internasional dan domestik.

Lewat sebuah pesan yang panjang, yang ditulis dalam bahasa Inggris ia sesumbar “Saya tahu anda sangat terkejut dengan pengetahuan saya, kemampuan saya, kecepatan, dan keahlian saya dan seluruh serangan itu. Semuanya begitu mudah buat saya.”

Comodohacker mencerca khususnya Stuxnet, sebuah virus yang sangat mutakhir yang tahun lalu mengganggu sistem kendali terpusat pada situs pengayaan uranium Iran di Natanz.

Investigasi forensik dari serangan itu secara kuat mengindikasikan bahwa hal itu merupakan sebuah operasi gabungan yang dilakukan oleh AS dan Agen intelejen rahasia Israel.

“Ketika AS dan Israel menciptakan Stuxnet, tak seorang pun berbicara mengenai hal itu, tak ada yang bersalah, tak ada yang terjadi sama sekali, sehingga ketika saya membobol sertifikat tak ada apapun yang akan terjadi, saya ulangi, ketika saya membobol tak ada apapun yang akan terjadi,” kata comodohacker.

“Jika anda melakukan praktik kotor Internet di Iran, saya sarankan anda untuk menghentikan pekerjaan anda, dengarkan suara rakyat di Iran, jika tidak, anda akan berada dalam masalah besar, dan juga anda bisa-bisa pergi dari dunia digital dan kembali menggunakan alat hitung manual.”

Pembobolan pertama terdeteksi pada 22 maret oleh Jacob Appelbaum, seorang peneliti keamanan di proyek Tor, yang merupakan sebuah LSM berbasis di AS. LSM tersebut membuat piranti lunak yang digunakan oleh kaum oposisi di Iran dan di manapun guna mencegah pengintaian internet.

Pada 16 maret Appelbaum mendapati bahwa Mozilla dan Google secara diam-diam memperbaharui browser firefox dan chromenya untuk membatalkan sertifikat digital yang tampaknya diterbitkan Comodo.

Perusahaan itu kemudian terpaksa mengakui bahwa pihaknya telah dibobol pada 15 Maret – melalui sistem yang digunakan oleh mitranya di Eropa yang bertugas menerbitkan sertifikat digital. Comodo mencurigai adanya pemerintah yang terlibat.

Bayar Kopi Starbuck Dengan Kartu Digital

Starbuck boleh jadi gerai kopi yang paling tahu keinginan pelanggannya. Sekaligus tak alergi dengan teknologi IT, khususnya ponsel. Tempo hari, perusahaan ini mengembangkan layanan pembayaran digital bergerak bernama Starbuck Card Mobile payment. Aplikasi yang dibuat adalah untuk platform BlackBerry, iPhone, dan iPad. Proses uji coba itu tampaknya tak mengalami kendala.

Langkah ini diambil Starbuck karena begitu banyak permintaan dan ide melakukan pembayaran lewat ponsel. “Teknologo mobile adalah bagian dari kehidupan rutin para pelanggan kami. Kami juga melihat begitu banyak orang yang menggunakan ponsel sebagai dompet mobile mereka,” kata Brady Brewer, VP Starbuck Card and Loyality.

Brewer mendengarkan komentar dari pelanggan gerai kopinya itu. “Mereka membutuhkan kecepatan (pelayanan, RED) dan pembayaran yang lebih menyenangkan. Karena itulah kami menawarkan hal ini kepada pelanggan di New York dan Long Island,” lanjutnya menyebut dua kawasan yang menjadi proyek percontohan.

Keputusan ini juga berdasarkan riset yang menyatakan bahwa 71 persen pelanggan Starbuck menggunakan BlackBerry dan iPhone. Lewat program Starbuck Card Mobile ini sebelumnya tercatat pelanggan melakukan isi ulang alat bayar hingga mencapai 1 milyar dollar selama 2010 ini saja. Sementara itu penjualan kartu juga mengalami kenaikan sampai 17 persen.

Hal ini menandakan bahwa tren pembayaran macam ini sudah mulai disukai, sekaligus dalam rangka mengurangi produksi kartu Starbuck versi tradisional yang terbuat dari plastik

Internet Banking Ternyata Tidak Sepenuhnya Aman … Hanya 50 Persen Aman

Sistem perbankan internet tidak sepenuhnya aman dari tindak kejahatan ataupun kesalahan sistem yang merugikan nasabah. Ketertutupan perbankan demi menjaga kredibilitas dan kepercayaan nasabah membuat kasus-kasus perampokan melalui internet banyak yang tidak dilaporkan kepada polisi.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Tim Insiden Keamanan Internet dan Infrastruktur Indonesia (ID-SIRTII) M Salahuddien Manggalany seusai seminar ”Pencegahan Perampokan di Internet Banking” dan peluncuran XecureBrowser di Jakarta, Rabu (20/10).

Berdasarkan pantauan ID-SIRTII, upaya gangguan terhadap sistem perbankan internet (internet banking) bisa mencapai puluhan kali per situs dalam satu hari. Kasus hanya terungkap apabila korban mengumumkan kerugiannya kepada publik.

Konsultan Senior Keamanan Internet Gildas Deograt-Lumy mengatakan, titik yang paling mudah diserang dalam sistem perbankan internet adalah nasabah. Selain karena pengamanan sistem di bank lebih baik, komputer yang digunakan nasabah umumnya dipakai untuk berbagai hal sehingga rentan diserang dan dikontrol pihak lain.

Apabila perampok berhasil mencuri sertifikat digital nasabah, sistem keamanan bank tidak akan mampu lagi melindungi data nasabah. Pihak yang mencuri data rekening nasabah itu akan bertransaksi melalui internet dengan bank tanpa pemilik rekening asli menyadarinya.

Sistem transfer antarrekening melalui internet umumnya tidak ada batasan, berbeda dengan transfer melalui anjungan tunai mandiri yang dibatasi. Karena itu, rekening nasabah bisa dikuras habis oleh perampok lewat internet.

Menurut Gildas, banyak bank yang alamat situs perbankan internetnya tidak jelas dan berbeda jauh dengan nama banknya. Hal ini membuat nasabah tidak memiliki rujukan pasti alamat situs perbankan internet.

Untuk membantu nasabah melindungi transaksinya melalui perbankan internet, XecureIT meluncurkan XecureBrowser yang bisa diunduh secara gratis di www.xecureit.com/xb. Alat ini bisa digunakan untuk bertransaksi perbankan lewat internet pada 30 bank di enam negara.

”Maksimal, XecureBrowser hanya bisa melindungi keamanan data nasabah selama transaksi internet banking hingga 50 persen. Namun, itu jauh lebih baik daripada mengakses langsung situs internet banking-nya,” katanya.

Proses pengembangan peranti lunak ini lebih lanjut diperkirakan akan mampu melindungi nasabah hingga 80 persen. Peranti ini tidak bisa melindungi nasabah secara penuh karena teknik gangguan yang dikembangkan perampok jauh lebih cepat.

Sayangnya, menurut Salahuddien, perbankan nasional enggan untuk diajak mengembangkan peranti lunak tersebut. Jika mengakomodasi peranti lunak tersebut, itu sama dengan mengakui bahwa sistem keamanan perbankan saat ini lemah.

Praktisi teknologi informasi, Onno W Purbo, menyarankan agar peranti lunak tersebut dipasarkan ke pasar internasional terlebih dahulu. Secara psikologis, perbankan nasional baru mau menggunakan sebuah sistem baru jika sudah digunakan secara internasional.