Category Archives: Entertainment

Penjualan Notebook Laptop Untuk Main Games Kian Marak

Perusahaan komputer jinjing berlomba memanjakan pecinta game. Toshiba Singapore Computer Systems Divission (CSD) meluncurkan notebook PC gaming Qosmio F750 dan Qosmio X770.

Divisi Toshiba Singapore Pte Ltd. itu mengklaim diri sebagai produsen komputer jinjing tiga dimensi (3D) pertama tanpa kacamata khusus di Indonesia. Devi Yosita, Manager Pemasaran Divisi Sistem Komputer Toshiba, bilang dua varian Qosmio tersebut diperuntukkan bagi gamer mapan. “Qosmio termasuk produk premium, benar-benar khusus untuk gamer yang freak” ucap Devi kepada KONTAN, pekan lalu.

Devi menjelaskan, produk dipersenjatai teknologi terbaik. Yaitu, prosesor Quad Core Intel Core i7 Generasi Kedua yang dipadu dengan NVIDIA GeForce GT 540M Graphics Processors. “Memorinya VRAM 2 gigabyte, super cepat. Belum lagi hard drive-nya 640 giga,” tambah Devi.

Perusahaan juga menambahkan beberapa fasilitas 3D baru di Qosmio X770. “Ada video konferensi 3D dan merekam foto 3D. Interaksi gamers dengan sesama lebih hidup,” kata Devi. Selain itu, Toshiba melengkapi Qosmio dengan subwoofer tambahan supaya audio yang dihasilkan lebih menggelegar.

Menurut Devi, Qosmio 3D mulai dipasarkan di Jakarta pekan ini. Qosmio F750 layar 15 inchi dibanderol US$ 1.449 per unit. Sementara Qosmio X770 US$ 2.559 tiap unit.

Devi optimistis Qosmio diterima pasar kendati ceruknya terbilang kecil. “Jujur saja ini masih terbatas, soalnya biaya produksi masih tinggi. Kalau penjualan bagus, nggak menutup kemungkinan harga turun,” ujar Devi.

Mariana Kasim, Direktur Pemasaran dan Komunikasi Hewlett Packard (HP) Indonesia, bilang bisnis notebook gaming memang menjanjikan. Sejak meluncurkan HP NC 3D tahun lalu, penjualan naik 50% saat ini. HP NC dijual seharga US$ 1.500 per unit dengan ukuran 17 inchi.

Saking semangat, HP meluncurkan HP Seri DV6 seharga US$ 1.300 ukuran 16 inchi pada Mei lalu. “Dari segi gaming, kemampuan grafisnya makin bagus ketimbang NC,” terang Mariana kepada KONTAN.

Agustus mendatang HP meluncurkan Seri DV4 ukuran 14 inchi dan seri terbaru NC. Kendati belum memasarkan notebook gaming 3D tanpa kacamata khusus, perusahaan optimistis varian baru lekas diserbu pasar. Mariana pede karena kualitas sound system makin powerfull plus headset.

Mariana tak menampik pasar notebook gaming belum besar. Tapi, saban bulan penjualannya terus bertumbuh. “Kami targetkan penjualan tumbuh di atas pasar notebook, berarti di atas 20%-30%. Kalau bisa kami tetap leading,” harap dia

Bisnis Membuat Games Untuk Social Network Kian Menggiurkan Dengan Keuntungan Besar

Perkembangan industri game kini tak sekadar untuk hiburan bagi penggunanya. Berkembangnya sosial media ternyata juga mempengaruhi perkembangan “social game” di mana aplikasi-aplikasi game mulai masuk ke dalam sosial media. Kenyataan ini, bisa jadi lahan subur untuk meraup keuntungan bagi para developer.

Sebelum bicara tentang bisnis model, sebaiknya developer menganalisis behaviour para gamer. “Gamer itu ada bermacam-macam. Ada Core Gamer, Status Gamer, Actual Gamer, dan Social Gamer. Sebelum masuk ke dalam bisnis game anda harus tahu dulu akan masuk ke pasar gamer yang mana, di antara empat jenis gamer ini,” ujar Marlin Sugama, Co-Founder of Main Studios, salah satu pembicara dalam seminar Sparx Up dengan tema “The Rise of Social Game” di IDS, Epicentrum, Jakarta, Kamis (23/6/2011).

Menurut Marlin, Core gamer adalah pemain game yang menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk bermain game. Bahkan bisa tiga hari tiga malam berada di depan layar komputer atau perangkat game miliknya. Sedangkan Status Gamer adalah pemain game yang hanya senang mengumpulkan gadget-gadget yang di dalamnya menyediakan aplikasi game. Status gamer bahkan tidak pernah menamatkan setiap game yang dimainkannya karena yang dicari hanya status sosial bahwa ia pencinta game dan memiliki semua gadget dan peralatan game dari produk lama hingga produk terbaru.

Actual gamer adalah pemain game yang hanya memainkan game di sela-sela kesibukan melalui handphone, laptop, atau tablet miliknya. Sedangkan social gamer adalah pemain game yang memainkan aplikasi game melalui sosial media dengan tujuan memperluas jaringan pertemanan.

“Orang yang bermain game di Facebook belum tentu masuk kategori social gamer. Kalau dia tidak bertujuan memperluas pertemanan dan hanya memainkan aplikasi secara terus-menerus, dia bisa masuk kategori core gamer,” tambah Marlin.

Setelah mengetahui jenis-jenis gamer dan perilakunya, developer game bisa mulai membangun game dengan fokus kepada satu jenis gamer. Social gamer adalah salah satu pasar yang bagus pada masa kini karena meningkatnya jumlah pengguna sosial media cukup signifikan untuk menjadi target bisnis game.

Berdasarkan data dari Dean Takahashi yang dijelaskan Marlin, untuk membangun social media game, seorang developer membutuhkan budget minimal 100.000 – 300.000 dollar AS dengan developing time selama 4 hingga 12 minggu, dan developing team berjumlah minimal 10 orang. Setelah game dibangun dan dipublikasikan, hal penting yang harus selalu dilakukan adalah melakukan weekly feature update dan merespon balik setiap feedback dari pengguna.

“Weekly feature update harus rutin dilakukan, kalau tidak, gamer akan bosan. Namun, update mingguan ini membutuhkan biaya yang besar, jadi Anda juga harus memikirkan timbal balik uang dari gamer. Jangan bangga game anda dimainkan ratusan ribu bahkan jutaan pengguna, tapi kalau tidak ada uangnya, percuma Anda berbisnis game,” ungkap Marlin.

Untuk mendapatkan penghasilan dari bisnis game ini, developer harus menentukan bisnis model yang dijalankannya.

Untuk mendapatkan penghasilan dari bisnis game ini, developer harus menentukan bisnis model yang dijalankannya. Bisnis model untuk video game adalah dimulai dari developer ke publisher, hingga ke end user. Sedangkan bisnis model untuk mobile game adalah dimulai dari developer ke perusahaan porting, lalu ke publisher, baru sampai ke end user.

Perusahaan porting adalah penyedia layanan porting untuk aplikasi game pada perangkat mobile. “Game yang sudah jadi, harus di-porting agar bisa support untuk banyak handset. Standar porting adalah 250 kali. Jadi satu game saja harus di-porting selama 250 kali. Maka, untuk developer yang ingin berbisnis di aplikasi mobile, harus menyediakan budget tambahan untuk porting ini,” jelas Marlin.

Setelah mengetahui bisnis model, developer bisa menentukan cara pembayaran. Cara pembayaran untuk game yang selama ini dilakukan diantaranya melalui subscribe, download, atau F2P (free to play). Marlin menyarankan menggunakan F2P untuk mengembangkan social game. F2P juga memiliki beragam pilihan, yakni item mall, donations, exclusive sponsorship, dan Ingame/advergaming.

Sistem pembayaran item mall adalah game yang dimainkan gratis di awal namun untuk beberapa item tertentu, gamer harus membayar sejumlah uang. Jika memilih untuk tetap main secara gratis, gamer hanya memiliki akses yang terbatas pada beberapa item tertentu saja. Sedangkan sistem pembayaran donations adalah memberikan kesempatan kepada gamer untuk mendonasikan sejumlah uang tanpa diberi target tertentu. Gamer bisa mentransfer sesuai kemampuannya.

Lalu sistem pembayaran exclusive sponsorship adalah anda membangun game untuk digunakan marketing communications sebuah perusahaan untuk menyampaikan pesan-pesan produk. Beberapa perusahaan seperti produsen rokok dan minuman ion pernah melakukan hal ini untuk mengedukasi konsumen tentang produk sekaligus mendekatkan perusahaan dengan konsumen. Seluruh biaya produksi akan ditangung perusahaan dan anda pun akan bisa memperoleh keuntungan.

Terakhir adalah sistem pembayaran dengan ingame/advergaming adalah anda memasukkan iklan sponsor di sisi kanan atau kiri game, atau bahkan setelah game usai dimainkan. Iklan tersebut juga bisa berupa link ke anak perusahaan anda sendiri atau link ke game lain yang juga anda kembangkan. Sistem ini biasa disebut cross promotion. Sistem ini pernah dilakukan oleh Zynga, yang membuat para gamer mengenal semua game yang dikembangkan Zynga tanpa perlu promosi yang berlebihan.

Sembilan dari 10 Warga Selandia Baru Mengunduh Film Online Tanpa Bayar

Hampir sembilan dari setiap 10 warga Selandia Baru mengunduh film tanpa membayar melalui internet, demikian jajak pendapat terkini.

Berdasarkan survei dari 4.000 warga Selandia Baru, ditemukan 91 persen di antaranya biasa mengunduh film, tetapi 87 persen dari mereka tidak membayar, menurut laporan koran berbasis di Christhurch, The Press. Hanya 5 persen responden yang menolak mengunduh secara ilegal, tambah laporan tersebut.

Paul Scantlebury, direktur pengurus laman film flicks.co.nz, salah satu penyelenggara survei tersebut, mengatakan kepada surat kabar tersebut ia terkejut oleh banyaknya orang yang mengunduh film secara ilegal. Ia mengatakan orang beralih ke internet karena film yang tayang di Selandia Baru jauh setelah negara lain di dunia.

“Semua orang sudah online dan mengetahui satu film sudah tayang dan bagus, tetapi sering kali DVD-nya sudah beredar di Amerika Serikat sebelum tayang di bioskop sini,” katanya.

“Melalui program dari Apple, iTunes, pun tidak lebih baik. Cara yang legal bukan hal yang paling baik,” ujarnya.

“Bila ada pilihan yang memungkinkan, legal dan lokal, warga di sini akan menggunakannya. Menyedihkan sekali karena orang harus memiliki kebiasaan dan mencari cara lain untuk mengakses film-film,” katanya.

Meski demikian, Ketua Asosiasi Distributor Perfilman Robert Crockett mengatakan kepada koran itu, pengunduhan ilegal dapat merusak industri film yang menyumbang 22.000 pekerja di Selandia Baru. “Ini menyoroti permasalahan bahwa ada pengunduhan ilegal dan kami perlu melakukan sesuatu sebagai industri yang kreatif,” katanya.

“Saya kira kebanyakan orang ingin melakukan yang benar bila mereka mengetahui bahwa apa yang mereka lakukan merupakan tindakan ilegal dan membebani industri setempat,” demikian Robert Crockett.

Foto Semut Menari Karya Fotografer Indonesia Dimuat Di Daily Mail

Seorang fotografer Indonesia, Robertus Agung Sudiatmoko, menghasilkan karya foto yang menakjubkan. Dia berhasil menjepret semut yang tengah menari di atas satu kaki.

Dalam foto yang dilansir di Daily Mail, Rabu 11 Mei 2011 itu, serangga tersebut menari seperti tengah mengikuti sebuah audisi ajang pencarian bakat untuk serangga, Insect’s Got Talent.

Robertus yang tinggal di Jakarta, mengambil gambar itu ketika semut api melintas di dekatnya, saat dia berada di sebuah desa kecil di Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Pria 29 tahun itu mengambil banyak jepretan yang luar biasa, tapi yang paling spektakuler adalah foto semut menari. Saat Robertus membidiknya, semut itu tiba-tiba mengangkat badannya dan berdiri di atas kaki sebelah kanan selama 30 detik.

Dalam jepretan lainnya, Robertus berhasil mengabadikan seekor semut yang berdiri di atas bebatuan tengah menyilangkan tangannya seperti tengah berdoa. Semut kecil itu berdoa diterangi cahaya dari langit.

Foto lainnya menunjukkan kekuatan yang luar biasa dari binatang. Dalam foto itu, semut dapat membawa daun raksasa di atas kepalanya. Padahal, daun itu berukuran lebih dari 10 kali tinggi badannya.

Gambar itu diambil pada bulan September saat Robertus dan teman-temannya berburu foto macro. “Saya hanya mencoba melakukan bidikan macro, tapi sebisa mungkin saya ingin menangkap bidikan terbaik dari semut.”

“Lalu tiba-tiba, di luar dugaan, semut itu mengangkat badannya di atas kakinya dalam posisi menari,” ujar Robertus.

Robertus sangat senang dengan hasil fotonya itu. “Untuk pertama kalinya bagi saya, itu bidikan yang bagus. Akan sulit membuat foto lebih baik dari itu.”

Semula, dia sempat putus asa bisa mendapatkan bidikan yang bagus lantaran turun hujan. Saat matahari muncul lagi, dia menanti semut itu kembali.

Robertus mengambil gambar mengagumkan itu dengan menggunakan kamera Canon 40D dengan lensa macro 100mm. “Saya suka semut karena mereka sangat mandiri dan bekerja sama,” ujarnya. “Semut seperti manusia. Mereka sangat terorganisasi dan semuanya bekerja,” ujarnya lagi.

Game Bermain Gamelan Buatan Adam Ardisasmita Dari ITB Laris Diluar Negeri

Gamelan Player, sebuah game telepon seluler bikinan Adam Ardisasmita, mahasiswa Institut Teknologi Bandung, digandrungi orang asing. Pengunduhnya kini sudah mencapai 12 ribu orang di seluruh dunia sejak diluncurkan Maret lalu. “Kebanyakan yang mengunduh game itu berasal dari luar negeri, seperti Rusia, Turki, dan Jerman,” kata Adam di Campus Center Timur ITB, Senin 9 Mei 2011.

Gamelan Player menampilkan 6 alat musik gamelan Sunda, yaitu goong (gong), saron, jengglong, gambang, kempul, dan kendang. Pemain hanya bisa memilih salah satu alat untuk dimainkan. Cara membunyikan instrumen itu dengan mengetuk layar smartphone.

Simulasi alat musik tradisional itu masih dibuat sederhana dan mengambil nada rendah karena keterbatasan luas layar telepon seluler. Gambang misalnya, hanya bisa menampilkan 7 dari 20 papan nada dalam bentuk aslinya.

Gagasan itu berawal dari keinginan Adam untuk mempermudah orang mengenal, belajar, dan bermain gamelan. Contoh suara diambil dari instrumen asli yang berada di ruang Unit Kegiatan Mahasiswa Lingkung Seni Sunda ITB. “Paling lama itu pengambilan sampling suaranya agar pas,” ujarnya.

Mulai dikerjakan Oktober 2010, pengambilan contoh suara itu memakan waktu sebulan. Tak jarang, perekaman dilakukan dinihari saat suasana kampus hening agar suara alat terdengar agak jernih. “Susah bawa alatnya kalau direkam di studio akustik kampus,” katanya.

Aplikasi game tersebut menjadi salah satu dari 12 pemenang Nokia Tap That Apps Award dari kelompok dan peserta individu game mobile. Para pemenang akan menerima hadiah beasiswa masing-masing US$4000 pada akhir Mei ini di ITB. Perusahaan tersebut akan memakai game para pemenang untuk diunduh gratis oleh penggunanya selama setahun.

Game Online Dengan Tema Kerajaan Nusantara Kini Diluncurkan

Para penggila game tanah air kini bisa menikmati game dengan cita rasa Indonesia. Game Nusantara Online merupakan sebuah permainan yang bertemakan kerajaan-kerajaan besar yang pernah berkuasa.

Permainan yang dibangun creative lab PT Tele Nusantara Visi (Telegraph) menyajikan tiga cerita kerajaan, yakni Sriwijaya, Majapahit, dan Padjajaran. “Kami bukan mengajak pengguna untuk kembali ke masa lalu, tapi mari kita belajar dari sejarah,” kata President Director Telegraph, Heru Nugroho di Jakarta, hari ini.

Selama dua bulan, masyarakat dapat menikmati uji coba game tersebut dalam versi beta dengan mengakses www.nusol.web.id.

Executive General Manager Divisi Multimedia Telkom, Joddy Hernady mengatakan jumlah pengguna game online Indonesia sebanyak 2 juta orang, nomor dua setelah Amerika Serikat.

Permainan tersebut, jelas dia, terbuka bagi siapa saja, khususnya para siswa yang ingin belajar sejarah dan kebudayaan. Untuk menyiarkan game online ini, Telkom akan melakukan roadshow ke sekolah-sekolah di Jakarta dan Bandung, serta mendistribusikan installer game ke warung internet yang tergabung dalam Asosiasi Warnet Indonesia (Awari).

Game Nusantara Online adalah permainan berbasis peran sehingga pengguna bebas menentukan karakter untuk mengikuti alur cerita. Singkatnya, tidak ada satu cerita baku karena pemain dapat mengatur jalannya permainan sesuai kehendak.

Dengan menampilkan animasi tiga dimensi, gammer dapat mengetahui teori kemasyarakatan, arkeologi, sejarah, dan perilaku sosial yang berlaku di masa silam. Telegraph juga membuat bentuk bangunan, peta dan artefak sesuai dengan kondisi otentik pada zamannya.

Untuk diketahui, sebenarnya game ini pernah diuji coba dua kali pada tahun 2009 dan 2010. Namun ketika itu ditemukan banyak bug atau kelemahan pada sistem game sehingga pengembang harus memperbaikinya. “Kami juga kewalahan dengan jumlah pengguna game yang semakin banyak,” kata Heru.

Acer Luncurkan Tablet Dual Core Android Honeycomb 3.0

Seolah tak mau kalah dengan para pesaingnya, produsen komputer Acer akhirnya meluncurkan produk komputer tabletnya, Acer Iconia A500, yang menggunakan Operating System (OS) khusus untuk tablet Android Honeycomb 3.0. Acer mengklaim produknya itu merupakan tablet pertama di Indonesia yang menggunakan OS Android Honeycomb 3.0.

“Honeycomb 3.0 adalah OS resmi untuk tablet dari Android, dan.kami membawa produk yang lebih canggih dan lebih handal guna melengkapi kebutuhan konsumen.” kata Jason Lim Presiden Direktur Acer Group Indonesia dalam acara peluncuran gadget itu di Jakarta.

Jason mengatakan Acer Iconia A500 dilengkapi dengan teknologi dan inovasi mutakhir untuk menjawab kebutuhan pasar akan alat yang mampu memberikan hiburan terbaik bagi para pengguna dengan menyajikan aplikasi high definition gaming dan fitur-fitur kaya multimedia seperti video berdefinisi tinggi (HD).

Android Honeycomb adalah sistem operasi Android pertama yang dirancang khusus untuk platform tablet, dan memungkinkan para pengguna untuk berpindah antar fitur tanpa perlu mematikan fitur sebelumnya. Sementara itu Product manager marketing division Acer Indonesia Husen Halim mengatakan bahwa Acer iconia A500 Menjawab semua keinginan pengguna yang ada saat ini

“Honeycomb 3.0 mampu untuk menjalankan HD entertaintment dan memberikan multitasking experience,” katanya. Saat ANTARA News mencoba gadget baru itu, dilihat dari sisi user interface (tampilan pengguna) yang dihadirkan memang terasa cukup memanjakan pengguna, dimana widget – widget yang tampil itu terlihat update selalu dan pengguna tak perlu masuk ke dalam widget tersebut, jadi cukup menyaksikan saja lewat thumbnail picture yang terpampang dilayar.

Yang unik dari gadget itu adalah hadirnya port micro HDMI dan USB port yang tak dimiliki tablet lain, jadi dengan fitur itu pengguna bisa menggunakan keyboard atau perangkat lain yang memiliki koneksi USB untuk terhubung ke Acer Iconia A500. Jika anda pernah menggunakan tablet semacam iPad anda tentu harus menggeser kan jari anda untuk berpindah aplikasi, namun dengan Acer Iconia A500 pengguna cukup menekan sisi kanan atau kiri layar dari gadget itu untuk berpindah halaman dan aplikasi.

Selain itu,Iconia juga sudah diperkuat dengan kehadiran dual processor Nvidia Tegra 2 250 berkecepatan 1 ghz dan telah mendukung Flash 10.2 plug in yang membuat sensai browsing di internet tak berbeda dengan PC atau notebook. Anda tentu bertanya-tanya, berapa lamakah daya tahan baterainya? Iconia A500 memiliki 2 sell baterai dan mampu untuk melakukan playback (memutar) HD video atau menyajikan HD entertainment 6 hingga 8 jam.

Fitur – fitur unggulan yang terkandung dalam acer Iconia A500 antara lain Acer Social Jogger yang mempermudah akses menuju social media semacam Facebook ataupun YouTube. Sementara untuk urusan hiburan perangkat itu sudah di benamkan tiga games 3D yaitu Need for Speed Shift ,Lets Golf, Hero of Sparta, selain itu terdapat pula aplikasi untuk urusan kantor Docs to go. Sayangnya konektivitas perangkat ini masih terbatas pada Wi-Fi saja, absennya 3G membuat anda harus tetap bergantung pada jaringan nirkabel wi-fi saja.

Soal harga perangkat itu dibanderol mulai 4 juta rupiah dan dapat anda sambangi pada acara Iconia Exhibition yang berlangsung pada 6 hingga 8 mei di senayan city Jakarta.6-8 Mei mendatang.

Produsen lain boleh mengklaim sebagai produsen tablet pertama dengan Android 3.0 atau Honeycomb. Tapi, soal ketersediaan di pasar, Acer mungkin bakal menjadi yang pertama masuk ke pasaran Indonesia. Acer Iconia A500 yang telah menggunakan platform terbaru buatan Google itu diluncurkan di Jakarta, Selasa (2/5/2011).

Hadir dalam peluncuran tersebut adalah Jason Lim (Presiden Direktur Acer Indonesia), Daniel Rustandi (Direktur Marketing Acer Indonesia), dan Husen Halim (Product Manager Marketing Division Acer Indonesia) yang memperkenalkannya kepada pers dan undangan di Ballroom Hotel Shangri-La.

“Ada dua model, 16 GB dan 32 GB dijual mulai harga Rp 4 jutaan. sementara ini maish yang versi WiFi dulu,” kata Husen Halim, Product Manager Marketing Division Acer Indonesia di sela-sela peluncuran Acer Iconia A500. Ia mengatakan, kepastian harga jualnya akan diumumkan saat Iconia Exhibition, 6-8 Mei di Senayan City Jakarta. Ia enggan mengungkap target penjualan, namun soal ketersediaan Acer menyatakan siap memenuhi berapa saja permintaan konsumen.

Acer Iconia A500 menggunakan prosesor NVidia Tegra Dual Core 1 GHz. Konkesinya dilengkapi port USB dan micro HDMI. Untuk mendukung kualitas suara, produk ini dilengkpai teknologi Dolby Mobile dan stereo speaker. Kameranya dua di depan dan belakang yang dapat digunakan untuk melakukan video call dan merekam video dengan kualitas HD 720p. Acer telah melengkapinya dengan folder yang memudahkan pengguna mengatur aplikasi dan game HD Need for Speed, Hero of Sparta, dan Let’s Golf. Selain itu, ada Social Jogger yang dikembangkan khusus oleh Acer untuk memudahkan pengaturan Twitter dan Facebook.

Berikut Spesifikasi teknis Acer Iconia A500 :

-Android Honeycomb 3.0
-1GHz Dual-core Processor (NVIDIA Tegra 2 Chip)
-1GB RAM
-10.1 inch LCD Capacitive Touchscreen dengan resolusi 1280×800 pixels
-5MP Rear-end Camera dengan kemampuan merekam video
-2MP untuk Video Call
-16GB onboard storage dengan microSD support hingga 64GB
-Graphics – NVIDIA GeForce
-Konektivitas – wi-fi,USB connector,Micro HDMI port
-Dimensions (HxWxD) – 0.5″x 10.2″ x 7″
-Weight – 1.7 lbs.

TV Berbayar Melalui Telkom Cable

Pilihan menikmati layanan televisi sudah semakin bervariasi. Kali ini, pemilik jaringan telepon kabel terbesar, PT Telekomunikasi Indonesia, semakin mendayagunakan jaringan kabel tembaganya, tidak sekadar sebagai alat komunikasi suara.

Memang, sebagai sarana layanan internet, sebenarnya juga sudah lama dilakukan dengan layanan Speedy. Namun, yang akan datang ini lebih atraktif, berupa layanan televisi melalui protokol internet. Layanan internet protocol TV (IPTV) ini merupakan layanan siaran TV interaktif berdefinisi tinggi (high definition/HDTV).

Telkom mengklaim, layanan ini tidak sekadar mendistribusikan konten televisi melalui internet. Pada dasarnya, ini merupakan layanan dari siaran radio dan televisi, video, audio, teks, grafis, dan data yang disalurkan kepada pelanggan melalui jaringan internet protocol (IP).

”Kami sudah punya pengalaman yang cukup dalam mengelola televisi berbayar melalui TelkomVision/Yes TV yang dikelola salah satu anak perusahaan Telkom, yaitu Indonusa Telemedia,” kata Rinaldi Firmansyah, Direktur Utama PT Telkom, dalam acara soft launching layanan IPTV Telkom di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Rinaldi mengakui, IPTV merupakan salah satu pilihan menarik untuk mengangkat kembali potensi bisnis telepon kabel menyusul kecenderungan penurunan penggunaannya. Rinaldi sangat optimistis seiring dengan upayanya terus-menerus memperluas infrastruktur jaringan akses pita lebar di sejumlah wilayah di Indonesia

Raksasa telepon kabel ini juga berupaya mengembangkan kapabilitas akses, antara lain melalui rencana pengembangan akses pita lebar, menambah cakupan kapasitas true broadband atau akses dengan kecepatan 20 Mbps dan 100 Mbps. ”Pada tahun 2010, kapasitas true broadband yang baru mencapai 21 persen akan ditingkatkan menjadi 85 persen pada tahun 2015,” ujar Rinaldi.

Optimisme Telkom ini berdasarkan penetrasi TV berbayar di Indonesia yang masih rendah jika dibandingkan dengan negara Asia lain. Diperkirakan penetrasi baru 2 persen, jauh di bawah Malaysia yang sudah mencapai 60 persen. Potensi pasar di Indonesia cukup besar mengingat perumahan yang memiliki TV lebih dari 60 juta. Sementara jumlah televisi yang beredar di masyarakat saat ini lebih dari 120 juta unit.

Televisi 3D dan Internet Semakin Menyatu Dalam Kehidupan Sehari Hari

Pesawat televisi bukan lagi sekadar alat untuk menonton semata, tetapi juga sudah berinteraksi dengan dunia maya. Gaya menonton yang makin menarik ini akan segera memengaruhi cara pemirsa di negeri ini menikmati tayangan layar kaca.

Sebenarnya bukan hanya pemirsa yang diuntungkan, tetapi juga peluang baru bagi industri elektronik yang selama ini terkesan jenuh. Suatu cara baru yang tentu akan menimbulkan dampak perilaku menonton televisi ke depan dan mendorong berkembangnya industri konten televisi.

Tayangan melalui stasiun TV sudah umum, layanan langsung dari satelit sudah jamak, TV kabel sudah ada. Tahun ini Telkom juga memberikan layanan melalui jaringan internet atau internet protocol TV (IPTV) dan TV yang terhubung dengan penyelenggara internet (ISP), termasuk operator seluler.

Hadirnya berbagai teknologi baru ini akan lebih membuat pemirsa TV kerasan berlama-lama di depan pesawat. Kebosanan dengan acara TV bisa diisi dengan, antara lain, menjelajah dunia maya, santai mengakses jaringan sosial seperti Facebook ataupun Twitter.

Termasuk juga memburu berita di situs berita, tidak hanya sekadar membaca running text yang sangat singkat. Bagaimanapun, situs berita sering menyajikan berita secara lebih cepat dibandingkan televisi.

Paling tidak, perkembangan ini akan sejenak melupakan kegamangan regulator yang baru memulai proses migrasi ke siaran digital. Sekaligus memperlihatkan bagaimana dunia sudah jauh berkembang, bahkan memasuki siaran TV tiga dimensi (3D) sejak tahun lalu.

Layanan IPTV pihak Telkom dengan memanfaatkan jaringan kabel telepon tetapnya sudah mengusung kualitas layanan HDTV (definisi tinggi). Bahkan, nantinya layanan 3D juga bisa hadir melalui kabel atau DSL ini, selain juga siaran digital ataupun dari satelit tentunya.

TV 3D

Tren baru ini telah membuat perusahaan-perusahaan elektronik dunia berlomba-lomba. Kompas sempat mengintip upaya raksasa elektronik LG di Jakarta dalam mempersiapkan produk-produk barunya untuk pasar Indonesia. Perusahaan elektronik sekaligus komunikasi Korea ini sekarang sedang mempersiapkan peluncuran produk barunya.

Selain berupa smart TV atau televisi pintar yang bisa mengakses internet, juga TV 3D yang revolusioner. Tayangan 3D saat ini memang sudah menjadi tren dunia global yang tentu akan memengaruhi pasar negeri ini. Sekalipun siaran 3D belum ada, setidaknya pemirsa bisa mendapatkan berkasnya melalui pemutar 3D Blu-ray yang ada di pasaran.

Ini salah satu perkembangan baru sekalipun generasi baru TV 3D masih mengharuskan pemirsanya mengenakan kacamata khusus. Kualitasnya juga sudah jauh lebih baik selain lebih murah, lebih ringan, hanya sekitar 16 gram, dan tidak memerlukan tenaga baterai lagi atau pasif.

”Bukan hanya lebih nyaman, tetapi juga bebas flicker. Pada jenis TV 3D sebelumnya masih terjadi flicker yang membuat kepala pusing. Dengan tidak adanya rangkaian elektronik di dalamnya, pengguna tidak perlu khawatir terkena radiasi gelombang elektromagnetik lagi,” kata Eko Adhi Suyitno, Flat Panel Display Manager PT LG Electronics Indonesia.

Pihak LG juga sudah menjamin teknologi barunya bebas flicker, seperti yang terdapat pada produk cinema 3-D LW6500. Jaminan ini berupa sertifikasi bebas flicker dari Intertek dan TÜV, dua badan inspeksi dan sertifikasi terkemuka dunia.

Idealnya, nanti TV 3D memang tanpa kacamata. Namun, menurut Eko, untuk menuju ke sana masih perlu waktu lama. Ini mengingat biaya produksi masih mahal, tentu jauh lebih ekonomis dengan kacamata untuk saat ini.

Yang unik dari TV 3D ini adalah setiap pemirsa bisa melihat dengan sudut pandang yang berbeda. TV 3D memerlukan dua gambar sekaligus, satu untuk mata kiri dan satu lagi untuk mata kanan, untuk menimbulkan efek stereoscopic 3D. LG juga tengah mengembangkan tayangan 3D pada tablet Optimus Pad 8,9 inci bersistem operasi Android.

Dan, puncaknya TV nanti ada pada televisi OLED yang saat ini harganya masih sangat mahal untuk kebutuhan konsumen. Selain sudah memamerkan produk prototipe OLED 31 inci setebal 0,29 cm, saat ini bahkan OLED pertama ukuran 15,1 inci sudah dijual.

Smart TV Mampu Menghadirkan Pengalaman Berinternet Didalam TV

Konsep smart TV yang menggabungkan pengalaman internet dengan menonton televisi kini tengah menjadi tren. Semua produsen pun berlomba-lomba mengeluarkan produk andalannya untuk menghadirkan pengalaman internet yang lebih cocok ke ruang keluarga di rumah.

Namun, sekadar agar internet dapat diakses lewat televisi tidaklah cukup. Hal itu sama artinya hanya menjadikan layar televisi sebagai penyambung layar monitor saja. Pengalaman internet di televisi pun mesti terintegrasi untuk menciptakan efek wow alias kejuatan bagi konsumen.

Apa saja efek “wow” yang bisa ditemukan di Samsung Smart TV D8000 yang baru saja dirilis di Indonesia?

Satu hal yang membuat beda adalah ukuran layar TV yang ditawarkan mulai 46 inci hingga 65 inci dengan LED sehingga sangat jernih. Buat pengguna komputer mainstream, rasanya tak ada yang menggunakan layar monitor sebesar itu. Layar yang besar membuat pengalaman mengakses internet bisa senyaman menonton TV.

Dari sisi tampilan, Samsung Smart TV pun dirancang stylish untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup. Dengan layar yang lebar, ketebalannya hanya 5 mm dan layarnya nyaris penuh tanpa bingkai yang terlalu lebar sehingga terasa mewah.

Kejutan berikutnya adalah menu yang terintegrasi untuk mengakses sejumlah layanan berbasis web. Samsung telah mendesain user interface khusus yang diberi nama Smart Hub. Bagian ini berfungsi menjadi pusat akses ke semua layanan internet yang didukung.

Lewat menu ini, pemilik TV bisa melakukan pencarian konten secara realtime. Baik konten yang ada di PC yang terhubung ke layar TV, konten di gerai online Samsung App Store, maupun konten di web.

Smart Hub juga menyediakan fitur AllShare yang memungknkan pengguna untuk menampilkan di layar perangkat mobile yang dibawanya langsung ke layar TV. Misalnya menampilakn video yang tengah dimainkan di Samsung Galaxy Tab, smartphone, atau perangkat lain yang terhunung secara nirkabel lewat DLNA.

Di bagian ini, pengguna juga dapat mengakses ratusan aplikasi Samsung Apps. Cara kerjanya mirip smartphone. Tinggal unduh aplikasi yang diinginkan dari Samsung App Store dan install di TV. Akan muncul ikon setiap aplikasi agar bisa dimainkan sewaktu-waktu.

Tak ketinggalan adalah fitur Your Video yang akan menampilkan rekomendasi video sesuai preferensi atau kategori yang menjadi favorit pengguna. Dan tentu saja browser web untuk melakukan akses langsung ke situs web.

Kualitas gambarnya tak diragukan lagi dan mendukung format video HD 1080p. Bahkan, bagi pcinta 3D bisa mengaktifkan fitur untuk menjalankannya sehingga bisa menyajikan konten lebih nyata.

Samsung Smart TV sudah dilengkapi akses WiFi sehingga bisa terhubung ke internet secara nirkabel. Fiturnya juga sudah dilengkapi aplikasi untuk mendukung pengguna melakukan video chat lewat Skype. Aplikasi Skype dirancang khusus untuk Samsung Smart TV sehingga dapat difungsikan layaknya solusi videoconference. Wajah penelepon dan lawan bicara bisa ditampilkan berdua di layar atau salah satunya dan suaranya bisa diatur besar kecilnya.

Untuk layanan jejaraing sosial Facebook, Samsung juga sudah membuat aplikasi khusus disesuaikan dengan dimensi layar. Pengguan tak perlu repot melihat tampilan Facebook dengan huruf terlalu kecil dari kejauhan. Aplikasi ini sudah didesain pas ukuran layar lebar sehingga tulisan pun tetap jelas terlihat, belum lagi foto dan video.

Namun, hal yang tak kalah mengejutkan lainnya adalah keyboard-nya. Tentu tak mungkin mengakses semua layanan internet tersebut tanpa keyboard. Selain menyediakan remote control khusus, Samsung juga menyediakan aplikasi Remote App. Aplikasi remote ini bisa di-install di tablet atau smartphone sehingga sambil memainkan perangkat tersebut, pengguna bisa mengatur televisinya. Remote App tersedia untuk iPhone, iPad, serta smartphone Android maupun tablet.

Untuk memberikan pengalaman baru memang bukan hal yang sulit. Namun, memberikan pengalaman mengejutkan yang tidak biasa butuh inovasi yang berbeda. Apa yang dilakukan Samsung sedikit banyak mencoba menciptakan efek wow tersebut. Jadi, bersiapalah terkejut.