Category Archives: Email

Banyak Pejabat Masih Gunakan Email Gratisan Sehingga Berkesan Tidak Profesional

Di era masyarakat modern saat ini, memiliki akun e-mail menjadi sebuah keharusan. Kemajuan teknologi memudahkan orang untuk saling berkomunikasi tanpa batas. Akan tetapi, ada hal yang perlu diwaspadai, terutama oleh para pejabat publik. Para pejabat negara diminta untuk peduli dengan keamanan menggunakan sejumlah fasilitas yang tersedia di dunia maya. Salah satunya penggunaan domain gratis.

Saat dikritik mengenai penggunaan e-mail dengan domain gratisan oleh Komisi VIII DPR, sejumlah anggota DPR termasuk Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan bahwa mereka memang belum memiliki e-mail resmi dari domain @dpr.go.id. Selama ini mereka menggunakan e-mail dengan domain @yahoo.com atau @gmail.com.

“E-mail saya marzuki_alie@yahoo.co.id,” ungkap Marzuki kepada wartawan, Kamis (5/5/2011).

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan juga mengaku tidak memiliki alamat e-mail dengan domain resmi DPR. Taufik menyebut satu alamat pribadinya dan satu alamat e-mail yang digunakan untuk menerima aspirasi dan berkomunikasi dengan kolega dan konstituen. Keduanya memiliki domain gratisan pula, @gmail.com.

“Kalau e-mail pribadi saya buka sendiri, tapi kalau yang terkait kedinasan DPR, saya memanfaatkan e-mail yang saya siapkan khusus dan dikelola oleh staf ahli saya. Biasanya terkait posisi tugas di DPR, e-mail langsung ke staf narilkirom@gmail.com,” kata politisi PAN ini.

Bahaya

Para anggota Dewan memang tak pernah memiliki alamat e-mail dengan domain resmi @dpr.go.id yang diberikan kesekretariatan kepada anggota sejak masuk pada akhir 2009. Mereka menilai, perdebatan e-mail resmi atau pribadi tak perlu diperdebatkan karena tak esensial. Yang penting, akses untuk menampung aspirasi dibuka seluasnya kepada masyarakat dan konstituen.

Akan tetapi, Pakar IT Security Ruby Alamsyah, bagi pejabat publik, pembuatan e-mail dengan domain gratisan justru harus dihindari. Mengapa?

“Dari kami, para pemerhati IT security, penggunaan domain gratisan sangat tidak aman. Ini sudah menjadi konsen kami sejak lama kepada para pejabat publik, karena sangat rentan. Bisa di-hack oleh para hacker umum dan tidak akan ketahuan. Ini kan bahaya, bisa disalahgunakan oleh negara-negara lain,” kata Ruby kepada Kompas.com, Jumat (6/5/2011).

Ruby mencontohkan, dalam salah satu kesepakatan yang tertuang dalam “terms and conditions” saat mendaftarkan sebuah akun di domain gratisan, ada klausul yang menyatakan bahwa pemilik e-mail menyerahkan hak kepada domain untuk mengakses e-mail tersebut.

“Misalnya, di gmail jelas tertulis di terms and conditions, pemilik e-mail memberikan hak kepada gmail untuk mengakses e-mailnya. Bukan membaca, tapi kata-katanya “mengakses”. Bayangkan kalau pejabat publik miliki e-mail pribadi seperti itu dan informasinya dibaca oeh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Itu kan mengerikan,” paparnya.

Apalagi, informasi yang terkandung dalam e-mail para pejabat publik itu menyangkut kepentingan dan rahasia negara. Oleh karena itu, Ruby menyarankan dan mengimbau kepada para pejabat publik untuk menghentikan penggunaan akun e-mail dengan domain gratisan. Menurutnya, lebih aman jika para pejabat membuat e-mail dari domain resmi masing-masing institusi. Hal ini dinilai lebih aman karena aktifitasnya akan terpantau oleh admin institusi itu sendiri.

UMKM Usaha Micro Kecil Menengah Indonesia Harus Menguasai Teknologi Informasi

Hanya sedikit pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang sadar bahwa penguasaan teknologi informasi (TI) dapat membuka peluang lebih lebar bagi usaha mereka.

Fakta itu menjadikan daya saing rata-rata pelaku UMKM di Tanah Air kian rendah ditambah dengan semakin ketatnya kompetisi terutama dalam menghadapi perusahaan besar dan pesaing modern lainnya.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat justru telah menempatkan UMKM pada posisi yang kurang menguntungkan.

Hal itu karena sebagian besar UKM menjalankan usahanya dengan cara-cara tradisional, termasuk dalam produksi dan pemasaran.

Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, Choirul Djamhari, mengatakan bahwa belum banyak UMKM di Tanah Air yang mengenal dan menggunakan teknologi informasi dalam menjalankan usahanya.

“Padahal, penggunaan teknologi akan sangat membantu usaha skala mikro dan kecil untuk bisa lebih berkembang,” katanya.

Ia menambahkan selama ini salah satu tantangan yang dihadapi UMKM adalah keterbatasan akses terhadap sumber daya produktif, termasuk teknologi, sarana pemasaran, dan informasi pasar.

Selain itu, masalah yang dihadapi oleh UKM di negara-negara berkembang sebenarnya bukanlah karena ukurannya, tetapi lebih karena isolasi yang menghambat akses UKM kepada pasar, informasi, modal, keahlian, dan dukungan institusional.

“Meskipun peluang yang dibawa oleh TI sangat besar, banyak penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adopsi TI oleh UKM di Indonesia masih rendah dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar,” katanya.

Menurut hasil studi lembaga riset AMI Partners pada 2007, hanya 20 persen UKM di Indonesia yang memiliki komputer.

Choirul menduga rendahnya adopsi TI oleh UKM di Indonesia disebabkan oleh kurangnya pemahaman peran strategis yang dapat dimainkan oleh TI terkait dengan pendekatan baru pemasaran, berinteraksi dengan konsumen, dan bahkan pengembangan produk dan layanan.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong perusahaan besar termasuk perusahaan TI untuk memberikan sumbangsih keterlibatan dalam upaya mengkoneksikan UMKM dengan TI.

Salah satu perusahaan TI, PT Bakrie Connectivity, perilis layanan data dan internet AHA Office in the Box (OIB) juga telah menyatakan membidik pasar pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang terdata berjumlah 54,7 juta unit.

“Permintaan teknologi informasi pada pasar UMKM semakin meningkat ditambah pertumbuhan jumlah UMKM yang makin cepat di mana saat ini tercatat jumlahnya mencapai 54,7 juta unit dan menyumbangkan sekitar 53 persen GDP Indonesia. Kami merasa sayang jika segmen ini tidak digali lebih lanjut,” kata Komisaris Utama perusahaan tersebut, Anindya Bakrie di Jakarta, belum lama ini.

Anindya menilai melibatkan diri dalam pasar UMKM justru merupakan peluang yang sangat cerah, oleh karena itu ia mulai menggarap sektor UMKM salah satunya melalui layanan paket internet bisnis yang didesain khusus untuk para pelaku UMKM.

Anindya bahkan berani mengklaim bahwa produknya berupa AHA Office-in-a-Box yang berbasis jaringan CDMA 1X-EVDO Rev A akan menjadi solusi bisnis online bagi UMKM karena dirancang untuk mendukung dan meningkatkan daya saing UMKM.

“Penggunaan AHA Office-in-a-Box akan memberikan keunggulan kompetitif bagi UMKM dan dapat bersaing lebih baik dalam industri yang mereka jalani,”katanya.

AHA OIB merupakan paket internet untuk pebisnis UMKM yang terdiri atas beberapa paket dengan harga yang berbeda, dilengkapi koneksi AHA EVDO dengan kecepatan 3,1 Mbps.

Melek TI

Tak mau kalah, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT Telkom) bahkan menyatakan telah memiliki 160.000 usaha kecil menengah (UKM) binaan di seluruh Indonesia.

Saat ini PT Telkom mempunyai misi mengenalkan 60 persen di antaranya kepada teknologi.

“Agar mereka bisa jualan secara online,” kata Pengelola Program Kemitraan Community Development Centre PT Telkom, Asep Saefullah, kepada wartawan belum lama ini.

Dengan berjualan melalui dunia maya, produk UKM cepat dikenal masyarakat, bahkan hingga ke mancanegara. Asep menyebut program tersebut sudah dijalankan sejak tahun lalu. Hingga kini baru dua kali angkatan pelatihan, dengan total peserta sekitar 600 UKM binaan.

Materi yang diberikan seputar pengenalan internet, bagaimana mengunggah materi promosi ke internet, dan cara melayani penjualan, termasuk pembayaran.

Perusahaan TI lain yang bergerak di bidang piranti lunak yang telah lama beroperasi di Indonesia juga enggan ketinggalan.

Microsoft Indonesia belum lama ini mengumumkan telah memberi dana 30 ribu dolar AS untuk mendukung program pemberdayaan UMKM bidang teknologi informasi.

Menurut Next Web lead Microsoft Indonesia, Risman Adnan, program tersebut akan diikuti 100 perusahaan UKM di seluruh Indonesia pada tahun pertama.

Risman mengatakan, setiap UKM bidang teknologi informasi dapat memanfaatkan program tersebut dengan syarat UKM tersebut berjumlah 10 orang.

“Selain itu UKM yang telah menerima bantuan wajib melakukan inovasi atau pengembangan usaha dalam waktu 6 bukan sejak menerima bantuan. Syarat yang kita berikan lebih ringan dibanding India, kalau India syaratnya tiga tahun,” katanya.

Program ini, sambungnya dirancang untunk memajukan UKM TI dari segi inovasi dan desain. Program ini juga untuk menciptakan pasar yang lebih luas karena banyak tergabung dalam banyak jaringan.

Pengguna bertambah

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring, menyatakan bahwa pihaknya akan mendorong terus berkembangnya teknologi dan informasi.

Tifatul berpendapat, perluasan akses telekomunikasi bagi sektor UMKM sangat penting karena hal tersebutlah yang akan meningkatkan daya saing sekaligus memperluas pasar UMKM.

“Penggunaan internet bagi UMKM akan memungkinkan mereka untuk bisa go internasional,” katanya.

Pihaknya mencatat saat ini pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 45 juta orang meski sebagian besar masih seputar pengguna jejaring sosial. Namun ke depan Menteri Tifatul berharap penggunaan internet akan berkembang ke arah dan tujuan yang lebih produktif.

Namun, fakta yang ada tidak dapat dipungkiri bahwa adopsi TI di kalangan UKM Indonesia masih rendah.

Meski demikian, banyak hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan adopsi TI di antaranya peningkatan keahlian pelaku UKM dalam pemanfaatan TI melalui berbagai pelatihan dan pendampingan merupakan salah satunya.

Banyak pihak dapat berperan, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, maupun lembaga swadaya masyarakat.

Tetapi, hal pertama yang harus dilakukan adalah peningkatan kesadaran (awareness) pelaku UKM terhadap potensi strategis TI dalam pengembangan usaha.

Tanpa kesadaran itu, rasanya akan sulit memotivasi pelaku UKM untuk mengadopsi TI. Singkat kata, pilihan UKM untuk masuk pasar global yang sudah terbuka hanya satu: “gunakan TI atau mati!”

Yahoo Pecat 600 Karyawan Demi Efisiensi

PERUSAHAAN media internet Yahoo Inc akan memecat 600 pegawai atau sekitar 4-5% dari keseluruhan pegawainya yang berjumlah 14.100 orang.

Pemecatan ini dilakukan dua tahun setelah Direktur Eksekutif Carol Bartz menjabat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan Yahoo di tengah persaingan ketat dengan Google dan media sosial Facebook.

Kabar ini merebak awal bulan Desember 2010 ketika blog teknologi AllThingsD menulis Yahoo akan memecat setidaknya 650 orang pegawainya.
Tak lama kemudian harian The New York Times juga menurunkan berita serupa.

Sumber yang bisa dipercaya menyebutkan para karyawan yang akan diberhentikan kemungkinan besar dari bagian pemberitaan, situs keuangan, olahraga, dan layanan surat elektronik. Setahun lalu Yahoo juga memecat sekitar 5% karyawannya.

Kondisi ini sangat kontras jika dibandingkan perusahaan internet lainnya. Bulan lalu, salah satu pesaing Yahoo, Google bahkan mengumumkan kenaikan gaji karyawannya sebesar 10% bulan Januari.

Sejauh ini manajemen Yahoo belum memberikan pernyataan resmi soal kabar pemecatan tersebut.

Spam dengan Lampiran Berbahaya Naik 200 Persen Pada Tahun 2010

Pesan spam yang disertai dengan lampiran berbahaya meningkat lebih dari dua kali lipat pada kuartal ketiga tahun ini. Kaperesky Lab mencacat kenaikan rata-rata mencapoai 4.6 persen dibandingkan dengan kuartal keduayang hanya 1.9 persen.

Pada awal kuartal ketiga tahun 2010, persentase lampiran berbahaya dalam lalu lintas email melebihi 6.3 persen angka yang belum pernah terjadi sebelumnya. Analis Kaspersky Lab memperkirakan hal ini terjadi karena “spammer” mengalihkan fokus mereka dari klien individu untuk bekerjasama dalam program kemitraan, termasuk yang terkait dengan penyebaran malware.

Jenis pesan massal dengan variasi terbanyak adalah pemberitahuan palsu dari sumber seperti, Twitter, Facebook, WindowsLive, MySpace dan sejumlah toko online populer. Link yang terdapat dalam pemberitahuan tersebut mengarahkan pengguna ke layanan spammer yang mengunduh Bredolab backdoor ke komputer pengguna dan kemudian digunakan untuk mengunduh Trojan lainnya.

“Kenaikan volume dan kualitas dari pesan massal berbahaya menegaskan bahwa spammer dan penjahat dunia maya sudah mulai bertindak bersama-sama dalam menciptakan strategi infeksi yang kompleks, seperti menghubungkan komputer korban ke botnet, mengirimkan spam, mencuri informasi pribadi dan sebagainya,” kata Darya Gudkova, Head of Content Analysis & Research at Kaspersky Lab, dalam siaran pers.

Penutupan lebih dari 20 pusat kontrol yang digunakan oleh the Pushdo/Cutwail botnet yang bertanggung jawab untuk sekitar 10 persen dari semua spam di seluruh dunia menyebabkan jumlah spam menurun dibanding pada kuartal sebelumnya. Pengguna melihat lebih sedikit spam di inbox mereka pada bulan September, dengan persentase penurunan sebesar 1.5 poin dibandingkan bulan Agustus. Pushdo/Cutwail botnet bertanggung jawab untuk sekitar 10 persen dari semua spam di seluruh dunia.

Botnet ini tidak hanya menimbulkan volume spam yang didistribusikan tetapi juga kaitannya dengan penyebaran program-program jahat, seperti Zbot (ZeuS) dan TDSS. Saat pusat kontrol botnet ditutup, sejumlah besar bots menghentikan penyebaran spam.

Penutupan lainnya yang dilakukan pada kuartal ketiga diprakarsai oleh para spammer itu sendiri ketika program kemitraan SpamIt mengumumkan untuk menghentikan operasionalnya. Program kemitraan tersebut bertanggung jawab atas sejumlah besar spam yang berhubungan dengan dunia farmasi.

Website program tersebut (Spamit.biz dan Spamit.com) memposting beberapa alasan penutupan tersebut. Alasannya seperti “daftar panjang kejadian negatif selama setahun terakhir dan peningkatan perhatian yang diberikan pada operasional program kemitraan ini.”

Menurut Gudkova penutupan suatu program kemitraan, bahkan program yang besar, hanya akan mengakibatkan penurunan sementara dalam jumlah iklan Viagra dalam inbox kita. Para spammer tidak akan meninggalkan bisnis yang menguntungkannya.

Spam tidak hanya mengganggu, tetapi merupakan komponen yang digunakan untuk mencuri data rahasia yang kemudian dapat digunakan untuk mendapatkan uang.

Versi lengkap Spam di kuartal ketiga tahun 2010 dapat dilihat di Securelist.com.

Kaspersky Lab Patenkan Teknologi Baru Kenali Spam Yang Canggih

Kaspersky Lab, perusahan konten keamanan dan solusi manajemen ancaman, mengumumkan telah menerima paten dari Amerika Serikat untuk inovasi teknologi yang mengklasifikasikan pesan elektronik dengan tujuan mengidentifikasi spam.

Teknologi baru yang dipatenkan ini didasarkan pada sistem penggunaan kata kunci atau frase untuk mendeteksi spam. Teknologi baru ini telah didaftarkan oleh US Patent and Trademark Office pada tanggal 16 November 2010 dengan nomor paten 7,836,061.

Metode itu mengklasifikasi pesan teks elektronik berdasarkan daftar hirarkis dari kategori pesan yang dikenal sebagai rubricator. Setiap kategori didefinisikan oleh beberapa istilah kunci dan template teks.

Setiap pesan teks yang masuk dikategorikan dengan menghitung jumlah relatif untuk setiap kategori yang berisi istilah-istilah kunci yang ada di pesan, dan kemudian menentukan tingkat kesamaan dari masing-masing template.

Jika pesan teks berisi sejumlah kata kunci, atau cukup mirip dengan salah satu template yang ditentukan, serta cocok dengan salah satu kategori, maka pesan itu termasuk spam.

Metode ini juga memungkinkan untuk membuat kategori pesan secara manual dengan menggunakan istilah kunci atau template. Setiap kategori dapat dikelompokkan menjadi sub kategori untuk memberikan klasifikasi yang lebih tepat.

Untuk lebih meningkatkan dan menyederhanakan kategorisasi, pesan teks dapat diidentifikasi sebelumnya menggunakan teknik tertentu, seperti deteksi bahasa otomatis, menghapus kata-kata yang sering digunakan, seperti artikel atau preposisi, serta menyaring setiap gangguan.

“Spam merupakan salah satu ancaman yang paling mengganggu dan tidak menyenangkan, dan dengan adanya penurunan kualitas penyaringan secara cepat maka akan langsung dapat dirasakan oleh semua orang.

Karena itulah penting bagi kami untuk menjaga kualitas tinggi dari proteksi yang diberikan oleh komponen anti-spam produk kami dan terus mengembangkan teknologi baru,” kata Andrey Nikishin, Director, Cloud & Content Technologies Research, dalam siaran pers.

“Kami senang bahwa prestasi penting Kaspersky Lab lainnya di bidang teknologi anti-spam telah menerima pengakuan yang sesuai dalam bentuk paten.”

Pihak paten yang berwenang di Amerika Serikat, Rusia, Cina dan Eropa saat ini meneliti lebih dari tujuh puluh aplikasi paten dari Kaspersky Lab yang mencakup teknologi unik dan inovatif di bidang keamanan informasi.

Alamat Email Mampu Menunjukan Siapa Anda

Apa jenis email Anda? Ada pembicaraan signifikan mengenai email dan ada kemungkinan mewakili jati diri Anda yang sebenarnya. Percaya?

Kemudian tak berapa lama kemudian Facebook meluncurkan sistem pengiriman pesan di mana CEO Mark Zuckerberg bertahan bahwa ini bukan email namun kedengarannya mirip fitur email. Nah, ada beragam stereotipe tentang email yang Anda gunakan sesuai dengan latar belakang Anda.

@aol.com
Anda mungkin memiliki email ini pada tahun 1997 dan kemungkinan Anda sudah berusia 70 tahun. Kedengaran memang sangat kejam namun jika Anda mengirim email dari alamat akun AOL, maka email Anda masuk ke kategori spam.

@hotmail.com
Tidak terlalu berbeda dari AOL. Ini adalah salah satu penyedia email terbesar di awal munculnya web dengan 360 juta pemilik akun. Kebanyakan dimiliki user di luar AS dan memiliki ketersediaan bahasa 10 jenis. “Ini sangat aneh dan Anda mungkin saja diduga ibu rumah tangga usai parohbaya,” demikian kata Andra Bartz penulis buku Stuff Hipsters Hate.

@yahoo.com
Hampir semua orang menyatakan memiliki akun Yahoo. Yahoo juga sangat agresif dan kini mem-filter email dan menjadikannya spam serta saat ini memiliki 273 juta user. Anda tak bisa membuat keputusan apapun dan jika Anda menggunakan alamat Yahoo untuk email maka sejumlah provider atau perusahaan telepon tidak akan menganggap atau melirik Anda.

@gmail.com
Mesin pencari raksasa ini memiliki 193 juta pengguna dan memiliki banyak fitur seperti chatting dan juga media penyimpanan yang lapang. Para pengguna Gmail tahu cara menggunakan komputer, bagaimana internet bisa dihentikan, atau menon-aktifkan router sebelum akhirnya menelepon anggota keluarga untuk meminta pertolongan. Terlalu banyak gratisan bisa membunuh suatu ketika

Alamat email sekolah atau tempat kerja
Ini bisa mengindikasikan Anda seorang yang memiliki pekerjaan atau sedang kuliah. Tentu saja Anda bangga memperlihatkan alamat email Anda terutama jika perusahaan itu sangat bonafid. Tak hanya itu, jika Anda menggunakan email kantor ini bisa mengindikasikan jika Anda menghabiskan waktu terlalu banyak di kantor.

Alamat email di website sendiri
Ini bisa menjadikan Anda sasaran dari serangan para hacker. Tidak hanya itu, mereka juga Anda berpikir seseorang yang suka pamer bahkan megalomania. Ujungnya? Anda tidak peduli apa pendapat orang.

Gmail Memperkenalkan Fitur Baru Priority Email

Google akan meluncurkan sebuah fitur terbaru layanan Gmail yang membantu pengguna memisahkan email penting dari sekelompok email yang sering tidak dibaca.

Fitur baru itu disebut “priority inbox” akan membantu pengguna mengatur pesan penting tanpa harus membuat aturan yang kompleks, kata Google di blog resmi.

Aplikasi Priority Inbox itu membagi inbox dalam tiga bagian: ‘Important and unread’, ‘Starred’, dan ‘Everthing Else’.

“Ketika pesan masuk, Gmail secara otomatis menandai beberapa dari mereka sebagi pesan penting. Gmail menggunakan berbagai petunjuk untuk memprediksi pesan mana yang penting, termasuk orang-orang yang sering meng-email anda dan pesan mana yang sering dibuka dan dibalas,” kata perusahaan.

Google mengatakan Priority Inbox akan bergulir ke semua pengguna Gmail, termasuk mereka yang menggunakan Google Apps, sekitar minggu depan, demikian laporan Reuters.

Cara Dan Tips Menghindari Spam

Laporan Symantec Spam & Phishing bulan ini menyebutkan bahwa spam (pesan elektronik sampah) menyumbang 89,35 persen dari keseluruhan pesan di Internet dalam bulan Maret lalu, turun dari 89,99 persen pada Februari.

Sementara itu, pesan scam dan phishing pada bulan Maret mencapai 17 persen dari keseluruhan spam, lebih sedikit 2 persen dari bulan Februari, demikian laporan Symantec melalui e-mail kepada antaranews.com, Kamis.

Setelah gempa bumi tragis di Haiti dan Cili, tidak ada lagi bencana alam baru yang bisa dimanfaatkan oleh spammer. Spammer kini lebih memfokuskan pada event musiman dan event yang tercatat di kalender seperti liburan Paskah untuk mengirimkan pesan spam.

Berdasarkan ukuran file spam, terjadi peningkatan yang cukup besar pada pesan spam yakni antara 5kb dan 10kb (meningkat lebih dari 10 persen).

Symantec mengamati penurunan serangan phishing secara keseluruhan adalah 3 persen dari bulan sebelumnya. Hal ini terutama disebabkan oleh turunnya volume serangan yang berasal dari toolkit otomatis.

Sebanyak 9 persen URL phishing dibuat menggunakan toolkit phishing otomatis, turun sebesar 35% dari bulan sebelumnya.

Ada dua jenis website phishing berbeda yang teramati dalam serangan tersebut. Jenis pertama dibuat menggunakan toolkit phishing otomatis. TLD yang paling sering digunakan adalah ‘.cz’, yang mewakili Republik Ceko.

Pada kasus ini, konsumen diminta memasukan data pribadi mereka pada halaman “Card Holder Form” untuk memenuhi proses verifikasi palsu tersebut.

Serangan kedua berisi URL dengan domain IP (sebagai contoh, URL seperti http://255.255.255.255./index.html). IP tersebut tersimpan dalam server-server yang berbasis di AS.

URL tersebut diketahui sangat panjang, biasanya lebih dari 700 karakter. Dalam serangan-serangan ini, halaman tersebut menanyakan informasi yang sangat pribadi, namun nomor kartu kredit atau debit bisa dimasukkan secara otomatis.

Yang sebaiknya dilakukan:

  • Berhenti berlangganan dari milis-milis sah jika Anda tidak ingin menerima pesan lagi.
  • Ketika mendaftar untuk menerima email, periksa kembali item-item tambahan apa saja yang Anda inginkan pada saat yang sama.
  • Jangan memilih item yang tidak anda inginkan.
  • Selektif dalam mendaftarkan alamat email anda ke situs-situs Internet.
  • Hindarilah menampilkan alamat email Anda di Internet.
  • Gunakan alamat tersendiri ketika mendaftar pada milis tertentu dan miliki beberapa alamat email untuk berbagai tujuan berbeda, atau carilah layanan email sekali pakai.
  • Hapus semua spam
  • Hindari mengklik link yang mencurigakan dalam email atau pesan IM, karena bisa saja akan menghubungkan ke situs palsu.
  • Disarankan untuk mengetik alamat situs langsung pada browser daripada percaya pada link dalam pesan.
  • Pastikan bahwa operating system selalu up to date dengan update terbaru, dan gunakan paket software keamanan yang komprehensif.
  • Pertimbangkan solusi antispam yang memiliki reputasi baik untuk menangani penyaringan di seluruh organisasi anda.

Yang sebaiknya tidak dilakukan:

  • Membuka lampiran dari email yang tidak dikenal karena lampiran dapat menginfeksi komputer Anda.
  • Membalas spam karena membalas email spam akan menghasilkan spam-spam lain.
  • Mengisi formulir dalam pesan yang meminta informasi pribadi, keuangan dengan password.
  • Perusahaan terkemuka tidak mungkin meminta informasi pribadi Anda melalui email. Jika ragu untuk menghubungi perusahaan yang bersangkutan melalui mekanisme independen yang terpercaya, seperti dengan memverifikasi nomor telepon atau alamat Internet.
  • Membeli produk atau jasa dari pesan spam.
  • Membuka pesan spam.
  • Meneruskan peringatan virus apa pun yang anda terima melalui email bisa jadi ini adalah berita bohong (hoax).

Virus Komputer “Life is Beautiful” Mengancam Lewat Email dan Internet

Perusahaan peranti lunak, Microsoft dan Norton, Selasa (23/3/2010), menginformasikan adanya ancaman penyusupan virus baru lewat surat elektronik (e-mail) yang merusak data komputer pengguna layanan internet, seperti Yahoo, Hotmail, dan AOL (American OnLine).

Virus itu masuk ke surat elektronik dalam bentuk program presentasi Power Point dengan nama “Life is Beautiful”. Jika Anda menerimanya, segera hapus file tersebut. Karena jika itu dibuka, akan muncul pesan di layar komputer Anda kalimat: “it is too late now; your life is no longer beautiful….” (Sudah terlambat sekarang, hidup Anda tak indah lagi).

Akibatnya, Anda akan kehilangan semua data di komputer. Bukan itu saja, orang yang mengirimkan “virus” itu juga akan mendapatkan akses ke nama, e-mail, dan password Anda. AOL telah mengonfirmasikan, peranti lunak antivirus yang sementara ini sudah ada tidak mampu menghancurkan “Life is Beautiful”. Virus ini diciptakan oleh seorang hacker yang menyebut dirinya “Life Owner”.

Cara Mengunci Setting File Temporer Internet Agar Tidak Dirubah Orang Yang Lain

Temporary Internet Files itu tempat berkumpulnya file-file dari internet yang lahir setiap kali Anda membuka suatu halaman web. File-file ini memang sengaja disimpan supaya saat Anda mengunjungi kembali halaman web yang sama, prosesnya bisa berjalan dengan lebih cepat.

Untuk mengubah setting Temporary Internet File tersebut, lakukan langkah berikut.
1. Pilih “Start > Control Panel > Network and Internet > Internet Options”.
2. Pada tab “General”, ada bagian yang mengatur setting Temporary Internet File tersebut. Di sana terdapat dua pilihan, yaitu “Delete…” dan “Settings”. Pada pilihan “Delete”, Anda bisa menghapus semua file-file pada folder Temporary Internet Files. Sedangkan melalui pilihan “Settings”, Anda bisa mengatur berapa kapasitas maksimal yang bisa ditampung oleh folder Temporary Internet Files.

Supaya settingan ini tidak bisa digonta-ganti oleh orang lain, lakukan langkah berikut.
1. Jalankan Registry Editor.
2. Masuk ke key “HKEY_CURRENT_USER-SOFTWARE-Policies-Microsoft-Internet Explorer-Control Panel”.
3. Pada panel sebelah kanan, klik kanan, pilih “New > DWORD Value”, lalu beri nama Settings.
4. Klik ganda DWORD Value tersebut, lalu isikan angka 1.
5. Tutup Registry Editor.

Sekarang, jika Anda membuka Internet Options dan mengklik dua pilihan pada tab General bagian Temporary Internet Files, tidak akan berpengaruh apa-apa.