Category Archives: Aplikasi Internet

Google Didesak Untuk Atasi Peredaran Software Bajakan Milik Microsoft

Google menerima banyak komplain terkait dengan maraknya website yang diyakini memfasilitasi praktek download ilegal, terutama yang menyasar produk Microsoft. Komplain tersebut melaporkan banyaknya praktik pembajakan pada material yang diproduksi perusahaan hiburan.

Dikutip dari Economic Times, Jumat (25/5/2012), mereka yang melaporkan tentunya berharap penegakan hukum yang lebih tegas terhadap praktik pembajakan online.

Pembajakan yang kian merajelela ini terlihat pada data terbaru yang dirilis Google. Adapun tujuan dirilisnya data ini adalah memberikan pemahaman yang lebih baik akan penyalahgunaan properti intelektual di internet.

Laporan yang diterima Google sejak Juli 2011 tersebut meminta sang raksasa internet menghapus konten yang melanggar hak cipta dari indeks mesin pencarian.

Berkenaan dengan Microsoft, tercatat ada lebih dari 2,5 juta komplain yang meminta Google menghapus link yang melanggar hak cipta raksasa software tersebut. Microsoft sendiri memang telah lama mengadukan praktik download ilegal software besutannya.

Facebook Dikabarkan Akan Akuisisi Opera

Setelah disibukkan dengan penawaran saham perdananya ke publik, Facebook kembali “bekerja”. Dimulai dengan mengakuisisi perusahaan yang dianggap dapat menunjang bisnisnya, seperti saat mengakuisisi Instagram.

Seperti dikutip dari Cnet, Facebook dikabarkan berencana membeli perusahaan di balik browser internet Opera tersebut.

Langkah itu bisa jadi merupakan indikasi niatan Facebook untuk terjun ke bisnis browser dengan membuat peramban internet miliknya sendiri.

Dengan membeli Opera, Facebook akan mendapat akses ke teknologi browser tanpa harus mulai membuat dari awal.

“Sebuah browser Facebook bisa membuat penggunanya tetap up-to-date dengan kehidupan sosialnya melalui serangkaian plug-in dan fitur-fitur lain pada tampilan menunya,” tulis situs teknologi Pocket-lint dalam spekulasi mengenai peramban internet bikinan Facebook.

Opera Software memiliki browser mobile yang dikenal berkualitas bagus. Selama dua tahun semenjak kemunculannya, browser mobile Opera ini telah mengalami pertumbuhan yang kuat.

Menurut klaim dari perusahaan terkait, browser Opera dipakai oleh lebih dari 200 juta pengguna dari semua platform.

Facebook menolak berkomentar mengenai perihal akusisi ini. Di sisi lain, manajemen Opera dikabarkan sedang terlibat pembicaraan dengan pembeli potensial tentang kemungkinan penjualan perusahaan tersebut.

Pengguna Google Chrome Ternyata Lebih Cerdas Daripada Pengguna Firefox

Situs web permainan puzzle angka Calcudoku, http://www.calcudoku.org, beberapa waktu lalu menyatakan, pengguna browser Chrome tampak memiliki tingkat kecerdasan numerik tinggi ketika memecahkan teka-teki puzzle di situs tersebut.

Calcudoku baru saja memublikasi hasil riset para pemain puzzle berdasarkan penggunaan browser selama 2010 dan 2011.

Menurut data yang telah dianalisis Calcudoku, orang yang menggunakan browser Chrome termasuk dalam orang-orang yang dapat memecahkan teka-teki puzzle paling cepat. Sedangkan pengguna Firefox berada di posisi 2, dan pengguna Internet Explorer (IE) di posisi 3.

Menurut Calcudoku, pengguna IE tergolong lambat dalam memecahkan teka-teki angka. Mereka juga cenderung lebih cepat menyerah dibandingkan pengguna Chrome atau Firefox.

Sedangkan untuk pengguna browser Safari dari Apple, tidak terkumpul data yang cukup untuk dibandingkan dengan ketiga browser lainnya.

Di laporan Calcudoku, situs tersebut menyatakan bahwa ada kemungkinan Chrome adalah browser pilihan bagi orang yang menyukai hal teknis, mereka yang cenderung memiliki keahlian dengan angka.

Dan, kemungkinan karena IE adalah browser default untuk sistem operasi Windows, maka yang menggunakannya adalah pengguna umum dari segala kalangan dengan latar pendidikan mulai dari yang rendah hingga tinggi.

Daftar Pebedaan Kelebihan dan Kekurangan Browser Firefox dan Google Chrome

Pada February 2012, Firefox dan Chrome sama-sama kuat dalam persaingan menjadi web browser paling populer.

Keduanya mendapat 36% suara dalam statistik yang dikeluarkan W3Schools. Firefox dan Chrome keduanya menawarkan fitur dan kelebihannya masing-masing.

Faktor penting seperti kecepatan dan keamanan keduanya sepertinya juga berimbang sehingga keputusan pemilihan browser akan bergantung pada mana yang memiliki fitur yang lebih Anda butuhkan.

Untuk membantu Anda menentukan keputusan, berikut beberapa bahan yang perlu disimak.

Struktur Software

Chrome dan Firefox memiliki dua struktur kebijakan yang berbeda.

Firefox milik Mozilla adalah sebuah proyek open-source dengan banyak kontributor, sementara Chrome bersifat closed-source dan dokumentasinya tidak dibuka.

Sebenarnya, Google juga memiliki browser open-source, namanya Chromium bukan Chrome.

Dengan struktur kebijakan seperti itu, potensi Firefox dalam mengatasi kelemahan atau bug yang ada menjadi lebih besar.

Di belakang layar, terdapat dua browser engines yang berbeda. Firefox menggunakan Gecko browser engine, sementara Chrome dibuat berdasarkan Webkit.

Webkit yang juga digunakan dalam browser Safari-nya Apple, lebih sering dijumpai dalam peranti mobile.

Di masa depan, kemungkinan peranti mobile yang akan menguasai dunia browsing (melalui smartphone dan tablet).

Firefox tersedia untuk banyak sistem operasi, termasuk Mac OS X, Linux, Windows, Sun Solaris, Open BSD, dan Free BSD.

Sedangkan Chrome hanya tersedia untuk Linux, Windows, dan Mac. Sistem operasi lainnya harus menggunakan Chromium.

Keamanan

Salah satu aspek penting untuk setiap browser adalah keamanannya.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Accuvant, Chrome ternyata memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan Firefox dan Internet Explorer.

Chrome mendapat nilai tertinggi karena memiliki sejumlah langkah keamanan yang tidak dimiliki yang lainnya.

Meskipun Firefox dan Chrome sama-sama mengimplementasikan teknik “sandboxing” untuk mengisolasi serangan berbahaya, Chrome melakukannya lebih sering dan untuk lebih banyak proses.

Chrome juga menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi untuk plug-ins, dan secara otomatis akan mematikan sebuah plug-ins jika ia sudah terlalu tua.

Jika plug-ins yang Anda gunakan dinilai sudah uzur, Chrome akan mematikannya tanpa mau tahu Anda masih memerlukannya atau tidak.

Tabs

Fitur unik milik Chrome adalah dibuatkannya proses yang berbeda untuk setiap ‘window’ dan ‘tab’.

Jika Anda membuka ‘tab’ atau ‘window’ baru, Chrome akan menempatkan ‘tab’ atau ‘window’ dalam prosesnya masing-masing.

Artinya, jika ada satu situs yang lambat di satu ‘tab’ atau ‘window’, ia tidak akan memperlambat proses loading di ‘tab’ atau ‘window’ lainnya.

Demikian pula, jika ada satu ‘tab’ yang crash, ia tidak akan membuat crash seluruh browser. Sementara itu, Firefox tetap mengelola ‘tab’ dan ‘jendela’ dalam satu kesatuan. Satu crash, crash semua.

Ditinjau dari keamanan, pemisahan proses oleh Chrome membuat browsing lebih aman secara keseluruhan.

Dilihat dari sisi lain, Chrome memangsa lebih banyak memori yang tersedia.

Setiap tab atau window akan tampil sebagai satu proses atau aplikasi yang terpisah yang memerlukan sumber daya sistem tersendiri.

Ekstensi

Melihat ekstensi browser yang tersedia, Firefox memiliki lebih banyak pilihan dibandingkan Chrome.

Firefox juga sudah memiliki ekstensi bawaannya sendiri. Ini akan memperlambat waktu loading awal—mungkin cuma beberapa detik.

Jika Anda mencari browser dengan waktu loading awal (beberapa detik) lebih cepat, Chrome pilihannya.

Jika Anda ingin pilihan fitur tambahan yang lebih banyak, Firefox jawabannya. Saat ini, pilihan ekstensi Firefox untuk menangani keamanan jumlahnya lebih banyak dibandingkan Chrome.

Jadi, mana yang akan Anda pilih: Chrome atau Firefox?

Cara Melakukan Bedah Forensik Sebuah Website

Polisi mengaku butuh waktu panjang untuk menguji forensik secara digital situs pembunuh bayaran, apakah memiliki muatan pidana atau tidak. “Kami akan minta saksi ahli untuk membuka situs ini dengan jelas,” kata juru bicara Mabes Polri, Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, Rabu, 14 Maret 2012.

Pemeriksaan oleh saksi ahli tersebut juga untuk mencari keterlibatan tersangka S dalam situs tersebut. Salah satunya dengan menelusuri rekam jejak akun surat elektronik (e-mail) dan provider telepon yang digunakan tersangka.

Saud mengatakan proses tersebut tak semudah yang dibayangkan. Sebab cukup sulit untuk membaca bukti-bukti forensik secara digital. “Jadi tidak seperti baca laporan bisa,” ujarnya.

Tapi, dalam jejak rekam kartu provider ponsel yang digunakan tersangka, ditemukan bukti keterlibatannya, maka polisi akan segera menindak tegas. “Sebab, kalau sudah terbukti, tersangka tidak bisa mengelak lagi,” ujarnya.

Sebelumnya tim Forensik Cyber Crime Mabes Polri tengah membedah isi informasi dalam laptop dan sim card ponsel tersangka pembuat situs atau blog pembunuh bayaran. Penyelidikan ini merupakan langkah pembuktian keterlibatan tersangka berinisial S, yang hingga saat ini terus menyangkal perannya dalam kejahatan ini.

Menurut Saud, polisi kesulitan menemukan peran dari tersangka yang saat ini sudah diamankan di Polrestabes Bandung. Selain penyangkalan tersangka, dalam dunia maya, peran tersangka tidak terlihat jelas karena penggunaan akun yang menggunakan id, nama samaran, atau kode. “Sulit, karena tidak langsung menunjuk pada nama asli,” kata Saud.

Polisi, kata Saud, tidak akan bertopang pada bantahan dan pengakuan tersangka. Kepolisian akan tetap berpegang pada alat bukti dan terus melakukan penyidikan untuk mengungkap peran dan keterkaitannya dengan fakta lainnya.

Tersangka S sendiri, menurut Saud, diamankan kepolisian berdasarkan penelusuran sejumlah data dalam blog pembunuh bayaran tersebut, yang secara kuat dan meyakinkan mengarah pada pegawai di sebuah perusahaan swasta PT SPU itu.

Sebelumnya tim khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Polrestabes Bandung telah berhasil menangkap seorang pelaku yang diduga pembuat blog pembunuh bayaran. Kepolisian, berdasarkan penelusuran nomor telepon dan e-mail yang tercatat dalam situs, berhasil mengamankan seseorang yang diduga pemilik kedua data tersebut. Pria dengan inisial S ini diduga sebagai orang yang membuat situs pembunuh bayaran, yang aktif sejak 2008 hingga saat ini.

Tim Forensik Cyber Crime Mabes Polri tengah membedah isi informasi dalam laptop dan Sim Card ponsel tersangka pembuat situs atau blog pembunuh bayaran. Penyelidikan ini merupakan langkah pembuktian keterlibatan tersangka berinisial S yang hingga saat ini terus menyangkal perannya dalam kejahatan ini. “Tim Cyber Crime sedang memeriksa komputer, Sim Card, dan barang bukti lainnya,” kata juru bicara Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, Senin 12 Maret 2012. “Nantinya kita akan dapat menemukan status dari tersangka S ini.” Menurut Saut, polisi kesulitan menemukan peran dari tersangka yang saat ini sudah diamankan di Polrestabes Bandung. Selain penyangkalan tersangka, dalam dunia maya peran tersangka tidak terlihat jelas karena penggunaan akun yang menggunakan id, nama samaran, atau kode. “Sulit karena tidak langsung menunjuk pada nama asli,” kata Saud.

Polisi, kata Saud, tidak akan bertopang pada bantahan dan pengakuan tersangka. Kepolisian akan tetap berpegang pada alat bukti dan terus melakukan penyidikan untuk mengungkap peran dan keterkaitannya dengan fakta lainnya.

Tersangka S sendiri, menurut Saud, diamankan kepolisian berdasarkan penelusuran sejumlah data dalam blog pembunuh bayaran tersebut yang secara kuat dan menyakinkan mengarah pada pegawai di sebuah perusahaan swasta PT SPU ini.

Sebelumnya Tim khusus Kepolisian Daerah Jawa Barat dan Polrestabes Bandung telah berhasil menangkap seorang pelaku yang diduga pembuat blog pembunuh bayaran. Kepolisian, berdasarkan penelusuran nomor telepon dan email yang tercatat dalam situs, berhasil mengamankan seorang yang diduga pemilik kedua data tersebut. Pria dengan inisial S ini diduga sebagai orang yang membuat situs pembunuh bayaran yang aktif sejak 2008 hingga saat ini.

Penangkapan ini adalah hasil kerja sama antara Kepolisian Daerah Jawa Barat, Kepolisian Daerah Metro Jaya, dan Divisi Cyber Crime Bareskrim Polri menyelidiki dua situs pembunuh bayaran. Dua situs atau blog yang dimaksud adalah Indonetasia.com dan hitmanindonesia.wordpress.com.

Dalam penanganan kasus ini kepolisian akan berpedoman pada pelanggaran hukum yang secara jelas diatur dalam KUHP. Bila praktek pembunuhan bayaran ini masih dalam tahap perencanaan, menurut Saud, pelaku akan dijerat Pasal 338 mengenai pembunuhan berencana. Kepolisian juga akan melihat pasal dalam Undang-Undang IT untuk melihat kemungkinan jerat pidana dalam kasus ini.

Daftar Harga Promosi Anti Virus Avira Antivirus, Kaspersky, ESET NOD32 dan Norton

Dalam pameran Mega Bazaar Computer 2012 yang digelar di Jakarta Convention Center, 29 Februari hingga 4 Maret 2012, perusahaan Antivirus turut ambil bagian.

Promo beli satu gratis satu pun kompak dilakukan semua perusahaan antivirus yang berpartisipasi dalam pameran ini. Selain itu, beragam bonus juga ditawarkan untuk menarik pembeli.

Misalnya yang dilakukan oleh Norton Antivirus. Norton digandeng produsen laptop Asus dengan promo beli notebook Asus tipe apa saja yang sudah dibundling dengan Antivirus Norton, akan mendapat gratis satu Antivirus Norton lagi. Masing-masing lisensi selama satu tahun.

Jika tidak membeli notebook Asus, bisa membeli Antivirus Norton saja, namun hanya mendapat bonus perpanjangan lisensi 6 bulan. Ini berlaku untuk semua produk Norton Antivirus.

Dalam pameran ini, Norton tidak memiliki booth sendiri dan bergabung di booth Asus. Antivirus Norton yang tersedia di pameran adalah Norton Antivirus 2012 (1 user dan 3 user), Norton Internet Security 2012 (1 user dan 3 user), Norton Internet Security for Mac (1 user), dan Norton 360 v5.0 (1 user dan 3 user). Harga berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 490 ribu.

Sedangkan untuk promo antivirus ESET Smart Security (untuk 3 user), pengunjung akan mendapat gratis modem AHA myTV plus bonus antivirus ESET Mobile Security. Selain itu, ada pula promo lainnya seperti :

ESET NOD32 Antivirus (3 user), gratis T-Shirt ESET plus bonus ESET Mobile Security
ESET Smart Security (1 user), gratis Mousepad plus bonus ESET Mobile Security
ESET NOD32 Antivirus (1 user), gratis Mouspad plus bonus ESET Mobile Security
ESET Mobile Security (1 device), gratis ESET Smart Security
Bonus voucher Rp 25 ribu untuk pembeli produk Android di stand AHA
Harga Antivirus ESET dengan lisensi satu tahun berkisar dari Rp 75 ribu hingga Rp 390 ribu. Harga ini sudah termasuk diskon 30 hingga 57 persen dari harga normal.

Sedangkan Antivirus Kaspersky memberikan promo beli satu gratis satu untuk semua produk Antivirus 3 user, Promo beli satu gratis satu berlaku bagi produk Kaspersky Antivirus 2012, Kaspersky Internet Security 2012, dan Kaspersky Pure.

Selain produk tersebut, di booth Kaspersky juga tersedia produk Kaspersky for Mac dan Kaspersky Mobile Security namun tidak ada promo beli satu gratis satu. Harga semua produk Kaspersky berkisar Rp 89 ribu hingga Rp 349 ribu (untuk 1 user) dan antara Rp 209 ribu hingga Rp 499 ribu.

Selain tiga Antivirus diatas, ada pula booth Antivirus Avira di Mega Bazaar. Berikut adalah promo dan bonus Antivirus Avira :

Avira Antivirus Premium 2012 (1 user) gratis tambahan lisensi 6 bulan dan micro SD 2 GB
Avira Antivirus Premium 2012 (3 user) gratis tambahan lisensi 6 bulan dan USB Pendrive 4 GB
Avira Internet Security 2012 (1 user) gratis tambahan lisensi 6 bulan dan USB Pendrive 4 GB
Avira Internet Security 2012 (3 suer) gratis tambahan lisensi 6 bulan dan USB Pendrive 8 GB
Harga Antivirus Avira berkisar antara Rp 85 ribu hingga Rp 250 ribu untuk lisensi satu tahun.

StumbleUpon Perusahaan Yang Terancam Bangkrut dan Kini Lebih Sukses Dari Facebook

StumbleUpon, perusahaan berbasis internet yang sudah berumur sepuluh tahun ini, telah melakukan sesuatu yang hanya sedikit dilakukan perusahaan-perusahaan di Silicon Valley: comeback.

StumbleUpon mungkin tidak memiliki buzz atau miliaran pengguna seperti Facebook, tetapi situs ini telah berhasil memperbaiki dirinya setelah melewati keterpurukan. StumbleUpon menjadi salah satu sumber trafik yang paling kuat dalam internet.

Didirikan bersama oleh Garrett Camp dan Geoff Smith, layanan pencarian konten ini memulai gagasan baru. “Kami mencoba menjadi remote control Anda untuk web atau benda yang membantu Anda mencari apa yang ingin dicari selanjutnya,” jelas Camp.

Para pengguna “tersandung” ke web content seperti cerita bisnis, web game, blog atau galeri foto, yang belum pernah mereka lihat sebelumnya dan mereka dapat menilainya dengan acungan jempol ke atas atau ke bawah.

Lama kelamaan, konten tersebut menyajikan hal yang lebih relevan dengan selera pengguna (tidak seperti remote TV standar). Layanan utama web content tersebut gratis, meskipun satu dari setiap 20 “stumbles” itu dibayar oleh klien—versi sasaran iklan ini dijuluki Paid Discovery

Pada bulan Mei 2007, perusahaan yang berpusat di San Francisco ini memiliki pengguna yang sangat kecil yaitu 2,3 juta tapi luar biasa setia, dan bertumbuh 150% tiap tahun. Hal itu terjadi ketika Camp dan Smith menjual usaha mereka kepada eBay seharga 75 juta dollar AS. Kelihatannya sempurna, eBay berkembang , dan Camp dan Smith pulang dengan bayaran yang memuaskan.

Tetapi, pada akhirnya, web content ini memburuk. Pertumbuhan pengguna melambat secara signifikan. Ketika dikelola oleh eBay, tidak berarti mereka tidak menghadapi tekanan kesulitan penggalangan dana dan gangguan lain yang memusingkan.

Cara untuk menarik pengguna bertambah sulit dan produk pun membutuhkan waktu yang lama untuk berhasil. Dua tahun kemudian, Camp, Smith, bersama sekelompok perusahaan modal usaha, termasuk Accel Partners dan First Round Capital, membeli kembali perusahaan web content tersebut seharga 29 juta dollar AS.

Sejak itu, StumbleUpon berhasil meluncurkan sejumlah perbaikan besar. Sebuah Stumbling web-based sebagai pengganti browser plug-in, aplikasi mobile untuk iPad Apple, iPhone, dan Android Google, serta sejumlah redesain besar yang mulai live sejak Desember lalu.

Pertumbuhan Stumble pun mulai kelihatan menggeliat. Perusahaan melaporkan lebih dari 20 juta pengguna mendaftar sebagai “stumbling” setiap 7 jam sebulan, jumlah yang sama dengan pengguna Facebook yang mengutak-atik profil mereka. Penggunaan di desktop dan mobile sama-sama mengalami peningkatan: desktop tumbuh 20% tiap bulan dan mobile tumbuh 35% tiap bulan.

Kesimpulannya, pertumbuhan semacam itu sangat mengesankan untuk sebuah perusahaan yang tidak diperhatikan. “Mereka seperti pekerja keras,” ujar Rebecca Lieb, pengamat di San Mateo, Group Altimeter yang berpusat di California. “Mereka tidak pernah modis dan gemerlap. Mereka juga tidak pernah seperti Facebook atau Google yang diperlukan setiap hari atau bahkan situs yang memiliki momen yang bersinar untuk kemudian redup dalam keterpurukan.”

Menurut eMarketer, StumbleUpon, menjadi pengarah web traffic sosial terbesar ke halaman web lain selama triwulan ketiga tahun 2011—1.2 milyar arahan/referral dalam sebulan. Menurut StumbleUpon, hal tersebut lebih baik, melampaui Facebook dan Twitter. (Berdasarkan laporan eMarketer, StumbleUpon mencapai 49% sedangkan Facebook 38%).

Baik Facebook maupun Twitter juga menggunakan iklan yang berhubungan dengan situs-situs web luar sebagai sumber pendapatan terbesar mereka. Tentu saja, Facebook menempatkan iklan sasarannya di beberapa area seperti bar “Sponsored” ke sebelah kanan “News Feed” dan Twitter melakukan fitur iklan seperti “Promoted Tweets,” keduanya berharap para pengunjung melihat iklan-iklan tersebut, menemukan yang cocok, dan benar-benar meng-click.

Target model iklan StumbleUpon beroperasi dengan berbeda, mereka menyatukan advertorial ke dalam konten regular. Pada kenyataannya, pengguna situs mencari setiap 20 “stumbles” atau dibayar oleh 75.000 perusahaan ditambah para pengiklan.

Meskipun setiap iklan dilabeli seperti itu, kemungkinannya adalah beberapa pengguna tidak melihat perbedaannya setiap saat. “Unit iklan mereka benar-benar dikoneksikan ke pengalaman konsumen,” ujar Nikhil Sethi, co-founder Adaptly, perusahaan yang khusus membantu perusahaan yang memasang iklan dalam social platform seperti StumbleUpon.

Menurut Sethi, beberapa klien periklanan lebih suka mengalokasikan mayoritas anggaran kampanye mereka ke StumbleUpon. Saat Arby’s sebuah restoran cepat saji yang besar di Amerika ingin mempromosikan burger barunya tahun lalu, Adaptly diminta untuk membantu mengiklankannya di Facebook, Twitter, dan StumbleUpon.

Dalam beberapa hari, perusahaan Sethi menyadari bahwa hampir 91% pengguna melihat kampanye dalam iklan video—dengan kata lain, orang-orang berinteraksi dengan iklan yang sedang happening di StumbleUpon. Alhasil, Arby’s menggeser sisa uang kampanye dari Facebook dan Twitter ke perusahaan layanan milik Camp tersebut.

StumbleUpon tidak membeberkan berapa pendapatan iklannya. Mereka tentu saja hampir melampaui Facebook, seperti yang diprediksikan eMarketer, pendapatan StumbleUpon akan mencapai US$ 5,1 miliar tahun ini.

Masih menurut Camp, perusahaan akan fokus dengan upaya mereka untuk berekspansi secara domestik tahun ini dan berpotensi untuk menambah staf pekerjanya kurang lebih 100 orang selama tahun berikutnya—dan secara internasional, melokalisasi pelayanan untuk pasar yang baru seperti di Inggris

Facebook Messenger Diluncurkan Siap Saingi YM dan Live Messenger

Setelah meluncurkan aplikasi Facebook Chat untuk perangkat ponsel pintar, secara diam-diam Facebook kini tengah menguji coba fitur Facebook Messenger berbasis Windows. Aplikasi ini nantinya akan memudahkan pengguna untuk chatting dengan teman Facebook di komputer tanpa perlu membuka browser dan membuka situs Facebook.com.

Seperti dikutip dari TechCrunch, informasi ini “dibocorkan” oleh sebuah blog TechIT di Israel yang memberikan penjelasan mengenai metode chatting dengan beberapa orang di komputer tanpa perlu membuka browser dan situs Facebook. Uji coba ini ternyata sudah dilakukan sejak sebulan lalu.

Aplikasi ini akan menyasar pengguna Facebook di personal computer (PC) atau laptop. Sementara itu, aplikasi Facebook Chat hanya menyasar kalangan yang memiliki ponsel pintar.

Sebenarnya sudah banyak aplikasi dari pihak ketiga yang sudah menerapkan fitur seperti ini. Kebanyakan mereka adalah perusahaan layanan penyedia messenger seperti Digsby, Trillian, atau Instant Messenger. Perusahaan tersebut juga bisa terhubung dengan Facebook berkat aplikasi Facebook Chat.

Selain mendukung untuk chatting, aplikasi Facebook Messenger juga dapat digunakan untuk melihat notification, permintaan teman baru, bahkan masih bisa melihat update status ataupun aktivitas teman kita di Facebook. Jika teman tidak sedang online, kita juga bisa memberikan pesan secara offline.

Jika memang bisa diluncurkan, maka fitur ini berpotensi menyaingi Yahoo Messenger dan Windows Live Messenger.

Saat diuji coba, disebutkan bahwa fitur ini sudah berjalan baik, sama seperti chatting di Facebook. Daftar teman yang online pun juga bisa ditampilkan di bagian bawah. Sementara itu, fitur chatting-nya akan muncul di bagian tersendiri, yang muncul berupa tab-tab teman di bagian bawah.

Meski aplikasi ini belum resmi diluncurkan, di situs resmi Facebook ini sudah dipajang informasi soal messenger tersebut. Bahkan, instalasi file-nya sudah beredar di internet. Bagi Anda yang sudah tak sabar dan ingin mencobanya, silakan unduh instalasi file di link berikut ini.

Aplikasi ini dikembangkan sendiri oleh Facebook dan belum mendapat dukungan dari Microsoft, yang juga menjadi investor besar di Facebook. Belum secara jelas apakah Facebook akan menawarkan aplikasi ini ke Microsoft, termasuk dukungan ke Windows 7 atau mungkin jika berpindah ke Windows 8. Namun, Facebook menjanjikan kalau aplikasi ini berjalan mulus di Windows, maka akan ditawarkan juga ke Mac dan Linux.

Kini Nama Pribadi Atau Perusahaan Bisa Jadi Domain Tanpa Harus Gunakan Akhiran Dot Com

Badan regulator Internet dunia, The Internet Corporation for Assigned Named and Numbers (ICANN) meluncurkan penawaran generic Top Level Domain (gTLD) atau nama domain top level, yang lebih personal dengan nama apapun. Nama domain baru ini diyakini akan lebih sederhana dan mudah diingat.

Dengan pemakaian gTLD, nantinya pengguna Internet bisa membeli nama domain sesuai keinginannya dan tidak menggunakan akhiran .com, .net, .org dan sebagainya. Namun bisa menggunakan nama domain pilihannya sendiri, seperti bank.mandiri, toyota.astra, batik.keris, kompas.tekno, dan lain-lain.

Anggota ICANN Chris Disspain menjelaskan nama domain yang lebih personal ini lebih cocok untuk kalangan pengusaha, pebisnis, pemerintah maupun komunitas di seluruh dunia.

“Nama domain yang lebih personal ini memungkinkan orang untuk menemukan informasi di Internet secara lebih mudah,” kata Chris di Jakarta, Rabu (14/12/2011).

Pengguna dapat mengajukan nama top level domain dengan bahasa latin atau berdasarkan internationalized domain name (IDN). IDN adalah nama domain yang mencakup karakter yang digunakan dalam representasi bahasa lokal yang tidak ditulis dengan ke-26 alfabet dasar latin (a-z). Sebuah IDN dapat mengandung huruf latin dengan tanda diakritik (contohnya aksen) atau bisa juga mengandung karakter dari bahasa non-Latin seperti Arab dan China.

Untuk dapat memesan domain baru tersebut, pengguna bisa mendaftar ke http://icann.org/newgtlds mulai 12 Januari 2012 hingga 12 April 2012. Sayangnya, biaya evaluasi untuk mendaftarkan gTLD tersebut sekitar 185.000 dollar AS atau sekitar Rp 1,6 miliar. Saat mendaftar, pengguna harus menyetor biaya deposit per pengajuan aplikasi sebesar 5.000 dollar AS. Dana 5.000 dollar AS tersebut akan dikurangi dari total biaya evaluasi.

“Proses evaluasi diprediksi sekitar 9-20 bulan. Ada beberapa tahapan sebelum mencapai keputusan akhir pemohon,” katanya.

Wakil Ketua Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) Ifik Arifin menjelaskan layanan nama domain baru ini lebih cocok untuk kalangan korporasi.

“Harganya mahal, kalau untuk personal tidak mungkin. Tapi kalau untuk korporasi, itu harga yang murah,” jelas Ifik.

Pemberlakuan nama domain baru ini dinilai lebih aman, agar nama domain tersebut tidak digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi dengan harga yang mahal, syarat-syarat untuk mendapatkan nama domain tersebut juga diperketat. Misalnya harus menyerahkan kartu identitas, surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan lain-lain.

“Bila terjadi masalah, kita dapat melacak pemilik website itu secara lengkap. Tidak seperti sekarang ini, orang dengan mudah membeli nama domain, tapi setelah dilacak ternyata pemiliknya palsu,” katanya.

Banyak Pejabat Masih Gunakan Email Gratisan Sehingga Berkesan Tidak Profesional

Di era masyarakat modern saat ini, memiliki akun e-mail menjadi sebuah keharusan. Kemajuan teknologi memudahkan orang untuk saling berkomunikasi tanpa batas. Akan tetapi, ada hal yang perlu diwaspadai, terutama oleh para pejabat publik. Para pejabat negara diminta untuk peduli dengan keamanan menggunakan sejumlah fasilitas yang tersedia di dunia maya. Salah satunya penggunaan domain gratis.

Saat dikritik mengenai penggunaan e-mail dengan domain gratisan oleh Komisi VIII DPR, sejumlah anggota DPR termasuk Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan bahwa mereka memang belum memiliki e-mail resmi dari domain @dpr.go.id. Selama ini mereka menggunakan e-mail dengan domain @yahoo.com atau @gmail.com.

“E-mail saya marzuki_alie@yahoo.co.id,” ungkap Marzuki kepada wartawan, Kamis (5/5/2011).

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan juga mengaku tidak memiliki alamat e-mail dengan domain resmi DPR. Taufik menyebut satu alamat pribadinya dan satu alamat e-mail yang digunakan untuk menerima aspirasi dan berkomunikasi dengan kolega dan konstituen. Keduanya memiliki domain gratisan pula, @gmail.com.

“Kalau e-mail pribadi saya buka sendiri, tapi kalau yang terkait kedinasan DPR, saya memanfaatkan e-mail yang saya siapkan khusus dan dikelola oleh staf ahli saya. Biasanya terkait posisi tugas di DPR, e-mail langsung ke staf narilkirom@gmail.com,” kata politisi PAN ini.

Bahaya

Para anggota Dewan memang tak pernah memiliki alamat e-mail dengan domain resmi @dpr.go.id yang diberikan kesekretariatan kepada anggota sejak masuk pada akhir 2009. Mereka menilai, perdebatan e-mail resmi atau pribadi tak perlu diperdebatkan karena tak esensial. Yang penting, akses untuk menampung aspirasi dibuka seluasnya kepada masyarakat dan konstituen.

Akan tetapi, Pakar IT Security Ruby Alamsyah, bagi pejabat publik, pembuatan e-mail dengan domain gratisan justru harus dihindari. Mengapa?

“Dari kami, para pemerhati IT security, penggunaan domain gratisan sangat tidak aman. Ini sudah menjadi konsen kami sejak lama kepada para pejabat publik, karena sangat rentan. Bisa di-hack oleh para hacker umum dan tidak akan ketahuan. Ini kan bahaya, bisa disalahgunakan oleh negara-negara lain,” kata Ruby kepada Kompas.com, Jumat (6/5/2011).

Ruby mencontohkan, dalam salah satu kesepakatan yang tertuang dalam “terms and conditions” saat mendaftarkan sebuah akun di domain gratisan, ada klausul yang menyatakan bahwa pemilik e-mail menyerahkan hak kepada domain untuk mengakses e-mail tersebut.

“Misalnya, di gmail jelas tertulis di terms and conditions, pemilik e-mail memberikan hak kepada gmail untuk mengakses e-mailnya. Bukan membaca, tapi kata-katanya “mengakses”. Bayangkan kalau pejabat publik miliki e-mail pribadi seperti itu dan informasinya dibaca oeh pihak-pihak yang tidak berkepentingan. Itu kan mengerikan,” paparnya.

Apalagi, informasi yang terkandung dalam e-mail para pejabat publik itu menyangkut kepentingan dan rahasia negara. Oleh karena itu, Ruby menyarankan dan mengimbau kepada para pejabat publik untuk menghentikan penggunaan akun e-mail dengan domain gratisan. Menurutnya, lebih aman jika para pejabat membuat e-mail dari domain resmi masing-masing institusi. Hal ini dinilai lebih aman karena aktifitasnya akan terpantau oleh admin institusi itu sendiri.